Cari disini...
Seputarfakta.com - Nuraini -
Seputar Kaltim
Kadispopar Bontang, Eko Mashudi saat pelaksanaan apel pagi di aditorium kantor Dispopar. (Foto: Dispopar Bontang)
Bontang - Euforia libur Idulfitri 2026 membawa berkah bagi sektor pariwisata di Bontang. Namun di balik ramainya kunjungan, muncul pekerjaan rumah yang kembali mencuat persoalan sampah di kawasan wisata.
Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Bontang menyoroti kondisi ini usai melakukan evaluasi pada hari pertama masuk kerja, Rabu (25/3/2026). Kepala Dispopar, Eko Mashudi, menyebut lonjakan pengunjung selama libur Lebaran cukup signifikan, terutama di destinasi favorit seperti Pulau Beras Basah.
Menurutnya, tingginya antusiasme wisatawan belum sepenuhnya diimbangi dengan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan. Sampah yang ditinggalkan pengunjung masih menjadi persoalan berulang yang harus segera ditangani secara serius.
“Lonjakan pengunjung ini tentu positif, tapi harus diiringi tanggung jawab bersama. Kebersihan bukan hanya tugas pengelola,” ujar Eko.
Sebagai respons, Dispopar mulai memperkuat langkah edukatif di lapangan. Salah satunya melalui pemasangan papan imbauan di sejumlah titik strategis, dengan pesan sederhana agar wisatawan membawa kembali sampah mereka ke darat.
Selain itu, selama masa libur, tim Dispopar juga turun langsung melakukan pemantauan ke beberapa lokasi wisata guna memastikan kondisi tetap terkendali. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kenyamanan pengunjung sekaligus kelestarian destinasi.
Evaluasi pascalibur ini menjadi pengingat bahwa peningkatan kunjungan harus diiringi pengelolaan yang lebih baik. Dispopar berharap kesadaran wisatawan terus tumbuh, sehingga destinasi wisata di Bontang tidak hanya ramai, tetapi juga bersih dan berkelanjutan.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Nuraini -
Seputar Kaltim

Kadispopar Bontang, Eko Mashudi saat pelaksanaan apel pagi di aditorium kantor Dispopar. (Foto: Dispopar Bontang)
Bontang - Euforia libur Idulfitri 2026 membawa berkah bagi sektor pariwisata di Bontang. Namun di balik ramainya kunjungan, muncul pekerjaan rumah yang kembali mencuat persoalan sampah di kawasan wisata.
Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Bontang menyoroti kondisi ini usai melakukan evaluasi pada hari pertama masuk kerja, Rabu (25/3/2026). Kepala Dispopar, Eko Mashudi, menyebut lonjakan pengunjung selama libur Lebaran cukup signifikan, terutama di destinasi favorit seperti Pulau Beras Basah.
Menurutnya, tingginya antusiasme wisatawan belum sepenuhnya diimbangi dengan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan. Sampah yang ditinggalkan pengunjung masih menjadi persoalan berulang yang harus segera ditangani secara serius.
“Lonjakan pengunjung ini tentu positif, tapi harus diiringi tanggung jawab bersama. Kebersihan bukan hanya tugas pengelola,” ujar Eko.
Sebagai respons, Dispopar mulai memperkuat langkah edukatif di lapangan. Salah satunya melalui pemasangan papan imbauan di sejumlah titik strategis, dengan pesan sederhana agar wisatawan membawa kembali sampah mereka ke darat.
Selain itu, selama masa libur, tim Dispopar juga turun langsung melakukan pemantauan ke beberapa lokasi wisata guna memastikan kondisi tetap terkendali. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kenyamanan pengunjung sekaligus kelestarian destinasi.
Evaluasi pascalibur ini menjadi pengingat bahwa peningkatan kunjungan harus diiringi pengelolaan yang lebih baik. Dispopar berharap kesadaran wisatawan terus tumbuh, sehingga destinasi wisata di Bontang tidak hanya ramai, tetapi juga bersih dan berkelanjutan.
(Sf/Rs)