Seputar Kaltim

    Luncurkan Gerakan Intervensi Pencegahan Stunting, Dinkes Kukar Lakukan Jemput Bola

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    26 Juni 2024 pukul 17:23 WITA

    Gerakan Intervensi Pencegahan Stunting di Kukar. (Foto: Serianti)

    Tenggarong - Dinas Kesehatan Kutai Kartanegara (Dinkes) Kukar meluncurkan Gerakan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting yang berlangsung sepanjang Juni 2024. Ini dilakukan melalui pendekatan jemput bola atau mendatangi rumah-rumah masyarakat.

    Kegiatan ini akan dijalankan 32 puskesmas dan 805 posyandu di 20 kecamatan, seperti pengukuran Lingkar Lengan Atas (Lila) bagi ibu hamil dan calon pengantin (catin), pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) pada catin, serta pengukuran panjang dan tinggi badan hingga penimbangan berat badan pada balita.

    “Sepanjang Juni 2024 ini, kita akan sasar 20 kecamatan,. Sementara prosesnya masih berjalan,” kata Ketua Tim Kerja Peningkatan Gizi Keluarga dan Masyarakat Dinkes Kukar, Serianti Rabu (26/6/2024).

    Serianti menyebut gerakan ini melibatkan berbagai stakeholder seperti Tim Pendamping Keluarga (TPK), Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), serta desa dan kelurahan.  "Kami bekerjasama dengan mereka untuk mengajak ibu hamil dan balita datang ke posyandu," sebutnya.

    Kata dia, jika ditemukan balita yang berpotensi mengarah ke stunting, maka posyandu akan segera merujuk kasus tersebut ke puskesmas untuk tangani lebih lanjut. Apabila teridentifikasi masalah gizi kurang, gizi buruk atau stunting, kasus tersebut akan dirujuk ke rumah sakit daerah dan akan di tangani oleh spesialis anak.

    “Ini kita lakukan untuk mengantisipasi kasus itu, kalau diantara mereka ada yang teridentifikasi segera ditangani,” ungkapnya. Dalam gerakan ini, Dinkes Kukar juga akan melakukan pendekatan jemput bola dengan mendatangi ibu hamil dan balita yang tidak menjadi target sasaran dari rumah ke rumah.

    Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah kabupaten untuk menurunkan angka stunting di Kukar, melanjutkan tren positif tahun sebelumnya yang berhasil menurunkan angka stunting menjadi 17,6 persen.  "Untuk 2024, target yang ditetapkan untuk menekan angka stunting menjadi 14 persen," pungkasnya.

    Gerakan ini merupakan komitmen Pemkab Kukar dalam intervensi angka stunting, sejalan dengan apa yang dilakukan di tingkat Provinsi Kalimantan Timur.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Luncurkan Gerakan Intervensi Pencegahan Stunting, Dinkes Kukar Lakukan Jemput Bola

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    26 Juni 2024 pukul 17:23 WITA

    Gerakan Intervensi Pencegahan Stunting di Kukar. (Foto: Serianti)

    Tenggarong - Dinas Kesehatan Kutai Kartanegara (Dinkes) Kukar meluncurkan Gerakan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting yang berlangsung sepanjang Juni 2024. Ini dilakukan melalui pendekatan jemput bola atau mendatangi rumah-rumah masyarakat.

    Kegiatan ini akan dijalankan 32 puskesmas dan 805 posyandu di 20 kecamatan, seperti pengukuran Lingkar Lengan Atas (Lila) bagi ibu hamil dan calon pengantin (catin), pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) pada catin, serta pengukuran panjang dan tinggi badan hingga penimbangan berat badan pada balita.

    “Sepanjang Juni 2024 ini, kita akan sasar 20 kecamatan,. Sementara prosesnya masih berjalan,” kata Ketua Tim Kerja Peningkatan Gizi Keluarga dan Masyarakat Dinkes Kukar, Serianti Rabu (26/6/2024).

    Serianti menyebut gerakan ini melibatkan berbagai stakeholder seperti Tim Pendamping Keluarga (TPK), Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), serta desa dan kelurahan.  "Kami bekerjasama dengan mereka untuk mengajak ibu hamil dan balita datang ke posyandu," sebutnya.

    Kata dia, jika ditemukan balita yang berpotensi mengarah ke stunting, maka posyandu akan segera merujuk kasus tersebut ke puskesmas untuk tangani lebih lanjut. Apabila teridentifikasi masalah gizi kurang, gizi buruk atau stunting, kasus tersebut akan dirujuk ke rumah sakit daerah dan akan di tangani oleh spesialis anak.

    “Ini kita lakukan untuk mengantisipasi kasus itu, kalau diantara mereka ada yang teridentifikasi segera ditangani,” ungkapnya. Dalam gerakan ini, Dinkes Kukar juga akan melakukan pendekatan jemput bola dengan mendatangi ibu hamil dan balita yang tidak menjadi target sasaran dari rumah ke rumah.

    Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah kabupaten untuk menurunkan angka stunting di Kukar, melanjutkan tren positif tahun sebelumnya yang berhasil menurunkan angka stunting menjadi 17,6 persen.  "Untuk 2024, target yang ditetapkan untuk menekan angka stunting menjadi 14 persen," pungkasnya.

    Gerakan ini merupakan komitmen Pemkab Kukar dalam intervensi angka stunting, sejalan dengan apa yang dilakukan di tingkat Provinsi Kalimantan Timur.

    (Sf/By)