Cari disini...
Seputar Kaltim
Warga dan panitia RT 32 Sangatta Utara berfoto bersama di Lapangan Gang Srikandi, lokasi kegiatan lomba HUT ke-81 RI, (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Warga RT 32, Desa Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim), menyiapkan rangkaian kegiatan untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI). Lomba akan digelar selama tiga hari, 15-17 Agustus 2026, dengan peserta mulai dari anak usia 4 tahun hingga orang dewasa.
Ketua RT 32 Sangatta Utara, Supriyanto, mengatakan perlombaan dipusatkan di lapangan samping Gang Srikandi. Waktu pelaksanaan dibedakan berdasarkan kelompok peserta.
“Usia PAUD sampai remaja lombanya mulai pagi, lomba ibu-ibu dan mbak-mbak sore, sedangkan bapak-bapak dan mas-mas malam,” ujar Supriyanto.
Berdasarkan susunan kegiatan yang disiapkan panitia, anak usia 4-6 tahun akan mengikuti lomba makan kerupuk, balap kelereng, dan tiup gelas plastik.
Untuk murid SD kelas 1-3, lomba yang disiapkan meliputi makan kerupuk, balap kelereng, dan tiup gelas plastik. Sementara murid kelas 4 SD hingga SMP akan mengikuti balap karung, estafet balon menggunakan gelas, serta makan biskuit.
Lomba untuk ibu-ibu antara lain mancing pensil, cantol keranjang, voli terpal, dan estafet air. Sedangkan bapak-bapak akan mengikuti makan kerupuk, voli terpal, cantol keranjang, dan futsal contong.
Menurut Supriyanto, teknis perlombaan masih dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Panitia juga berupaya agar pertandingan dapat diselesaikan pada hari yang sama.
Hal itu mempertimbangkan aktivitas warga yang memiliki jadwal kerja berbeda.
“Intinya dalam satu permainan itu sudah ada juaranya. Karena rata-rata juga pekerja dan pedagang, shift-nya berbeda-beda,” katanya.
Selain perlombaan, warga RT 32 juga kembali menggelar jalan sehat pada Minggu, 23 Agustus 2026. Kegiatan diawali senam pagi, dilanjutkan jalan sehat dan pembagian kupon doorprize.
Kegiatan dilanjutkan dengan pengundian kupon dan pembagian doorprize, hadiah lomba Agustusan, serta penutupan.
Rute jalan sehat akan dimulai dari Lapangan Gang Srikandi. Peserta kemudian melewati Jalan Padat Karya, Jalan Mahabarata, simpang empat Gang Budi Luhur, hingga Jalan Awi Sarani sebelum kembali ke lapangan.
Supriyanto mengatakan jalan sehat kembali digelar karena mendapat respons positif dari warga. Kegiatan tersebut dinilai menjadi kesempatan bagi warga yang tidak mengikuti perlombaan untuk tetap terlibat dalam perayaan kemerdekaan.
“Yang biasanya enggak ikut lomba, kita mengikuti jalan sehat dan senam itu sudah senangnya luar biasa. Mereka meminta jalan sehat lagi,” jelasnya.
Ia menambahkan, untuk pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan, panitia sebelumnya menyusun rencana anggaran biaya sebesar Rp20 juta.
Dalam RAB tersebut, kebutuhan perlengkapan lomba dan jalan sehat dialokasikan Rp2,5 juta. Sementara hadiah lomba anak TK Rp500 ribu, lomba SD kelas 1-3 Rp500 ribu, SD kelas 4-SMP Rp900 ribu, ibu-ibu Rp1,7 juta, dan bapak-bapak Rp1,7 juta.
Anggaran terbesar dialokasikan untuk doorprize jalan sehat sebesar Rp10 juta. Sementara konsumsi jalan sehat dan minuman dianggarkan Rp2,2 juta.
Supriyanto mengatakan dalam perkembangannya, dana yang berhasil dihimpun secara sementara telah mencapai sekitar Rp25 juta. Jumlah tersebut masih berupa hitungan kasar dan belum direkap secara keseluruhan.
Dana diperoleh dari swadaya warga, sumbangan sukarela, bantuan pemerintah desa, anggota legislatif, pengusaha, kontraktor, dan sejumlah donatur.
“Sekarang secara kasar sudah mencapai sekitar Rp25 juta. Ini belum direkap,” tambahnya.
Ia mengatakan, setelah seluruh dana direkap, panitia akan menyesuaikan penggunaannya dengan kebutuhan kegiatan, termasuk kemungkinan menambah hadiah lomba atau doorprize.
Supriyanto memastikan peserta tidak dikenakan biaya pendaftaran, termasuk warga yang mengikuti jalan sehat.
“Untuk peserta tidak ada biaya. Jalan sehat juga tidak ada. Sumbangan ini seikhlasnya, tidak dipaksa harus sekian,” katanya.
Menurutnya, tingginya antusiasme warga turut mendorong panitia menyiapkan rangkaian kegiatan yang melibatkan berbagai kelompok usia. Selain memeriahkan HUT RI, rangkaian kegiatan tersebut diharapkan mempererat kerukunan dan kekompakan warga RT 32.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Warga dan panitia RT 32 Sangatta Utara berfoto bersama di Lapangan Gang Srikandi, lokasi kegiatan lomba HUT ke-81 RI, (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Warga RT 32, Desa Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim), menyiapkan rangkaian kegiatan untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI). Lomba akan digelar selama tiga hari, 15-17 Agustus 2026, dengan peserta mulai dari anak usia 4 tahun hingga orang dewasa.
Ketua RT 32 Sangatta Utara, Supriyanto, mengatakan perlombaan dipusatkan di lapangan samping Gang Srikandi. Waktu pelaksanaan dibedakan berdasarkan kelompok peserta.
“Usia PAUD sampai remaja lombanya mulai pagi, lomba ibu-ibu dan mbak-mbak sore, sedangkan bapak-bapak dan mas-mas malam,” ujar Supriyanto.
Berdasarkan susunan kegiatan yang disiapkan panitia, anak usia 4-6 tahun akan mengikuti lomba makan kerupuk, balap kelereng, dan tiup gelas plastik.
Untuk murid SD kelas 1-3, lomba yang disiapkan meliputi makan kerupuk, balap kelereng, dan tiup gelas plastik. Sementara murid kelas 4 SD hingga SMP akan mengikuti balap karung, estafet balon menggunakan gelas, serta makan biskuit.
Lomba untuk ibu-ibu antara lain mancing pensil, cantol keranjang, voli terpal, dan estafet air. Sedangkan bapak-bapak akan mengikuti makan kerupuk, voli terpal, cantol keranjang, dan futsal contong.
Menurut Supriyanto, teknis perlombaan masih dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Panitia juga berupaya agar pertandingan dapat diselesaikan pada hari yang sama.
Hal itu mempertimbangkan aktivitas warga yang memiliki jadwal kerja berbeda.
“Intinya dalam satu permainan itu sudah ada juaranya. Karena rata-rata juga pekerja dan pedagang, shift-nya berbeda-beda,” katanya.
Selain perlombaan, warga RT 32 juga kembali menggelar jalan sehat pada Minggu, 23 Agustus 2026. Kegiatan diawali senam pagi, dilanjutkan jalan sehat dan pembagian kupon doorprize.
Kegiatan dilanjutkan dengan pengundian kupon dan pembagian doorprize, hadiah lomba Agustusan, serta penutupan.
Rute jalan sehat akan dimulai dari Lapangan Gang Srikandi. Peserta kemudian melewati Jalan Padat Karya, Jalan Mahabarata, simpang empat Gang Budi Luhur, hingga Jalan Awi Sarani sebelum kembali ke lapangan.
Supriyanto mengatakan jalan sehat kembali digelar karena mendapat respons positif dari warga. Kegiatan tersebut dinilai menjadi kesempatan bagi warga yang tidak mengikuti perlombaan untuk tetap terlibat dalam perayaan kemerdekaan.
“Yang biasanya enggak ikut lomba, kita mengikuti jalan sehat dan senam itu sudah senangnya luar biasa. Mereka meminta jalan sehat lagi,” jelasnya.
Ia menambahkan, untuk pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan, panitia sebelumnya menyusun rencana anggaran biaya sebesar Rp20 juta.
Dalam RAB tersebut, kebutuhan perlengkapan lomba dan jalan sehat dialokasikan Rp2,5 juta. Sementara hadiah lomba anak TK Rp500 ribu, lomba SD kelas 1-3 Rp500 ribu, SD kelas 4-SMP Rp900 ribu, ibu-ibu Rp1,7 juta, dan bapak-bapak Rp1,7 juta.
Anggaran terbesar dialokasikan untuk doorprize jalan sehat sebesar Rp10 juta. Sementara konsumsi jalan sehat dan minuman dianggarkan Rp2,2 juta.
Supriyanto mengatakan dalam perkembangannya, dana yang berhasil dihimpun secara sementara telah mencapai sekitar Rp25 juta. Jumlah tersebut masih berupa hitungan kasar dan belum direkap secara keseluruhan.
Dana diperoleh dari swadaya warga, sumbangan sukarela, bantuan pemerintah desa, anggota legislatif, pengusaha, kontraktor, dan sejumlah donatur.
“Sekarang secara kasar sudah mencapai sekitar Rp25 juta. Ini belum direkap,” tambahnya.
Ia mengatakan, setelah seluruh dana direkap, panitia akan menyesuaikan penggunaannya dengan kebutuhan kegiatan, termasuk kemungkinan menambah hadiah lomba atau doorprize.
Supriyanto memastikan peserta tidak dikenakan biaya pendaftaran, termasuk warga yang mengikuti jalan sehat.
“Untuk peserta tidak ada biaya. Jalan sehat juga tidak ada. Sumbangan ini seikhlasnya, tidak dipaksa harus sekian,” katanya.
Menurutnya, tingginya antusiasme warga turut mendorong panitia menyiapkan rangkaian kegiatan yang melibatkan berbagai kelompok usia. Selain memeriahkan HUT RI, rangkaian kegiatan tersebut diharapkan mempererat kerukunan dan kekompakan warga RT 32.
(Sf/Rs)