Cari disini...
Seputar Kaltim
Lembaga Kajian Ilmu Falak (LKIF) Fakultas Syariah UINSI Samarinda melakukan pantauan gerhana matahari Hibrida di Masjid Al-Ma'ruf. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Lembaga Kajian Ilmu Falak (LKIF) Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda melakukan pantauan gerhana hibrida di Masjid Al-Ma'ruf, Kota Samarinda, Kamis (20/4/2023).
Pantauan gerhana yang dilakukan LKIF bertujuan untuk menguji akurasi hisab dari prediksi bahwa Kamis (20/4/2023) pukul 11.00 Wita terjadi gerhana.
Sekretaris LKIF UINSI Samarinda, Vivit Fitriyani mengaku pihaknya membuktikan ke lapangan secara langsung.
"Kami kerja sama dengan masjid Al-Ma'ruf untuk pengadaan observasi dan Salat Gerhana," ungkap saat diwawancara.
Saat berita ini terbit sudah mengalami gerhana berdurasi 2,5 jam dan pukul 12.17 Wita terjadi puncak gerhana.
"Tadi kita pantau sekitar pukul 11.00 Wita dan masih 60 persen, tapi pukul 13.45 WIta akhir sebagian gerhana tersebut," bebernya.
Dalam memahami fenomena-fenomena gerhana, kata dia, masyarakat luas harus perlu tahu, terutama umat muslim.
"Dengan fenomena ini, umat muslim sunahnya melaksanakan Salat Gerhana. Lebih seru lagi masyarakat berpartisipasi aktif untuk melihat secara langsung menggunakan teleskop, kalau tidak ada bisa bergabung dengan kami," harapnya.
Lebih lanjut, vivit berpesan kepada seluruh masyarakat apabila melihat secara langsung gunakan filter matahari. "Yang ingin melihat gunakan Filter matahari yang bersertifikasi ISO, artinya secara astronomi dinyatakan aman digunakan oleh masyarakat umum," pungkasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Lembaga Kajian Ilmu Falak (LKIF) Fakultas Syariah UINSI Samarinda melakukan pantauan gerhana matahari Hibrida di Masjid Al-Ma'ruf. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Lembaga Kajian Ilmu Falak (LKIF) Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda melakukan pantauan gerhana hibrida di Masjid Al-Ma'ruf, Kota Samarinda, Kamis (20/4/2023).
Pantauan gerhana yang dilakukan LKIF bertujuan untuk menguji akurasi hisab dari prediksi bahwa Kamis (20/4/2023) pukul 11.00 Wita terjadi gerhana.
Sekretaris LKIF UINSI Samarinda, Vivit Fitriyani mengaku pihaknya membuktikan ke lapangan secara langsung.
"Kami kerja sama dengan masjid Al-Ma'ruf untuk pengadaan observasi dan Salat Gerhana," ungkap saat diwawancara.
Saat berita ini terbit sudah mengalami gerhana berdurasi 2,5 jam dan pukul 12.17 Wita terjadi puncak gerhana.
"Tadi kita pantau sekitar pukul 11.00 Wita dan masih 60 persen, tapi pukul 13.45 WIta akhir sebagian gerhana tersebut," bebernya.
Dalam memahami fenomena-fenomena gerhana, kata dia, masyarakat luas harus perlu tahu, terutama umat muslim.
"Dengan fenomena ini, umat muslim sunahnya melaksanakan Salat Gerhana. Lebih seru lagi masyarakat berpartisipasi aktif untuk melihat secara langsung menggunakan teleskop, kalau tidak ada bisa bergabung dengan kami," harapnya.
Lebih lanjut, vivit berpesan kepada seluruh masyarakat apabila melihat secara langsung gunakan filter matahari. "Yang ingin melihat gunakan Filter matahari yang bersertifikasi ISO, artinya secara astronomi dinyatakan aman digunakan oleh masyarakat umum," pungkasnya.
(Sf/By)