Seputar Kaltim

    Life Jacket Dishub PPU dari 150 Kini Tersisa 30, Pengadaan Baru Menunggu Anggaran

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    12 Agustus 2026 pukul 16:06 WITA

    Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) PPU, Agus Dahlan. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Persediaan life jacket untuk mendukung keselamatan penyeberangan Penajam-Balikpapan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kini tersisa 30 unit. Jumlah itu menyusut dari 150 unit yang sebelumnya disiapkan Dinas Perhubungan (Dishub) PPU.

    Kepala Dishub PPU, Agus Dahlan mengatakan, sebagian besar life jacket tersebut tidak kembali ke tempat penyimpanan setelah digunakan. Ada yang dibawa pulang penumpang maupun tertinggal di speedboat.

    "Dari 150 unit itu sekarang tinggal 30," kata Agus, Rabu (12/8/2026).

    Padahal, life jacket seharusnya digunakan dalam setiap aktivitas transportasi laut, bukan hanya ketika kondisi perairan sedang bergelombang.

    Menurut Agus, perlengkapan keselamatan idealnya tersedia di setiap speedboat sesuai jumlah orang yang berada di dalamnya. Setidaknya sekitar tujuh hingga delapan life jacket perlu disiapkan untuk pengemudi dan penumpang.

    Kebutuhan itu menjadi penting mengingat sekitar 189 speedboat beroperasi di PPU. Namun, ketersediaan perlengkapan keselamatan tidak cukup jika tidak dibarengi kesadaran penumpang untuk menggunakannya.

    Agus mengakui petugas Dishub masih harus berulang kali mengingatkan penumpang agar mengenakan life jacket. Dalam praktiknya, sebagian penumpang masih enggan menggunakannya, begitu pula motoris speedboat. 

    "Kalau kami di Dishub selalu mengingatkan, cuma permasalahannya kadang ada speedboat Balikpapan, ada orang Penajam yang ikut langsung," ujarnya.

    Kondisi itu juga membuat koordinasi dengan Dishub Balikpapan dinilai penting. Penumpang yang menggunakan layanan penyeberangan tidak hanya berasal dari satu daerah sehingga perlengkapan keselamatan perlu tetap tersedia di kedua sisi penyeberangan.

    Dishub PPU belum memastikan penambahan life jacket dalam waktu dekat. Pengadaan baru bisa dilakukan di tahun berikutnya, dengan tetap menyesuaikan kemampuan anggaran. 

    "Pengadaan terakhir tahun 2024. Tapi kalau ada anggaran, kita mengadakan lagi tahun depan untuk life jacket," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Life Jacket Dishub PPU dari 150 Kini Tersisa 30, Pengadaan Baru Menunggu Anggaran

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    12 Agustus 2026 pukul 16:06 WITA

    Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) PPU, Agus Dahlan. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Persediaan life jacket untuk mendukung keselamatan penyeberangan Penajam-Balikpapan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kini tersisa 30 unit. Jumlah itu menyusut dari 150 unit yang sebelumnya disiapkan Dinas Perhubungan (Dishub) PPU.

    Kepala Dishub PPU, Agus Dahlan mengatakan, sebagian besar life jacket tersebut tidak kembali ke tempat penyimpanan setelah digunakan. Ada yang dibawa pulang penumpang maupun tertinggal di speedboat.

    "Dari 150 unit itu sekarang tinggal 30," kata Agus, Rabu (12/8/2026).

    Padahal, life jacket seharusnya digunakan dalam setiap aktivitas transportasi laut, bukan hanya ketika kondisi perairan sedang bergelombang.

    Menurut Agus, perlengkapan keselamatan idealnya tersedia di setiap speedboat sesuai jumlah orang yang berada di dalamnya. Setidaknya sekitar tujuh hingga delapan life jacket perlu disiapkan untuk pengemudi dan penumpang.

    Kebutuhan itu menjadi penting mengingat sekitar 189 speedboat beroperasi di PPU. Namun, ketersediaan perlengkapan keselamatan tidak cukup jika tidak dibarengi kesadaran penumpang untuk menggunakannya.

    Agus mengakui petugas Dishub masih harus berulang kali mengingatkan penumpang agar mengenakan life jacket. Dalam praktiknya, sebagian penumpang masih enggan menggunakannya, begitu pula motoris speedboat. 

    "Kalau kami di Dishub selalu mengingatkan, cuma permasalahannya kadang ada speedboat Balikpapan, ada orang Penajam yang ikut langsung," ujarnya.

    Kondisi itu juga membuat koordinasi dengan Dishub Balikpapan dinilai penting. Penumpang yang menggunakan layanan penyeberangan tidak hanya berasal dari satu daerah sehingga perlengkapan keselamatan perlu tetap tersedia di kedua sisi penyeberangan.

    Dishub PPU belum memastikan penambahan life jacket dalam waktu dekat. Pengadaan baru bisa dilakukan di tahun berikutnya, dengan tetap menyesuaikan kemampuan anggaran. 

    "Pengadaan terakhir tahun 2024. Tapi kalau ada anggaran, kita mengadakan lagi tahun depan untuk life jacket," pungkasnya.

    (Sf/Rs)