Cari disini...
Seputar Kaltim
Ruang pelayanan administrasi kependudukan Disdukcapil PPU dipadati warga yang mengurus dokumen kependudukan, Senin (22/6/2026). (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)
Penajam - Awal masa libur sekolah memicu lonjakan pengurusan administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Senin (22/6/2026).
Ruang pelayanan dipadati warga sejak pagi, bahkan sebagian pemohon terpaksa menunggu di luar ruangan dan duduk di tangga.
Pantauan Seputarfakta.com, antrean didominasi orang tua yang membawa anak untuk mengurus Kartu Identitas Anak (KIA) serta remaja yang melakukan perekaman KTP elektronik pemula.
Kepala Disdukcapil PPU, Waluyo mengatakan lonjakan pelayanan sebenarnya rutin terjadi setiap awal pekan, terutama Senin hingga Rabu. Namun kali ini terdapat faktor tambahan yang membuat jumlah pemohon meningkat.
Menurutnya, momen libur sekolah dimanfaatkan masyarakat untuk menyelesaikan dokumen kependudukan anak.
"Yang banyak diurus sekarang rekam KTP pemula dan KIA," kata Waluyo.
Ia menjelaskan pengurusan KIA meningkat karena banyak anak yang sebelumnya memiliki KIA tanpa foto kini sudah berusia di atas lima tahun sehingga perlu dilakukan pembaruan identitas dengan penambahan foto.
Selain itu, KIA juga menjadi salah satu dokumen yang kerap dibutuhkan untuk kebutuhan masuk jenjang pendidikan seperti TK, SD hingga SMP.
Sementara untuk perekaman KTP elektronik pemula, Waluyo mengatakan Disdukcapil sebenarnya telah lebih dulu melakukan layanan jemput bola ke sekolah-sekolah.
Pihaknya bahkan mulai melakukan perekaman data sejak usia 16 tahun agar saat memasuki usia 17 tahun dokumen KTP sudah siap dicetak.
Menurut dia, tidak sedikit siswa yang memilih melakukan perekaman langsung di kantor pelayanan saat masa liburan.
"Kalau di sekolah kadang mereka tidak mau difoto. Padahal sudah kita fasilitasi, bahkan dipersilakan membawa baju ganti atau persiapan sendiri. Tapi ternyata banyak yang ingin datang langsung ke Dukcapil," ujarnya.
Waluyo menyebut untuk pencetakan KTP elektronik saja rata-rata dapat mencapai sekitar 100 keping per hari.
Padatnya layanan pada momen libur sekolah ini membuat antrean warga memanjang sejak pagi hingga siang untuk menyelesaikan berbagai keperluan administrasi kependudukan.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ruang pelayanan administrasi kependudukan Disdukcapil PPU dipadati warga yang mengurus dokumen kependudukan, Senin (22/6/2026). (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)
Penajam - Awal masa libur sekolah memicu lonjakan pengurusan administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Senin (22/6/2026).
Ruang pelayanan dipadati warga sejak pagi, bahkan sebagian pemohon terpaksa menunggu di luar ruangan dan duduk di tangga.
Pantauan Seputarfakta.com, antrean didominasi orang tua yang membawa anak untuk mengurus Kartu Identitas Anak (KIA) serta remaja yang melakukan perekaman KTP elektronik pemula.
Kepala Disdukcapil PPU, Waluyo mengatakan lonjakan pelayanan sebenarnya rutin terjadi setiap awal pekan, terutama Senin hingga Rabu. Namun kali ini terdapat faktor tambahan yang membuat jumlah pemohon meningkat.
Menurutnya, momen libur sekolah dimanfaatkan masyarakat untuk menyelesaikan dokumen kependudukan anak.
"Yang banyak diurus sekarang rekam KTP pemula dan KIA," kata Waluyo.
Ia menjelaskan pengurusan KIA meningkat karena banyak anak yang sebelumnya memiliki KIA tanpa foto kini sudah berusia di atas lima tahun sehingga perlu dilakukan pembaruan identitas dengan penambahan foto.
Selain itu, KIA juga menjadi salah satu dokumen yang kerap dibutuhkan untuk kebutuhan masuk jenjang pendidikan seperti TK, SD hingga SMP.
Sementara untuk perekaman KTP elektronik pemula, Waluyo mengatakan Disdukcapil sebenarnya telah lebih dulu melakukan layanan jemput bola ke sekolah-sekolah.
Pihaknya bahkan mulai melakukan perekaman data sejak usia 16 tahun agar saat memasuki usia 17 tahun dokumen KTP sudah siap dicetak.
Menurut dia, tidak sedikit siswa yang memilih melakukan perekaman langsung di kantor pelayanan saat masa liburan.
"Kalau di sekolah kadang mereka tidak mau difoto. Padahal sudah kita fasilitasi, bahkan dipersilakan membawa baju ganti atau persiapan sendiri. Tapi ternyata banyak yang ingin datang langsung ke Dukcapil," ujarnya.
Waluyo menyebut untuk pencetakan KTP elektronik saja rata-rata dapat mencapai sekitar 100 keping per hari.
Padatnya layanan pada momen libur sekolah ini membuat antrean warga memanjang sejak pagi hingga siang untuk menyelesaikan berbagai keperluan administrasi kependudukan.
(Sf/Rs)