Seputar Kaltim

    Lulusan SLTA Jadi Penyumbang Terbesar Angka Pengangguran di PPU

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    31 Desember 2025 pukul 19:14 WITA

    Kepala Disnakertrans PPU, Marjani (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Penajam Paser Utara (PPU), Marjani mengungkapkan lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) menjadi penyumbang terbanyak angka pengangguran.

    Dari 2.336 pengangguran yang dihimpun Disnakertrans PPU per 13 Desember 2025, sekitar 70 persen merupakan lulusan SLTA.

    “Kalau dipresentasekan sekitar 70 persen lulusan SLTA yang menjadi pengangguran,” ujar Marjani, Rabu (31/12/2025).

    Tingginya angka pengangguran di PPU ini dikarenakan banyak lulusan SLTA yang baru saja menyelesaikan pendidikan, sehingga belum terserap secara merata di dunia kerja.

    Selain itu, kompetensi yang dimiliki para lulusan SLTA belum sesuai dengan kebutuhan perusahaan, sehingga kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan.

    “Adapula karena pekerjaannya tidak sesuai dengan kompetensi yang dia miliki dan gaji yang diberikan dianggap tidak layak, jadi pada akhirnya menjadi pengangguran,” terangnya.

    Disnakertrans PPU kini tengah menyiapkan berbagai program dan kegiatan yang bertujuan untuk menekan angka pengangguran di PPU, seperti melaksanakan pelatihan berbasis kompetensi hingga job fair.

    “Upaya kita untuk mengurangi angka pengangguran di PPU dengan melaksanakan pelatihan berbasis kompetensi agar masyarakat kita siap sebelum masuk dunia kerja, serta menggelar job fair,” tandasnya.

    Melalui berbagai program dan kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun itu diharapkan angka pengangguran di PPU berkurang signifikan.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Lulusan SLTA Jadi Penyumbang Terbesar Angka Pengangguran di PPU

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    31 Desember 2025 pukul 19:14 WITA

    Kepala Disnakertrans PPU, Marjani (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Penajam Paser Utara (PPU), Marjani mengungkapkan lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) menjadi penyumbang terbanyak angka pengangguran.

    Dari 2.336 pengangguran yang dihimpun Disnakertrans PPU per 13 Desember 2025, sekitar 70 persen merupakan lulusan SLTA.

    “Kalau dipresentasekan sekitar 70 persen lulusan SLTA yang menjadi pengangguran,” ujar Marjani, Rabu (31/12/2025).

    Tingginya angka pengangguran di PPU ini dikarenakan banyak lulusan SLTA yang baru saja menyelesaikan pendidikan, sehingga belum terserap secara merata di dunia kerja.

    Selain itu, kompetensi yang dimiliki para lulusan SLTA belum sesuai dengan kebutuhan perusahaan, sehingga kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan.

    “Adapula karena pekerjaannya tidak sesuai dengan kompetensi yang dia miliki dan gaji yang diberikan dianggap tidak layak, jadi pada akhirnya menjadi pengangguran,” terangnya.

    Disnakertrans PPU kini tengah menyiapkan berbagai program dan kegiatan yang bertujuan untuk menekan angka pengangguran di PPU, seperti melaksanakan pelatihan berbasis kompetensi hingga job fair.

    “Upaya kita untuk mengurangi angka pengangguran di PPU dengan melaksanakan pelatihan berbasis kompetensi agar masyarakat kita siap sebelum masuk dunia kerja, serta menggelar job fair,” tandasnya.

    Melalui berbagai program dan kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun itu diharapkan angka pengangguran di PPU berkurang signifikan.

    (Sf/Lo)