Cari disini...
Seputar Kaltim
Pelaksanaan lomba 17-an di Desa Suatang Keteban. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)
Tana Paser - Sebanyak sembilan mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul) yang tengah menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Suatang Keteban aktif membawa perubahan positif bagi masyarakat setempat.
Memasuki hari ke-31 masa pengabdian, para mahasiswa tidak hanya fokus pada program kerja utama, tetapi juga turun tangan memeriahkan peringatan HUT ke-81 RI.
Sebagai bagian dari pengabdian masyarakat, tim KKN Unmul dipercaya membantu Karang Taruna Desa Suatang Keteban dalam rangkaian perlombaan 17-an yang telah berlangsung sejak 5 Agustus lalu.
Berbagai lomba menarik seperti futsal, estafet tepung, hingga lari membawa kelereng sukses memikat antusiasme warga, khususnya anak-anak.
Ketua KKN Unmul Desa Suatang Keteban, Muhammad Luthfi Akmal Sihab menjelaskan sisa pengabdian mereka di desa itu hanya sekitar 12 hari. Total masa pengabdian yang diberikan dari universitas berkisar antara 41 hingga 43 hari.
"Kolaborasinya sama karang taruna. Kami diminta untuk jadi penanggung jawab lomba-lomba dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 RI," ucap Luthfi, Selasa (11/8/2026).
Perlombaan tersebut dijadwalkan akan bergulir sejak tanggal 5 hingga 22 Agustus 2026. Pada kegiatan malam puncak, pihaknya juga telah menyiapkan agenda pembagian hadiah yang disertai pisah kenang masyarakat dengan mahasiswa KKN Unmul.
Ketika dikonfirmasi terkait sumber hadiah dalam lomba itu, Luthfi memastikan bahwa tidak ada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang dilanggar. Hal itu dikarenakan seluruh pendanaan kegiatan bersumber dari pemerintah desa setempat dan peserta tidak dikenakan pungutan biaya.
"Kalau fatwa itu saya belum ada dengar. Tapi untuk perlombaan peserta hanya ikut berlomba tidak ada dikenakan pungutan apapun," tambahnya.
Di samping memeriahkan HUT RI, mahasiswa KKN Unmul juga telah merealisasikan sejumlah program kerja strategis di bidang ketahanan pangan dan pengembangan potensi desa.
Mulai dari pemberdayaan petani yaitu kerja sama Kelompok Tani Sinar Baru untuk memproduksi pupuk organik secara mandiri, kemandirian pangan dengan agenda membagikan bibit tanaman konsumsi seperti cabai dan tomat kepada warga hingga pemetaan wisata religi di Suatang Keteban turut dilaksanakan oleh mereka.
Memasuki sisa 12 hari masa KKN, para mahasiswa juga bersiap menggelar perlombaan tradisional khas daerah, seperti permainan Belogo, yang ditujukan untuk kategori dewasa pada akhir pekan ini.
"Kami sedang merangkai bangunan peta desa. Jadi kami akan memberikan titik poin di lokasi wisata religi yaitu makam karamah yang ada di Desa Suatang Keteban," tutupnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pelaksanaan lomba 17-an di Desa Suatang Keteban. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)
Tana Paser - Sebanyak sembilan mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul) yang tengah menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Suatang Keteban aktif membawa perubahan positif bagi masyarakat setempat.
Memasuki hari ke-31 masa pengabdian, para mahasiswa tidak hanya fokus pada program kerja utama, tetapi juga turun tangan memeriahkan peringatan HUT ke-81 RI.
Sebagai bagian dari pengabdian masyarakat, tim KKN Unmul dipercaya membantu Karang Taruna Desa Suatang Keteban dalam rangkaian perlombaan 17-an yang telah berlangsung sejak 5 Agustus lalu.
Berbagai lomba menarik seperti futsal, estafet tepung, hingga lari membawa kelereng sukses memikat antusiasme warga, khususnya anak-anak.
Ketua KKN Unmul Desa Suatang Keteban, Muhammad Luthfi Akmal Sihab menjelaskan sisa pengabdian mereka di desa itu hanya sekitar 12 hari. Total masa pengabdian yang diberikan dari universitas berkisar antara 41 hingga 43 hari.
"Kolaborasinya sama karang taruna. Kami diminta untuk jadi penanggung jawab lomba-lomba dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 RI," ucap Luthfi, Selasa (11/8/2026).
Perlombaan tersebut dijadwalkan akan bergulir sejak tanggal 5 hingga 22 Agustus 2026. Pada kegiatan malam puncak, pihaknya juga telah menyiapkan agenda pembagian hadiah yang disertai pisah kenang masyarakat dengan mahasiswa KKN Unmul.
Ketika dikonfirmasi terkait sumber hadiah dalam lomba itu, Luthfi memastikan bahwa tidak ada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang dilanggar. Hal itu dikarenakan seluruh pendanaan kegiatan bersumber dari pemerintah desa setempat dan peserta tidak dikenakan pungutan biaya.
"Kalau fatwa itu saya belum ada dengar. Tapi untuk perlombaan peserta hanya ikut berlomba tidak ada dikenakan pungutan apapun," tambahnya.
Di samping memeriahkan HUT RI, mahasiswa KKN Unmul juga telah merealisasikan sejumlah program kerja strategis di bidang ketahanan pangan dan pengembangan potensi desa.
Mulai dari pemberdayaan petani yaitu kerja sama Kelompok Tani Sinar Baru untuk memproduksi pupuk organik secara mandiri, kemandirian pangan dengan agenda membagikan bibit tanaman konsumsi seperti cabai dan tomat kepada warga hingga pemetaan wisata religi di Suatang Keteban turut dilaksanakan oleh mereka.
Memasuki sisa 12 hari masa KKN, para mahasiswa juga bersiap menggelar perlombaan tradisional khas daerah, seperti permainan Belogo, yang ditujukan untuk kategori dewasa pada akhir pekan ini.
"Kami sedang merangkai bangunan peta desa. Jadi kami akan memberikan titik poin di lokasi wisata religi yaitu makam karamah yang ada di Desa Suatang Keteban," tutupnya.
(Sf/Lo)