Seputar Kaltim

    Lomba Miskat, Jepen dan Kuliner Khas Kutai 2024 Resmi Berakhir

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    21 Juli 2024 pukul 15:13 WITA

    Lomba Miskat, Tari Jepen dan Kuliner Khas Kutai antar OPD/BUMN/BUMD dan Instansti vertikal se-Kukar resmi ditutup di Halaman Stadion Rondong Demang Tenggarong. (dok: Prokom Kukar/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Lomba Miskat, Tari Jepen dan Kuliner Khas Kutai antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan instansi vertikal se-Kutai Kartanegara (Kukar) yang berlangsung selama 5 hari di Halaman Stadion Rondong Demang Tenggarong, resmi ditutup oleh Bupati Kukar Edi Damansyah, yang diwakili Asisten II Setkab Kukar Ahyani Fadianur Diani, Sabtu (20/7/2024) malam.

    Penutupan acara pada malam puncak ini ditandai dengan penyerahan piala bergilir kepada para pemenang.  Asisten II Setkab Kukar Ahyani Fadianur Diani mengatakan,  acara ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai upaya bersama dalam melestarikan dan memperkenalkan budaya lokal khususnya di Kukar kepada generasi muda dan nusantara.

    Untuk diketahui, miskat merupakan baju adat khas Kutai, sebagaimana tari Jepen, yang merupakan tarian khas suku yang mendiami sebagian besar wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) ini. 

    "Budaya adalah indentitas bangsa yang terus kita jaga dan lestarikan, oleh karena itu partisipasi semua pihak merupakan wujud nyata dari kecintaan terhadap warisan budaya kita," ungkap Ahyani. 

    Ahyani menyampaikan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meramaikan dan memeriahkan festival budaya yang telah dilaksanakan pada 8-13 Juli 2024 lalu. Kemudian, dilanjutkan dengan lomba miskat, jepen dan kuliner khas Kutai pada 16-20 Juli 2024, di Stadion Rondong Demang ini.

    Hal ini untuk menyukseskan program dedikasi Kukar Idaman, yakni Program Kutai Kartanegara Kaya Festival (K3F) dan Program Kukar Kreatif Idaman.

    Dengan dilaksanakannya kegiatan ini dapat mendorong para desainer dan pelaku usaha sanggar tari, juga menyediakan fasilitas dan kemampuan teknis para peserta lomba untuk menampilkan kreatifitas seni yang terbaik, serta membangun kolaborasi dan sinergitas yang tinggi.

    "Kita ingin memperkenalkan budaya Kutai kepada masyarakat luas agar mereka mengetahui budaya di Kukar itu seperti apa," ucap Ahyani.

    Ia mengaku bangga kepada para peserta karena telah mengambil peran penting dalam melestarikan budaya di Kukar. Oleh karena itu, ia mengapresiasi setiap usaha dan kreatifitas yang telah dilakukan oleh para peserta.

    "Para peserta ini sangat berkontribusi besar dalam melestarikan budaya lokal, juga kami tak lupa berterimakasih kepada para pendukung dan sponsor, dengan adanya kegiatan ini budaya di Kukar bisa dikenal masyarakat secara luas," pungkasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Lomba Miskat, Jepen dan Kuliner Khas Kutai 2024 Resmi Berakhir

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    21 Juli 2024 pukul 15:13 WITA

    Lomba Miskat, Tari Jepen dan Kuliner Khas Kutai antar OPD/BUMN/BUMD dan Instansti vertikal se-Kukar resmi ditutup di Halaman Stadion Rondong Demang Tenggarong. (dok: Prokom Kukar/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Lomba Miskat, Tari Jepen dan Kuliner Khas Kutai antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan instansi vertikal se-Kutai Kartanegara (Kukar) yang berlangsung selama 5 hari di Halaman Stadion Rondong Demang Tenggarong, resmi ditutup oleh Bupati Kukar Edi Damansyah, yang diwakili Asisten II Setkab Kukar Ahyani Fadianur Diani, Sabtu (20/7/2024) malam.

    Penutupan acara pada malam puncak ini ditandai dengan penyerahan piala bergilir kepada para pemenang.  Asisten II Setkab Kukar Ahyani Fadianur Diani mengatakan,  acara ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai upaya bersama dalam melestarikan dan memperkenalkan budaya lokal khususnya di Kukar kepada generasi muda dan nusantara.

    Untuk diketahui, miskat merupakan baju adat khas Kutai, sebagaimana tari Jepen, yang merupakan tarian khas suku yang mendiami sebagian besar wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) ini. 

    "Budaya adalah indentitas bangsa yang terus kita jaga dan lestarikan, oleh karena itu partisipasi semua pihak merupakan wujud nyata dari kecintaan terhadap warisan budaya kita," ungkap Ahyani. 

    Ahyani menyampaikan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meramaikan dan memeriahkan festival budaya yang telah dilaksanakan pada 8-13 Juli 2024 lalu. Kemudian, dilanjutkan dengan lomba miskat, jepen dan kuliner khas Kutai pada 16-20 Juli 2024, di Stadion Rondong Demang ini.

    Hal ini untuk menyukseskan program dedikasi Kukar Idaman, yakni Program Kutai Kartanegara Kaya Festival (K3F) dan Program Kukar Kreatif Idaman.

    Dengan dilaksanakannya kegiatan ini dapat mendorong para desainer dan pelaku usaha sanggar tari, juga menyediakan fasilitas dan kemampuan teknis para peserta lomba untuk menampilkan kreatifitas seni yang terbaik, serta membangun kolaborasi dan sinergitas yang tinggi.

    "Kita ingin memperkenalkan budaya Kutai kepada masyarakat luas agar mereka mengetahui budaya di Kukar itu seperti apa," ucap Ahyani.

    Ia mengaku bangga kepada para peserta karena telah mengambil peran penting dalam melestarikan budaya di Kukar. Oleh karena itu, ia mengapresiasi setiap usaha dan kreatifitas yang telah dilakukan oleh para peserta.

    "Para peserta ini sangat berkontribusi besar dalam melestarikan budaya lokal, juga kami tak lupa berterimakasih kepada para pendukung dan sponsor, dengan adanya kegiatan ini budaya di Kukar bisa dikenal masyarakat secara luas," pungkasnya.

    (Sf/By)