Cari disini...
Seputar Kaltim
Ilustrasi pengunjung perpustakaan (Dok; Freepik)
Tenggarong - Tingkat minat literasi masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar) saat ini diketahui masih tergolong rendah.
Berdasarkan data yang dihimpun Perpustakaan Nasional (Perpusnas) per 20 Februari 2026, nilai indeks pembangunan literasi masyarakat (IPLM) di Kukar hanya 12,81.
Angka itu masuk kategori sangat rendah dari standar nilai IPLM yang ditetapkan Perpusnas dengan rincian, 0-29,9 sangat rendah, 30-49,9 rendah, 50-79,9 sedang, 80-89,9 tinggi, 90-100 sangat tinggi.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kukar, Ridha Darmawan mengungkapkan rendahnya tingkat literasi ini diduga dipengaruhi perubahan kebiasaan masyarakat yang cenderung menghabiskan waktu menikmati konten berbasis algoritma media sosial (Medsos), keetimbang membaca buku ataupun mencari sumber pengetahuan lainnya.
“Memang tingkat literasi masyarakat kita agak kurang menggembirakan karena kebiasaan telah berubah, kalau dulu orang-orang membaca tapi sekarang lebih suka main tiktok dan nonton youtube,” ujar Ridha, Jumat (17/4/2026).
Sebagai salah satu langkah konkret, Diarpus Kukar akan menyediakan berbagai macam buku bacaan yang dapat diakses secara luas melalui platform digital guna meningkatkan literasi masyarakat.
Ridha menyebut Diarpus Kukar sudah memiliki aplikasi perpustakaan elektronik bernama iKukar yang telah tersedia di PlayStore maupun AppStore, namun keberadaan platform digital tersebut dinilai belum memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan literasi masyarakat.
“Sekarang sudah ada perpustakaan elektronik, namun sosialisasi belum kuat sehingga masih belum berpengaruh kepada masyarakat,” ungkapnya.
Kini Diarpus Kukar akan berupaya menggencarkan sosialisasi terkait platform digital tersebut kepada masyarakat, sekolah dan pihak lainnya agar pemanfaatannya semakin luas dan diharapkan dapat meningkatkan literasi.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ilustrasi pengunjung perpustakaan (Dok; Freepik)
Tenggarong - Tingkat minat literasi masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar) saat ini diketahui masih tergolong rendah.
Berdasarkan data yang dihimpun Perpustakaan Nasional (Perpusnas) per 20 Februari 2026, nilai indeks pembangunan literasi masyarakat (IPLM) di Kukar hanya 12,81.
Angka itu masuk kategori sangat rendah dari standar nilai IPLM yang ditetapkan Perpusnas dengan rincian, 0-29,9 sangat rendah, 30-49,9 rendah, 50-79,9 sedang, 80-89,9 tinggi, 90-100 sangat tinggi.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kukar, Ridha Darmawan mengungkapkan rendahnya tingkat literasi ini diduga dipengaruhi perubahan kebiasaan masyarakat yang cenderung menghabiskan waktu menikmati konten berbasis algoritma media sosial (Medsos), keetimbang membaca buku ataupun mencari sumber pengetahuan lainnya.
“Memang tingkat literasi masyarakat kita agak kurang menggembirakan karena kebiasaan telah berubah, kalau dulu orang-orang membaca tapi sekarang lebih suka main tiktok dan nonton youtube,” ujar Ridha, Jumat (17/4/2026).
Sebagai salah satu langkah konkret, Diarpus Kukar akan menyediakan berbagai macam buku bacaan yang dapat diakses secara luas melalui platform digital guna meningkatkan literasi masyarakat.
Ridha menyebut Diarpus Kukar sudah memiliki aplikasi perpustakaan elektronik bernama iKukar yang telah tersedia di PlayStore maupun AppStore, namun keberadaan platform digital tersebut dinilai belum memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan literasi masyarakat.
“Sekarang sudah ada perpustakaan elektronik, namun sosialisasi belum kuat sehingga masih belum berpengaruh kepada masyarakat,” ungkapnya.
Kini Diarpus Kukar akan berupaya menggencarkan sosialisasi terkait platform digital tersebut kepada masyarakat, sekolah dan pihak lainnya agar pemanfaatannya semakin luas dan diharapkan dapat meningkatkan literasi.
(Sf/Rs)