Seputar Kaltim

    Listrik Belum Pulih di Mahulu, Obat dan Vaksin di Lemari Es Terancam Rusak

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    19 Mei 2024 pukul 09:43 WITA

    PLN UID Kaltimtara bergerak melakukan pemulihan listrik di Mahakam Ulu. (Foto: HO/PLN UID Kaltimtara)

    Samarinda - Upaya pemulihan listrik di Mahakam Ulu masih berlangsung, PLN sudah mulai bergerak memastikan keamanan jaringan listrik sebelum dialirkan ke warga. Namun disisi lain, terdapat obat dan vaksin memerlukan distribusi listrik yang berpotensi rusak. 

    Hal ini disebabkan kurangnya ketersediaan rantai dingin (cold chain) yang mampu menjaga serta menjamin kualitas vaksin dan obat, adapun rantai dingin atau cold chain terdiri dari lemari es dan freeze untuk menyimpan vaksin dan obat tertentu.

    Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Ketua Tim Pengendalian Krisis Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, Adi Permana. Ia mengatakan bahwa penyimpanan obat masih terkendali, kecuali yang membutuhkan pendingin.

    "Gudang farmasi aman. Akan tetapi untuk yang terkait listrik, karena masih mati, maka potensi rusak obat dan vaksin dalam kulkas," ungkap Adi dalam laporan berkala ke Dinkes, pada Sabtu (18/5/2024).

    Adi juga melaporkan keadaan dua rumah sakit dan enam Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM atau Puskesmas) masih dalam keadaam aman dan tidak mengalami kerusakan serius.

    "Kalau yang terdampak Puskesmas Pembantu (Pustu). Jumlah pustu ada 30, yang terdampak masih di hitung," kata Adi.

    Adapun kunjungan harian rata-rata 100 orang ke Posko kesehatan. Sedangkan, posko kesehatan yang berdiri hanya ada 1 unit yang sudah menampung 300 orang selama tiga hari ini. Posko ini terdapat di gereja St Petrus Ujoh Bilang dengan pelayanan 24 jam. "Tim nakes lengkap dari Dokter, Perawat, Bidan, Apoteker dan pendukungnya," ujarnya.

    Penyakit dan keluhan yang dialami masyarakat yang terdampak banjir bermacam-macam. "Jenis keluhan luka sayat karena tertusuk, Batuk Pilek (Bapil), hipertensi, diare, ruam/gatal/kulit, dan demam," jabarnya.

    Untuk korban yang terdampak, Adi melaporkan ada 1 orang dewasa meninggal dan dua anak tenggelam dirujuk ke rumah sakit Harapan Insan Sendawar Kutai Barat. Adapun penyakit yang berkembang, Adi akan melaporkan kembali.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Listrik Belum Pulih di Mahulu, Obat dan Vaksin di Lemari Es Terancam Rusak

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    19 Mei 2024 pukul 09:43 WITA

    PLN UID Kaltimtara bergerak melakukan pemulihan listrik di Mahakam Ulu. (Foto: HO/PLN UID Kaltimtara)

    Samarinda - Upaya pemulihan listrik di Mahakam Ulu masih berlangsung, PLN sudah mulai bergerak memastikan keamanan jaringan listrik sebelum dialirkan ke warga. Namun disisi lain, terdapat obat dan vaksin memerlukan distribusi listrik yang berpotensi rusak. 

    Hal ini disebabkan kurangnya ketersediaan rantai dingin (cold chain) yang mampu menjaga serta menjamin kualitas vaksin dan obat, adapun rantai dingin atau cold chain terdiri dari lemari es dan freeze untuk menyimpan vaksin dan obat tertentu.

    Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Ketua Tim Pengendalian Krisis Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, Adi Permana. Ia mengatakan bahwa penyimpanan obat masih terkendali, kecuali yang membutuhkan pendingin.

    "Gudang farmasi aman. Akan tetapi untuk yang terkait listrik, karena masih mati, maka potensi rusak obat dan vaksin dalam kulkas," ungkap Adi dalam laporan berkala ke Dinkes, pada Sabtu (18/5/2024).

    Adi juga melaporkan keadaan dua rumah sakit dan enam Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM atau Puskesmas) masih dalam keadaam aman dan tidak mengalami kerusakan serius.

    "Kalau yang terdampak Puskesmas Pembantu (Pustu). Jumlah pustu ada 30, yang terdampak masih di hitung," kata Adi.

    Adapun kunjungan harian rata-rata 100 orang ke Posko kesehatan. Sedangkan, posko kesehatan yang berdiri hanya ada 1 unit yang sudah menampung 300 orang selama tiga hari ini. Posko ini terdapat di gereja St Petrus Ujoh Bilang dengan pelayanan 24 jam. "Tim nakes lengkap dari Dokter, Perawat, Bidan, Apoteker dan pendukungnya," ujarnya.

    Penyakit dan keluhan yang dialami masyarakat yang terdampak banjir bermacam-macam. "Jenis keluhan luka sayat karena tertusuk, Batuk Pilek (Bapil), hipertensi, diare, ruam/gatal/kulit, dan demam," jabarnya.

    Untuk korban yang terdampak, Adi melaporkan ada 1 orang dewasa meninggal dan dua anak tenggelam dirujuk ke rumah sakit Harapan Insan Sendawar Kutai Barat. Adapun penyakit yang berkembang, Adi akan melaporkan kembali.

    (Sf/Rs)