Seputar Kaltim

    Lurah Graha Indah Balikpapan Sebut Koperasi Merah Putih jadi Penopang Ekonomi Warga

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    12 Mei 2026 pukul 15:23 WITA

    Lurah Graha Indah, Muhammad Arif Rachman saat ditemui di aula. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Di tengah tekanan kebutuhan pokok yang terus meningkat, kehadiran Koperasi Merah Putih di Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara, mulai menjadi solusi nyata bagi masyarakat.

    Tidak hanya menyediakan sembako dengan harga lebih murah, koperasi ini juga membantu warga memperoleh keuntungan tambahan melalui pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU).

    Perkembangan koperasi tersebut terbilang pesat. Jika sebelumnya hanya memiliki sekitar 17 anggota, kini jumlahnya meningkat tajam menjadi lebih dari 120 orang.

    “Mayoritas anggota merupakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memanfaatkan koperasi untuk mendukung kebutuhan usaha maupun rumah tangga,” ucap Lurah Graha Indah, Muhammad Arif Rachman kepada awak media, Selasa (12/5/2026).

    Arif mengatakan, koperasi tersebut sudah aktif berjalan dan bahkan telah membagikan SHU kepada para anggota. Menurutnya, perkembangan itu didukung oleh keberadaan koperasi sebelumnya yang sudah lebih dulu terbentuk di wilayah tersebut.

    “Koperasi Merah Putih kami sudah berjalan. Bahkan kemarin sudah pembagian SHU karena memang sebelumnya sudah ada koperasi, jadi tinggal melanjutkan saja,” akunya.

    Koperasi ini memanfaatkan kantor kelurahan sebagai pusat operasional sekaligus gudang penyimpanan barang. Dari lokasi tersebut, distribusi kebutuhan pokok seperti beras, gula, dan sembako lainnya dilakukan kepada anggota dengan harga yang lebih terjangkau dibanding harga pasar.

    Harga produk yang kompetitif menjadi salah satu alasan meningkatnya minat masyarakat untuk bergabung.

    “Beberapa kebutuhan pokok bahkan dijual dengan mengacu pada harga distribusi pemerintah sehingga lebih ringan bagi warga,” lanjutnya.

    Tak hanya itu, koperasi juga menghadirkan layanan paket sembako yang dapat dipesan langsung oleh masyarakat. Melalui sistem ini, warga cukup memesan paket kebutuhan harian tanpa harus membeli secara terpisah.

    “Warga cukup pesan paket sembako, isinya beras, gula, dan lainnya. Selain lebih praktis, mereka juga tetap mendapatkan SHU,” jelas Arif.

    Bagi pelaku UMKM, keberadaan koperasi dinilai membantu menjaga stabilitas modal usaha dan pengeluaran harian. Dukungan program pemerintah, termasuk akses pembiayaan dari perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), turut membuka peluang pengembangan usaha bagi anggota koperasi.

    Melihat pertumbuhan anggota dan manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat, Koperasi Merah Putih Graha Indah kini mulai dipandang sebagai contoh penguatan ekonomi berbasis komunitas di tingkat kelurahan.

    “Selain membantu kebutuhan warga, koperasi juga dinilai mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat secara bertahap,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Lurah Graha Indah Balikpapan Sebut Koperasi Merah Putih jadi Penopang Ekonomi Warga

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    12 Mei 2026 pukul 15:23 WITA

    Lurah Graha Indah, Muhammad Arif Rachman saat ditemui di aula. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Di tengah tekanan kebutuhan pokok yang terus meningkat, kehadiran Koperasi Merah Putih di Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara, mulai menjadi solusi nyata bagi masyarakat.

    Tidak hanya menyediakan sembako dengan harga lebih murah, koperasi ini juga membantu warga memperoleh keuntungan tambahan melalui pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU).

    Perkembangan koperasi tersebut terbilang pesat. Jika sebelumnya hanya memiliki sekitar 17 anggota, kini jumlahnya meningkat tajam menjadi lebih dari 120 orang.

    “Mayoritas anggota merupakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memanfaatkan koperasi untuk mendukung kebutuhan usaha maupun rumah tangga,” ucap Lurah Graha Indah, Muhammad Arif Rachman kepada awak media, Selasa (12/5/2026).

    Arif mengatakan, koperasi tersebut sudah aktif berjalan dan bahkan telah membagikan SHU kepada para anggota. Menurutnya, perkembangan itu didukung oleh keberadaan koperasi sebelumnya yang sudah lebih dulu terbentuk di wilayah tersebut.

    “Koperasi Merah Putih kami sudah berjalan. Bahkan kemarin sudah pembagian SHU karena memang sebelumnya sudah ada koperasi, jadi tinggal melanjutkan saja,” akunya.

    Koperasi ini memanfaatkan kantor kelurahan sebagai pusat operasional sekaligus gudang penyimpanan barang. Dari lokasi tersebut, distribusi kebutuhan pokok seperti beras, gula, dan sembako lainnya dilakukan kepada anggota dengan harga yang lebih terjangkau dibanding harga pasar.

    Harga produk yang kompetitif menjadi salah satu alasan meningkatnya minat masyarakat untuk bergabung.

    “Beberapa kebutuhan pokok bahkan dijual dengan mengacu pada harga distribusi pemerintah sehingga lebih ringan bagi warga,” lanjutnya.

    Tak hanya itu, koperasi juga menghadirkan layanan paket sembako yang dapat dipesan langsung oleh masyarakat. Melalui sistem ini, warga cukup memesan paket kebutuhan harian tanpa harus membeli secara terpisah.

    “Warga cukup pesan paket sembako, isinya beras, gula, dan lainnya. Selain lebih praktis, mereka juga tetap mendapatkan SHU,” jelas Arif.

    Bagi pelaku UMKM, keberadaan koperasi dinilai membantu menjaga stabilitas modal usaha dan pengeluaran harian. Dukungan program pemerintah, termasuk akses pembiayaan dari perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), turut membuka peluang pengembangan usaha bagi anggota koperasi.

    Melihat pertumbuhan anggota dan manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat, Koperasi Merah Putih Graha Indah kini mulai dipandang sebagai contoh penguatan ekonomi berbasis komunitas di tingkat kelurahan.

    “Selain membantu kebutuhan warga, koperasi juga dinilai mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat secara bertahap,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)