Seputar Kaltim

    Luncurkan Program Kejar, Pemkab Kutim Bentuk Generasi Cerdas Finansial Sejak Sekolah

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Suasana peluncuran Program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar) di Sangatta, Kutai Timur. (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) baru-baru ini meluncurkan program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar). Program ini bertujuan agar para pelajar sejak dini terbiasa menabung dan belajar mengelola keuangan dengan baik.

    Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menyampaikan menabung adalah kebiasaan baik yang perlu diajarkan sejak kecil. Menurutnya, menabung di bank lebih berdampak luas dibandingkan menabung di rumah.

    "Kalau menabung di rumah bagus juga, tapi dampaknya kurang. Kalau menabung di bank, anak-anak bisa belajar sistem keuangan, cara mengelola uang, dan mengenal transaksi non-tunai," ujar Mahyunadi beberapa waktu lalu.

    Ia menambahkan, dengan memiliki rekening sendiri, para pelajar bukan hanya diajak menabung, tapi juga belajar mengatur keuangan secara bijak. Mereka juga mulai mengenal sistem perbankan dan terbiasa menggunakan layanan keuangan digital, yang saat ini umum di masyarakat.

    Mahyunadi menambahkan, untuk orang tua yang mampu, terutama yang bekerja sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara), disarankan agar anaknya punya lebih dari satu rekening di bank.

    "Kalau bisa bukan cuma satu rekening satu pelajar. Kalau mampu, dua atau tiga rekening juga boleh, terutama untuk anak ASN," tambahnya.

    Program Kejar ini mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Timur, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, OJK, dan perbankan. Semua pihak akan bekerja sama agar program ini berjalan lancar dan bisa menjangkau semua sekolah hingga ke tingkat kecamatan.

    "Program ini tidak bisa jalan sendiri. Harus ada kerja sama antara pemerintah, sekolah, dan bank. Kalau semua bekerja sama, pelajar di seluruh daerah bisa ikut program ini," kata Mahyunadi.

    Pemkab juga berencana memasukkan pendidikan keuangan dan kebiasaan menabung ke dalam kurikulum sekolah. Dengan begitu, program Kejar bisa terus berjalan dan menjadi bagian dari pembentukan karakter pelajar.

    "Kita ingin program ini bukan cuma saat peluncuran saja, tapi terus berlanjut dan jadi kebiasaan di sekolah," jelasnya.

    Program Kejar juga menjadi langkah untuk memperluas akses layanan keuangan di masyarakat. Jika semua pelajar punya rekening bank dan terbiasa menabung, maka akan terbentuk generasi yang mandiri secara ekonomi.

    "Ini bagian dari membangun masa depan keuangan anak-anak kita. Mereka akan tumbuh jadi generasi yang cerdas mengatur uang dan bisa ikut mendorong ekonomi daerah," pungkasnya.

    Ia mengajak semua pihak untuk ikut mendukung dan menyukseskan program ini, agar semakin banyak pelajar yang mendapatkan manfaatnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Luncurkan Program Kejar, Pemkab Kutim Bentuk Generasi Cerdas Finansial Sejak Sekolah

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Suasana peluncuran Program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar) di Sangatta, Kutai Timur. (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) baru-baru ini meluncurkan program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar). Program ini bertujuan agar para pelajar sejak dini terbiasa menabung dan belajar mengelola keuangan dengan baik.

    Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menyampaikan menabung adalah kebiasaan baik yang perlu diajarkan sejak kecil. Menurutnya, menabung di bank lebih berdampak luas dibandingkan menabung di rumah.

    "Kalau menabung di rumah bagus juga, tapi dampaknya kurang. Kalau menabung di bank, anak-anak bisa belajar sistem keuangan, cara mengelola uang, dan mengenal transaksi non-tunai," ujar Mahyunadi beberapa waktu lalu.

    Ia menambahkan, dengan memiliki rekening sendiri, para pelajar bukan hanya diajak menabung, tapi juga belajar mengatur keuangan secara bijak. Mereka juga mulai mengenal sistem perbankan dan terbiasa menggunakan layanan keuangan digital, yang saat ini umum di masyarakat.

    Mahyunadi menambahkan, untuk orang tua yang mampu, terutama yang bekerja sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara), disarankan agar anaknya punya lebih dari satu rekening di bank.

    "Kalau bisa bukan cuma satu rekening satu pelajar. Kalau mampu, dua atau tiga rekening juga boleh, terutama untuk anak ASN," tambahnya.

    Program Kejar ini mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Timur, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, OJK, dan perbankan. Semua pihak akan bekerja sama agar program ini berjalan lancar dan bisa menjangkau semua sekolah hingga ke tingkat kecamatan.

    "Program ini tidak bisa jalan sendiri. Harus ada kerja sama antara pemerintah, sekolah, dan bank. Kalau semua bekerja sama, pelajar di seluruh daerah bisa ikut program ini," kata Mahyunadi.

    Pemkab juga berencana memasukkan pendidikan keuangan dan kebiasaan menabung ke dalam kurikulum sekolah. Dengan begitu, program Kejar bisa terus berjalan dan menjadi bagian dari pembentukan karakter pelajar.

    "Kita ingin program ini bukan cuma saat peluncuran saja, tapi terus berlanjut dan jadi kebiasaan di sekolah," jelasnya.

    Program Kejar juga menjadi langkah untuk memperluas akses layanan keuangan di masyarakat. Jika semua pelajar punya rekening bank dan terbiasa menabung, maka akan terbentuk generasi yang mandiri secara ekonomi.

    "Ini bagian dari membangun masa depan keuangan anak-anak kita. Mereka akan tumbuh jadi generasi yang cerdas mengatur uang dan bisa ikut mendorong ekonomi daerah," pungkasnya.

    Ia mengajak semua pihak untuk ikut mendukung dan menyukseskan program ini, agar semakin banyak pelajar yang mendapatkan manfaatnya.

    (Sf/Rs)