Seputar Kaltim

    Lonjakan ISPA tembus 900 Kasus, Dinkes Paser Siagakan Puskesmas 

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    23 Agustus 2026 pukul 13:55 WITA

    Ilustrasi penyakit ISPA. (Foto: Magnific)

    Tana Paser - Lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Paser menembus angka 900 kasus hingga Juli 2026. Situasi tersebut diperparah dengan ancaman kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Paser.

    Ancaman kabut asap yang menyelimuti sejumlah titik wilayah Paser berpotensi besar memperburuk kondisi kesehatan masyarakat. Asap di udara akibat karhutla dinilai dapat memicu lonjakan kasus baru secara jika tidak segera diantisipasi.

    Menanggapi situasi tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Paser langsung menginstruksikan seluruh pusat kesehatan masyarakat untuk berada dalam posisi siaga. Langkah ini diambil guna memastikan respons medis dapat berjalan cepat dan tepat di tingkat tapak.

    Kepala Dinkes Paser, Amri Yulihardi, menegaskan seluruh puskesmas telah diarahkan untuk menyiagakan petugas medis. Penyiagaan personel itu bertujuan agar pemantauan kesehatan warga dan pelayanan darurat dapat beroperasi secara konsisten.

    "Hingga Juli 2026 tercatat sekitar 900 kasus ISPA di Kabupaten Paser," kata Amri Yulihardi, Minggu (23/8/2026).

    Meskipun belum ada surat edaran resmi yang diterbitkan, penyiagaan fasilitas kesehatan dianggap sebagai langkah krusial. Dinkes Paser memilih mengambil tindakan proaktif untuk menguatkan koordinasi lintas sektor demi menjamin pelayanan masyarakat tidak terhambat.

    Karhutla pada Juli hingga Agustus 2026 memang kerap terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Paser. Hal tersebut dekarenakan perubahan cuaca ekstrem akibat efek el nino.

    Bahkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Paser telah menetapkan status tanggap darurat karhutla. 

    "Kami berupaya memastikan aspek pelayanan kesehatan agar selalu siap. Dalam hal ini koordinasi lintas sektor juga sangat dibutuhkan agar pelayanan masyarakat berjalan optimal," tutupnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Lonjakan ISPA tembus 900 Kasus, Dinkes Paser Siagakan Puskesmas 

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    23 Agustus 2026 pukul 13:55 WITA

    Ilustrasi penyakit ISPA. (Foto: Magnific)

    Tana Paser - Lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Paser menembus angka 900 kasus hingga Juli 2026. Situasi tersebut diperparah dengan ancaman kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Paser.

    Ancaman kabut asap yang menyelimuti sejumlah titik wilayah Paser berpotensi besar memperburuk kondisi kesehatan masyarakat. Asap di udara akibat karhutla dinilai dapat memicu lonjakan kasus baru secara jika tidak segera diantisipasi.

    Menanggapi situasi tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Paser langsung menginstruksikan seluruh pusat kesehatan masyarakat untuk berada dalam posisi siaga. Langkah ini diambil guna memastikan respons medis dapat berjalan cepat dan tepat di tingkat tapak.

    Kepala Dinkes Paser, Amri Yulihardi, menegaskan seluruh puskesmas telah diarahkan untuk menyiagakan petugas medis. Penyiagaan personel itu bertujuan agar pemantauan kesehatan warga dan pelayanan darurat dapat beroperasi secara konsisten.

    "Hingga Juli 2026 tercatat sekitar 900 kasus ISPA di Kabupaten Paser," kata Amri Yulihardi, Minggu (23/8/2026).

    Meskipun belum ada surat edaran resmi yang diterbitkan, penyiagaan fasilitas kesehatan dianggap sebagai langkah krusial. Dinkes Paser memilih mengambil tindakan proaktif untuk menguatkan koordinasi lintas sektor demi menjamin pelayanan masyarakat tidak terhambat.

    Karhutla pada Juli hingga Agustus 2026 memang kerap terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Paser. Hal tersebut dekarenakan perubahan cuaca ekstrem akibat efek el nino.

    Bahkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Paser telah menetapkan status tanggap darurat karhutla. 

    "Kami berupaya memastikan aspek pelayanan kesehatan agar selalu siap. Dalam hal ini koordinasi lintas sektor juga sangat dibutuhkan agar pelayanan masyarakat berjalan optimal," tutupnya.

    (Sf/Lo)