Seputar Kaltim

    Lokasi Pembangunan Sirkuit di Berau Masuk Tahap Studi Kelayakan

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    31 Januari 2026 pukul 17:47 WITA

    Dok. Roadrace Bupati Cup 2025 Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau memastikan pembangunan fasilitas olahraga representatif tetap menjadi  agenda prioritas daerah.

    Bahkan, pembangunan sirkuit balap motor yang telah lama dinantikan para pecinta otomotif di Bumi Batiwakkal masuk dalam delapan program unggulan Kabupaten Berau periode 2025–2029.

    Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Berau, Amiruddin, menjelaskan bahwa pembangunan sirkuit yang menjadi salah satu program prioritas, saat ini masih berada pada tahap studi kelayakan atau Feasibility Study (FS).

    Ia mengatakan bahwa lokasi sirkuit tersebut memiliki dua opsi lokasi yang mana salah satunya yang telah dilakukan Penetapan Status Penggunaan (PSP) yakni di Samburakat yang sudah tercatat sebagai aset pemerintah daerah dan sekarang dalam proses pengajuan penyertipikatan di BPKAD. Dimana berdasarkan informasi terakhir proses pengajuan telah berada di BPN.

    "PSPnya sudah kemarin yang lokasi hibah di Samburakat ada 12 hektare, saat ini masih studi kelayakan. Cuma, bilang ibu bupati, ini ada orang rencana mau mengajukan lokasi baru. Itu kita tetap FS juga. Tapi untuk lokasi yang baru itu kami belum tahu di mana. Itu harus kami kaji dulu,"

    Amiruddin menambahkan bahwa studi kelayakan menjadi tahap penting sebelum penentuan lokasi final atau pematangan lahan, karena pemerintah harus memastikan lahan mendukung pembangunan sirkuit.

    "Nanti tergantung dari dua hasil itu yang mana yang lebih feleksible. Yang jelas lahan sudah ada, untuk lokasi baru juga kalau memang lokasinya itu mendukung, ya kita uji kelayakan juga. Nah, nanti itu tergantung kebijakan bupati yang mana. Kami kan sebagai teknis mamberi saran saja,"

    menurutnya, luas lahan yang dibutuhkan tidak terlalu besar, ia pun mencontohkan pembangunan sirkuit di daerah Paser, dimana sirkuit hanya memerlukan sekitar 4 hektare.

    Selain itu, ia juga menekankan bahwa anggaran saat ini baru dialokasikan untuk studi kelayakan, dan belum untuk pembangunan fisik sirkuit.

    "Belum, khusus anggarannya untuk studi kelayakan saja. Kita harus pakai konsultan independen untuk memastikan kelayakannya, supaya tidak dianggap mengkondisikan," tuturnya.

    Meski demikian, Amiruddin menegaskan pembangunan sirkuit tetap menjadi salah satu visi misi Bupati.

    "Setelah lokasi final ditentukan, barulah perhitungan anggaran dan waktu pembangunan dapat dilakukan," tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Lokasi Pembangunan Sirkuit di Berau Masuk Tahap Studi Kelayakan

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    31 Januari 2026 pukul 17:47 WITA

    Dok. Roadrace Bupati Cup 2025 Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau memastikan pembangunan fasilitas olahraga representatif tetap menjadi  agenda prioritas daerah.

    Bahkan, pembangunan sirkuit balap motor yang telah lama dinantikan para pecinta otomotif di Bumi Batiwakkal masuk dalam delapan program unggulan Kabupaten Berau periode 2025–2029.

    Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Berau, Amiruddin, menjelaskan bahwa pembangunan sirkuit yang menjadi salah satu program prioritas, saat ini masih berada pada tahap studi kelayakan atau Feasibility Study (FS).

    Ia mengatakan bahwa lokasi sirkuit tersebut memiliki dua opsi lokasi yang mana salah satunya yang telah dilakukan Penetapan Status Penggunaan (PSP) yakni di Samburakat yang sudah tercatat sebagai aset pemerintah daerah dan sekarang dalam proses pengajuan penyertipikatan di BPKAD. Dimana berdasarkan informasi terakhir proses pengajuan telah berada di BPN.

    "PSPnya sudah kemarin yang lokasi hibah di Samburakat ada 12 hektare, saat ini masih studi kelayakan. Cuma, bilang ibu bupati, ini ada orang rencana mau mengajukan lokasi baru. Itu kita tetap FS juga. Tapi untuk lokasi yang baru itu kami belum tahu di mana. Itu harus kami kaji dulu,"

    Amiruddin menambahkan bahwa studi kelayakan menjadi tahap penting sebelum penentuan lokasi final atau pematangan lahan, karena pemerintah harus memastikan lahan mendukung pembangunan sirkuit.

    "Nanti tergantung dari dua hasil itu yang mana yang lebih feleksible. Yang jelas lahan sudah ada, untuk lokasi baru juga kalau memang lokasinya itu mendukung, ya kita uji kelayakan juga. Nah, nanti itu tergantung kebijakan bupati yang mana. Kami kan sebagai teknis mamberi saran saja,"

    menurutnya, luas lahan yang dibutuhkan tidak terlalu besar, ia pun mencontohkan pembangunan sirkuit di daerah Paser, dimana sirkuit hanya memerlukan sekitar 4 hektare.

    Selain itu, ia juga menekankan bahwa anggaran saat ini baru dialokasikan untuk studi kelayakan, dan belum untuk pembangunan fisik sirkuit.

    "Belum, khusus anggarannya untuk studi kelayakan saja. Kita harus pakai konsultan independen untuk memastikan kelayakannya, supaya tidak dianggap mengkondisikan," tuturnya.

    Meski demikian, Amiruddin menegaskan pembangunan sirkuit tetap menjadi salah satu visi misi Bupati.

    "Setelah lokasi final ditentukan, barulah perhitungan anggaran dan waktu pembangunan dapat dilakukan," tutupnya.

    (Sf/Rs)