Seputar Kaltim

    Longsor Tutup Badan Jalan di Loa Kulu, Warga di 15 Desa Diimbau Tetap Waspada

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    29 Januari 2025 pukul 15:58 WITA

    Longsor di Jalan Mayor Jenderal S Parman, Kecamatan Loa Kulu, Kukar. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

     

     

    Tenggarong - Tanah longsor kembali terjadi di Jalan Mayor Jenderal S Parman RT 4, Desa Sepakat, Kecamatan Loa Kulu, Rabu (29/1/2025).

    Insiden ini merupakan losngsor susulan yang terjadi beberapa waktu lalu, menyebabkan akses jalan menjadi terhambat, pasalnya, longsor menimbun setengah jalan yang menjadi akses satu-satunya masyarakat Loa Kulu. 

    "Longsor ini dari tiga hari yang lalu, ini longsor susulan, untuk pengerjaannya sendiri kami lakukan secara bertahap," kata Camat Loa Kulu, Ardiansyah. 

    Ia menyebut alat berat telah diturunkan untuk mempercepat proses pembersihan.

    Sebelumnya, penanganan hanya menggunakan tenaga manusia, namun karena curah hujan yang tinggi dan kondisi yang semakin rawan, dua ekskavator langsung diturunkan untuk menangani longsoran ini.

    "Kami bekerjasama dengan pemerintah kabupaten, kecamatan, desa dan masyarakat juga turun membantu," ujarnya. 

    Langkah darurat ini diambil agar longsor tidak semakin parah dan membahayakan pengguna jalan lainnya. 

    "Pembersihan secara manual tidak memungkinkan, makanya alat berat diturunkan untuk percepatan penanganan. Tim teknis juga akan memastikan bagaimana cara menata tanah di daerah rawan ini supaya tidak longsor lagi ke depannya," ungkapnya. 

    Selain longsor, pihaknya juga telah menangani banjir yang terjadi di daerah Sungai Payang dan Jembayan Dalam.

    Di Jembayan Dalam, ada sekitar empat RT, sedangkan di Sungai Payang ada sekitar dua RT. Wilayah tersebut memang daerah rendah, sehingga air cepat masuk dan arusnya deras, namun saat ini air sudah mulai surut.

    "Persawahan juga kebanjiran. Bantuan sudah disalurkan oleh perusahaan PT. MHU untuk masyarakat yang terkena banjir. Saya juga langsung menghubungi perusahaan tersebut agar bisa membantu warga terdampak. Alhamdulillah, bantuannya sudah diturunkan," 

    Dirinya mengimbau kepada seluruh masyarakat, termasuk kepada kepala desa, ketua RT dan seluruh warga di 15 desa untuk selalu waspada terhadap longsor dan banjir, mengingat curah hujan akan terus berlangsung. 

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Longsor Tutup Badan Jalan di Loa Kulu, Warga di 15 Desa Diimbau Tetap Waspada

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    29 Januari 2025 pukul 15:58 WITA

    Longsor di Jalan Mayor Jenderal S Parman, Kecamatan Loa Kulu, Kukar. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

     

     

    Tenggarong - Tanah longsor kembali terjadi di Jalan Mayor Jenderal S Parman RT 4, Desa Sepakat, Kecamatan Loa Kulu, Rabu (29/1/2025).

    Insiden ini merupakan losngsor susulan yang terjadi beberapa waktu lalu, menyebabkan akses jalan menjadi terhambat, pasalnya, longsor menimbun setengah jalan yang menjadi akses satu-satunya masyarakat Loa Kulu. 

    "Longsor ini dari tiga hari yang lalu, ini longsor susulan, untuk pengerjaannya sendiri kami lakukan secara bertahap," kata Camat Loa Kulu, Ardiansyah. 

    Ia menyebut alat berat telah diturunkan untuk mempercepat proses pembersihan.

    Sebelumnya, penanganan hanya menggunakan tenaga manusia, namun karena curah hujan yang tinggi dan kondisi yang semakin rawan, dua ekskavator langsung diturunkan untuk menangani longsoran ini.

    "Kami bekerjasama dengan pemerintah kabupaten, kecamatan, desa dan masyarakat juga turun membantu," ujarnya. 

    Langkah darurat ini diambil agar longsor tidak semakin parah dan membahayakan pengguna jalan lainnya. 

    "Pembersihan secara manual tidak memungkinkan, makanya alat berat diturunkan untuk percepatan penanganan. Tim teknis juga akan memastikan bagaimana cara menata tanah di daerah rawan ini supaya tidak longsor lagi ke depannya," ungkapnya. 

    Selain longsor, pihaknya juga telah menangani banjir yang terjadi di daerah Sungai Payang dan Jembayan Dalam.

    Di Jembayan Dalam, ada sekitar empat RT, sedangkan di Sungai Payang ada sekitar dua RT. Wilayah tersebut memang daerah rendah, sehingga air cepat masuk dan arusnya deras, namun saat ini air sudah mulai surut.

    "Persawahan juga kebanjiran. Bantuan sudah disalurkan oleh perusahaan PT. MHU untuk masyarakat yang terkena banjir. Saya juga langsung menghubungi perusahaan tersebut agar bisa membantu warga terdampak. Alhamdulillah, bantuannya sudah diturunkan," 

    Dirinya mengimbau kepada seluruh masyarakat, termasuk kepada kepala desa, ketua RT dan seluruh warga di 15 desa untuk selalu waspada terhadap longsor dan banjir, mengingat curah hujan akan terus berlangsung. 

    (Sf/By)