Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Seputar Kaltim
Rektor Unmul, Abdunnur. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Secara besar-besaran mahasiswa se-Indonesia telah menggelar aksi demonstrasi menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Mahasiswa Kaltim juga turut andil memperjuangkan isu ini di depan kantor DPRD Kaltim.
Mereka menilai MBG berpotensi merugikan sektor lain termasuk dalam dunia pendidikan.
Rektor Universitas Mulawarman, Abdunnur, turut angkat bicara mengenai polemik ini.
Ia menyoroti penolakan terhadap program MBG, meskipun mengakui bahwa program tersebut sebenarnya memiliki dampak positif bagi peningkatan gizi siswa di sekolah.
"Program itu sebenarnya bagus, karena anak-anak di sekolah tentu membutuhkan asupan bergizi untuk meningkatkan kesehatannya," ujarnya.
Namun, Abdunnur juga menyoroti kekhawatiran terkait anggaran pendidikan yang berkurang akibat dialokasikan ke program MBG.
Berdasarkan APBN 2025, anggaran pendidikan yang seharusnya mencapai 20 persen dari total belanja negara mengalami pemangkasan di beberapa pos.
"Intinya program tersebut bisa berjalan, namun jangan sampai mengganggu anggaran sektor lain," tegasnya.
Ia menilai, jika pemerintah melakukan pemangkasan anggaran dalam sektor lain demi memaksimalkan program MBG, maka berpotensi menurunkan kualitas pembangunan mutu pendidikan yang lainnya.
Kekhawatiran serupa juga diungkapkan oleh perwakilan Aliansi Mahakam, Ilham Maulana, yang turut serta dalam aksi demonstrasi di DPRD Kaltim.
Menurutnya, program MBG justru menjadi ancaman bagi dunia pendidikan. Ia menilai pemerintah terlalu memaksakan kebijakan ini dengan mengorbankan anggaran dari sektor lain, termasuk pendidikan.
"Instruksi Presiden ini berdampak besar pada dunia pendidikan. Kami menolak jika pendidikan harus dikorbankan hanya demi menjalankan program MBG," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Seputar Kaltim

Rektor Unmul, Abdunnur. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Secara besar-besaran mahasiswa se-Indonesia telah menggelar aksi demonstrasi menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Mahasiswa Kaltim juga turut andil memperjuangkan isu ini di depan kantor DPRD Kaltim.
Mereka menilai MBG berpotensi merugikan sektor lain termasuk dalam dunia pendidikan.
Rektor Universitas Mulawarman, Abdunnur, turut angkat bicara mengenai polemik ini.
Ia menyoroti penolakan terhadap program MBG, meskipun mengakui bahwa program tersebut sebenarnya memiliki dampak positif bagi peningkatan gizi siswa di sekolah.
"Program itu sebenarnya bagus, karena anak-anak di sekolah tentu membutuhkan asupan bergizi untuk meningkatkan kesehatannya," ujarnya.
Namun, Abdunnur juga menyoroti kekhawatiran terkait anggaran pendidikan yang berkurang akibat dialokasikan ke program MBG.
Berdasarkan APBN 2025, anggaran pendidikan yang seharusnya mencapai 20 persen dari total belanja negara mengalami pemangkasan di beberapa pos.
"Intinya program tersebut bisa berjalan, namun jangan sampai mengganggu anggaran sektor lain," tegasnya.
Ia menilai, jika pemerintah melakukan pemangkasan anggaran dalam sektor lain demi memaksimalkan program MBG, maka berpotensi menurunkan kualitas pembangunan mutu pendidikan yang lainnya.
Kekhawatiran serupa juga diungkapkan oleh perwakilan Aliansi Mahakam, Ilham Maulana, yang turut serta dalam aksi demonstrasi di DPRD Kaltim.
Menurutnya, program MBG justru menjadi ancaman bagi dunia pendidikan. Ia menilai pemerintah terlalu memaksakan kebijakan ini dengan mengorbankan anggaran dari sektor lain, termasuk pendidikan.
"Instruksi Presiden ini berdampak besar pada dunia pendidikan. Kami menolak jika pendidikan harus dikorbankan hanya demi menjalankan program MBG," pungkasnya.
(Sf/Rs)