Cari disini...
Seputar Kaltim
Dirlantas Polda Kaltim, Kombes Pol Ahmad Yanuari Insan saat menyampaikan jumlah lonjakan arus lalu lintas. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Kebijakan pengoperasian tol fungsional tanpa tarif menuju kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) selama lebaran 2026 tak hanya memperlancar arus mudik, tetapi juga memicu lonjakan kunjungan masyarakat yang ingin melihat langsung kawasan calon ibu kota baru tersebut.
Berdasarkan data Polda Kaltim, tercatat sekitar 53 ribu kendaraan melintas menuju IKN sepanjang periode Operasi Ketupat Mahakam hingga Maret 2026. Angka tersebut melonjak tajam dibanding masa awal pembukaan tol, yang sebelumnya hanya dilalui ratusan kendaraan per hari.
Dirlantas Polda Kaltim, Kombes Pol Ahmad Yanuari Insan menjelaskan kebijakan tol gratis menjadi faktor utama meningkatnya minat masyarakat.
“Selain untuk mudik, banyak juga masyarakat yang memanfaatkan momen libur lebaran untuk berkunjung ke IKN. Jadi bukan hanya arus transportasi, tapi juga wisata,” ucap Kombes Insan sapaan akrabnya, Minggu (29/3/2026).
Pada awal pembukaan, arus kendaraan masih relatif rendah, sekitar 800 unit per hari. Namun menjelang Hari Raya Idulfitri, jumlahnya meningkat menjadi 2.000-2.500 kendaraan per hari seiring meningkatnya mobilitas pemudik.
Menariknya, lonjakan tertinggi justru terjadi setelah lebaran. Pada H+1 dan H+2, volume kendaraan melonjak hingga 5.000–7.000 unit per hari.
“Hal ini menunjukkan pergeseran fungsi jalan tol, dari sekadar jalur mudik menjadi destinasi alternatif bagi masyarakat,” akunya.
Selain menuju IKN, peningkatan lalu lintas juga terjadi di ruas Tol Balikpapan–Samarinda yang mencatat lebih dari 187 ribu kendaraan selama periode lebaran, naik sekitar 23 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski terjadi lonjakan signifikan, pihak kepolisian memastikan kondisi lalu lintas tetap aman dan lancar. Tidak ada insiden besar yang tercatat selama masa operasional tol fungsional tersebut.
“Namun demikian, tidak seluruh ruas tol digratiskan. Jalur dari gerbang Manggar, tetap berbayar karena berada di bawah pengelolaan Jasa Marga, sementara ruas gratis berlaku dari Seksi 3A hingga simpang Itci,” imbuhnya.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat, kebijakan tol fungsional gratis ini dinilai tidak hanya berdampak pada kelancaran mudik, tetapi juga membuka peluang baru bagi pengembangan kawasan IKN sebagai destinasi kunjungan publik di masa transisi.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Dirlantas Polda Kaltim, Kombes Pol Ahmad Yanuari Insan saat menyampaikan jumlah lonjakan arus lalu lintas. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Kebijakan pengoperasian tol fungsional tanpa tarif menuju kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) selama lebaran 2026 tak hanya memperlancar arus mudik, tetapi juga memicu lonjakan kunjungan masyarakat yang ingin melihat langsung kawasan calon ibu kota baru tersebut.
Berdasarkan data Polda Kaltim, tercatat sekitar 53 ribu kendaraan melintas menuju IKN sepanjang periode Operasi Ketupat Mahakam hingga Maret 2026. Angka tersebut melonjak tajam dibanding masa awal pembukaan tol, yang sebelumnya hanya dilalui ratusan kendaraan per hari.
Dirlantas Polda Kaltim, Kombes Pol Ahmad Yanuari Insan menjelaskan kebijakan tol gratis menjadi faktor utama meningkatnya minat masyarakat.
“Selain untuk mudik, banyak juga masyarakat yang memanfaatkan momen libur lebaran untuk berkunjung ke IKN. Jadi bukan hanya arus transportasi, tapi juga wisata,” ucap Kombes Insan sapaan akrabnya, Minggu (29/3/2026).
Pada awal pembukaan, arus kendaraan masih relatif rendah, sekitar 800 unit per hari. Namun menjelang Hari Raya Idulfitri, jumlahnya meningkat menjadi 2.000-2.500 kendaraan per hari seiring meningkatnya mobilitas pemudik.
Menariknya, lonjakan tertinggi justru terjadi setelah lebaran. Pada H+1 dan H+2, volume kendaraan melonjak hingga 5.000–7.000 unit per hari.
“Hal ini menunjukkan pergeseran fungsi jalan tol, dari sekadar jalur mudik menjadi destinasi alternatif bagi masyarakat,” akunya.
Selain menuju IKN, peningkatan lalu lintas juga terjadi di ruas Tol Balikpapan–Samarinda yang mencatat lebih dari 187 ribu kendaraan selama periode lebaran, naik sekitar 23 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski terjadi lonjakan signifikan, pihak kepolisian memastikan kondisi lalu lintas tetap aman dan lancar. Tidak ada insiden besar yang tercatat selama masa operasional tol fungsional tersebut.
“Namun demikian, tidak seluruh ruas tol digratiskan. Jalur dari gerbang Manggar, tetap berbayar karena berada di bawah pengelolaan Jasa Marga, sementara ruas gratis berlaku dari Seksi 3A hingga simpang Itci,” imbuhnya.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat, kebijakan tol fungsional gratis ini dinilai tidak hanya berdampak pada kelancaran mudik, tetapi juga membuka peluang baru bagi pengembangan kawasan IKN sebagai destinasi kunjungan publik di masa transisi.
(Sf/Lo)