Liburan Bersama Keluarga, Bocah 6 Tahun Asal Penajam Tenggelam di Pulau Beras Basah

    Seputarfakta.com - Nuraini -

    Seputar Kaltim

    25 Maret 2026 05:48 WIB

    Bocah 6 tahun asal Penajam yang tenggelam di Pulau Beras Basah, dilarikan ke rumah sakit oleh petugas. (Foto: BPBD Bontang)

    Bontang - Seorang bocah berusia 6 tahun, Safa, wisatawan asal Penajam tenggelam saat berlibur di kawasan wisata Pulau Beras Basah, Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 10.00 WITA.

    Peristiwa ini terjadi tak lama setelah korban tiba di lokasi bersama keluarganya. Saat itu Safa langsung bermain air bersama sepupunya. Namun karena terlalu asyik berenang, korban sempat terlepas dari pengawasan paman yang mendampinginya.

    Situasi tersebut baru disadari ketika korban terlihat dalam kondisi lemas di perairan. Beruntung, pemandu wisata (tour guide) yang berada di lokasi sigap memberikan pertolongan awal.

    Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bontang, Ismail, menjelaskan pihaknya segera memberikan arahan penanganan darurat kepada petugas di lapangan.

    “Kami arahkan agar korban dibawa ke tempat teduh, tidak dikerumuni, diberi ruang udara, kemudian dimiringkan dan diberikan bantuan napas,” ujarnya saat dikonfirmasi.

    Setelah kondisi korban mulai stabil, Safa langsung dievakuasi menggunakan speedboat milik guide wisata menuju daratan. Tim BPBD bersama ambulans PSC telah bersiaga untuk penanganan lanjutan.

    “Yang menangani korban adalah relawan atau guide wisata yang sebelumnya sudah kami berikan pelatihan,” tambah Ismail.

    Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Amalia untuk mendapatkan pemeriksaan medis lebih lanjut. Saat ini, kondisi Safa dilaporkan selamat meski sempat mengalami lemas.

    Terkait tidak adanya petugas BPBD di lokasi saat kejadian, Ismail menjelaskan bahwa seluruh personel sedang berada di markas komando karena hari pertama masuk kerja.

    Insiden ini menjadi pengingat bagi wisatawan untuk tetap meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat beraktivitas di kawasan perairan terbuka.

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Liburan Bersama Keluarga, Bocah 6 Tahun Asal Penajam Tenggelam di Pulau Beras Basah

    Seputarfakta.com - Nuraini -

    Seputar Kaltim

    25 Maret 2026 05:48 WIB

    Bocah 6 tahun asal Penajam yang tenggelam di Pulau Beras Basah, dilarikan ke rumah sakit oleh petugas. (Foto: BPBD Bontang)

    Bontang - Seorang bocah berusia 6 tahun, Safa, wisatawan asal Penajam tenggelam saat berlibur di kawasan wisata Pulau Beras Basah, Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 10.00 WITA.

    Peristiwa ini terjadi tak lama setelah korban tiba di lokasi bersama keluarganya. Saat itu Safa langsung bermain air bersama sepupunya. Namun karena terlalu asyik berenang, korban sempat terlepas dari pengawasan paman yang mendampinginya.

    Situasi tersebut baru disadari ketika korban terlihat dalam kondisi lemas di perairan. Beruntung, pemandu wisata (tour guide) yang berada di lokasi sigap memberikan pertolongan awal.

    Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bontang, Ismail, menjelaskan pihaknya segera memberikan arahan penanganan darurat kepada petugas di lapangan.

    “Kami arahkan agar korban dibawa ke tempat teduh, tidak dikerumuni, diberi ruang udara, kemudian dimiringkan dan diberikan bantuan napas,” ujarnya saat dikonfirmasi.

    Setelah kondisi korban mulai stabil, Safa langsung dievakuasi menggunakan speedboat milik guide wisata menuju daratan. Tim BPBD bersama ambulans PSC telah bersiaga untuk penanganan lanjutan.

    “Yang menangani korban adalah relawan atau guide wisata yang sebelumnya sudah kami berikan pelatihan,” tambah Ismail.

    Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Amalia untuk mendapatkan pemeriksaan medis lebih lanjut. Saat ini, kondisi Safa dilaporkan selamat meski sempat mengalami lemas.

    Terkait tidak adanya petugas BPBD di lokasi saat kejadian, Ismail menjelaskan bahwa seluruh personel sedang berada di markas komando karena hari pertama masuk kerja.

    Insiden ini menjadi pengingat bagi wisatawan untuk tetap meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat beraktivitas di kawasan perairan terbuka.

    (Sf/Rs)