Seputar Kaltim

    Ludes Terjual, 900 Ekor Sapi Program PDKT Kaltim Penuhi Kebutuhan Kurban Tahun Ini

    Penulis:Maulana|Redaktur:Lodya A
    03 Juni 2026 pukul 13:06 WITA

    Plt Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim Fadli Sufiani. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Program Pengembangan Desa Korporasi Ternak (PDKT) yang digagas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) terbukti membuahkan hasil manis. 

    Pada perayaan Iduladha yang baru saja berlalu, ratusan ekor sapi hasil penggemukan dari kelompok peternak lokal dilaporkan ludes terjual.

    Plt Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim, Fadli Sufiani, mengungkapkan kontribusi program PDKT terhadap pasokan hewan kurban di Kaltim sangat signifikan. 

    Dari total 15 kelompok PDKT sapi yang tersebar di berbagai kabupaten/kota, tercatat sekitar 900 ekor sapi berhasil terserap pasar.

    "Untuk program penggemukan ini, satu kelompok PDKT mengelola 60 ekor sapi. Kalau dikalkulasikan dengan 15 kelompok yang ada, berarti ada sekitar 900 ekor sapi se-Kaltim dari PDKT kita yang terjual untuk Iduladha ini," jelas Fadli Rabu (3/6/2026).

    Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan dari empat kelompok koperasi yang telah terbentuk, di antaranya dari wilayah Samboja, Kuaro dan Kaubun. 

    Selain bersilaturahmi pasca-lebaran, para peternak juga melaporkan omzet penjualan dan perkembangan aset mereka.

    Melihat tingginya permintaan pasar dan keberhasilan serapan penjualan, DPKH Kaltim kini mendorong kemandirian para peternak. 

    Fadli menegaskan, pemerintah ke depannya tidak akan lagi menambah kuota bantuan sapi untuk kelompok yang sudah ada.

    "Pemerintah mungkin tidak ada penambahan lagi. Sekarang ini adalah komitmen dari penerima PDKT untuk mengembangkannya. Dari sisa hasil penjualan kurban ini, teman-teman peternak akan langsung turun ke lapangan untuk membeli sapi kembali dan digemukkan lagi," tegasnya.

    Langkah ini, diharapkan menjadi core business yang berkelanjutan bagi para peternak, perputaran modal dari hasil penjualan kurban dapat terus digunakan untuk meningkatkan populasi ternak lokal di Kaltim.

    Sebagai informasi, kini telah terbentuk 21 kelompok PDKT di Kaltim yang terdiri dari 15 kelompok peternak sapi dan enam kelompok peternak kambing. Keberadaan mereka telah mencakup sembilan kabupaten/kota, dengan pengecualian Kabupaten Mahakam Ulu yang masih terkendala akses transportasi.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Ludes Terjual, 900 Ekor Sapi Program PDKT Kaltim Penuhi Kebutuhan Kurban Tahun Ini

    Penulis:Maulana|Redaktur:Lodya A
    03 Juni 2026 pukul 13:06 WITA

    Plt Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim Fadli Sufiani. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Program Pengembangan Desa Korporasi Ternak (PDKT) yang digagas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) terbukti membuahkan hasil manis. 

    Pada perayaan Iduladha yang baru saja berlalu, ratusan ekor sapi hasil penggemukan dari kelompok peternak lokal dilaporkan ludes terjual.

    Plt Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim, Fadli Sufiani, mengungkapkan kontribusi program PDKT terhadap pasokan hewan kurban di Kaltim sangat signifikan. 

    Dari total 15 kelompok PDKT sapi yang tersebar di berbagai kabupaten/kota, tercatat sekitar 900 ekor sapi berhasil terserap pasar.

    "Untuk program penggemukan ini, satu kelompok PDKT mengelola 60 ekor sapi. Kalau dikalkulasikan dengan 15 kelompok yang ada, berarti ada sekitar 900 ekor sapi se-Kaltim dari PDKT kita yang terjual untuk Iduladha ini," jelas Fadli Rabu (3/6/2026).

    Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan dari empat kelompok koperasi yang telah terbentuk, di antaranya dari wilayah Samboja, Kuaro dan Kaubun. 

    Selain bersilaturahmi pasca-lebaran, para peternak juga melaporkan omzet penjualan dan perkembangan aset mereka.

    Melihat tingginya permintaan pasar dan keberhasilan serapan penjualan, DPKH Kaltim kini mendorong kemandirian para peternak. 

    Fadli menegaskan, pemerintah ke depannya tidak akan lagi menambah kuota bantuan sapi untuk kelompok yang sudah ada.

    "Pemerintah mungkin tidak ada penambahan lagi. Sekarang ini adalah komitmen dari penerima PDKT untuk mengembangkannya. Dari sisa hasil penjualan kurban ini, teman-teman peternak akan langsung turun ke lapangan untuk membeli sapi kembali dan digemukkan lagi," tegasnya.

    Langkah ini, diharapkan menjadi core business yang berkelanjutan bagi para peternak, perputaran modal dari hasil penjualan kurban dapat terus digunakan untuk meningkatkan populasi ternak lokal di Kaltim.

    Sebagai informasi, kini telah terbentuk 21 kelompok PDKT di Kaltim yang terdiri dari 15 kelompok peternak sapi dan enam kelompok peternak kambing. Keberadaan mereka telah mencakup sembilan kabupaten/kota, dengan pengecualian Kabupaten Mahakam Ulu yang masih terkendala akses transportasi.

    (Sf/Lo)