Seputar Kaltim

    Libur Panjang, Distribusi Makan Bergizi Gratis di Samarinda Terbagi Dua Skema

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    26 Desember 2025 pukul 16:06 WITA

    Seorang anak SD sedang membawa kotakan MBG, saat liburan panjang MBG didistribusikan digabung dengan makanan kering. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Memasuki masa libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Samarinda dan sekitarnya mengalami penyesuaian teknis. Masyarakat perlu mengetahui bahwa terdapat dua skema distribusi berbeda yang diterapkan oleh otoritas pelaksana, yakni Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda.

    Pendekatan pertama dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Kalimantan Timur. Meski kegiatan belajar mengajar di sekolah berhenti sementara, BGN memastikan asupan gizi siswa tetap tersalurkan melalui mekanisme substitusi makanan.

    Pendamping Kepala Regional BGN Kaltim, Sirajul Amin, menjelaskan bahwa distribusi makanan siap santap dialihkan menjadi paket makanan kering (keringan) pada tanggal merah dan hari libur sekolah.

    "Untuk tanggal 25 dan 26 Desember misalnya, sistemnya diberikan makanan kering yang dibagikan sebelumnya di hari Rabu. Isinya meliputi roti, susu, buah, dan protein hewani yang awet seperti telur rebus," ujar Sirajul kepada awak media, Jumat (26/12/2025).

    Sirajul juga memaparkan adanya sistem "rapel" selama libur panjang sekolah. Jika siswa masuk pada hari tertentu (misalnya Senin), mereka akan menerima makanan siap santap di tempat, sekaligus membawa pulang paket makanan kering sebagai jatah gizi untuk hari-hari libur berikutnya. Penyesuaian ini berdampak pada anggaran, di mana sisa dana di Virtual Account yang tidak terpakai akan ditarik otomatis oleh BGN Pusat demi transparansi.

    Polisi Fokus Pengamanan

    Berbeda dengan BGN, skema kedua diterapkan oleh jajaran kepolisian. Polresta Samarinda mengambil kebijakan untuk menghentikan sementara distribusi MBG di wilayah hukum Polsek jajaran selama siswa libur sekolah.

    Humas Polresta Samarinda mengonfirmasi bahwa langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Selain karena tidak adanya aktivitas siswa di sekolah, penghentian sementara ini memungkinkan institusi Polri untuk mengalihkan sumber daya penuh ke tugas prioritas akhir tahun.

    "Kegiatan personel Polri saat ini berfokus pada pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Program MBG akan dilanjutkan kembali setelah siswa sekolah kembali memulai kegiatan belajar mengajar," terang pihak Humas Polresta Samarinda.

    Dengan adanya dua skema ini, masyarakat diharapkan memahami jika terdapat perbedaan penerimaan manfaat di lapangan. Siswa yang tercover oleh Satuan Pelayanan Gizi (SPG) BGN mungkin masih menerima paket makanan kering, sementara siswa di wilayah cakupan Polsek akan menunggu hingga sekolah aktif kembali.

    Hingga saat ini, BGN mencatat program gizi di Kaltim terus meluas dengan berdirinya 130 SPG, di mana 106 unit di antaranya telah beroperasi secara profesional melayani kebutuhan gizi anak sekolah.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Libur Panjang, Distribusi Makan Bergizi Gratis di Samarinda Terbagi Dua Skema

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    26 Desember 2025 pukul 16:06 WITA

    Seorang anak SD sedang membawa kotakan MBG, saat liburan panjang MBG didistribusikan digabung dengan makanan kering. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Memasuki masa libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Samarinda dan sekitarnya mengalami penyesuaian teknis. Masyarakat perlu mengetahui bahwa terdapat dua skema distribusi berbeda yang diterapkan oleh otoritas pelaksana, yakni Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda.

    Pendekatan pertama dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Kalimantan Timur. Meski kegiatan belajar mengajar di sekolah berhenti sementara, BGN memastikan asupan gizi siswa tetap tersalurkan melalui mekanisme substitusi makanan.

    Pendamping Kepala Regional BGN Kaltim, Sirajul Amin, menjelaskan bahwa distribusi makanan siap santap dialihkan menjadi paket makanan kering (keringan) pada tanggal merah dan hari libur sekolah.

    "Untuk tanggal 25 dan 26 Desember misalnya, sistemnya diberikan makanan kering yang dibagikan sebelumnya di hari Rabu. Isinya meliputi roti, susu, buah, dan protein hewani yang awet seperti telur rebus," ujar Sirajul kepada awak media, Jumat (26/12/2025).

    Sirajul juga memaparkan adanya sistem "rapel" selama libur panjang sekolah. Jika siswa masuk pada hari tertentu (misalnya Senin), mereka akan menerima makanan siap santap di tempat, sekaligus membawa pulang paket makanan kering sebagai jatah gizi untuk hari-hari libur berikutnya. Penyesuaian ini berdampak pada anggaran, di mana sisa dana di Virtual Account yang tidak terpakai akan ditarik otomatis oleh BGN Pusat demi transparansi.

    Polisi Fokus Pengamanan

    Berbeda dengan BGN, skema kedua diterapkan oleh jajaran kepolisian. Polresta Samarinda mengambil kebijakan untuk menghentikan sementara distribusi MBG di wilayah hukum Polsek jajaran selama siswa libur sekolah.

    Humas Polresta Samarinda mengonfirmasi bahwa langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Selain karena tidak adanya aktivitas siswa di sekolah, penghentian sementara ini memungkinkan institusi Polri untuk mengalihkan sumber daya penuh ke tugas prioritas akhir tahun.

    "Kegiatan personel Polri saat ini berfokus pada pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Program MBG akan dilanjutkan kembali setelah siswa sekolah kembali memulai kegiatan belajar mengajar," terang pihak Humas Polresta Samarinda.

    Dengan adanya dua skema ini, masyarakat diharapkan memahami jika terdapat perbedaan penerimaan manfaat di lapangan. Siswa yang tercover oleh Satuan Pelayanan Gizi (SPG) BGN mungkin masih menerima paket makanan kering, sementara siswa di wilayah cakupan Polsek akan menunggu hingga sekolah aktif kembali.

    Hingga saat ini, BGN mencatat program gizi di Kaltim terus meluas dengan berdirinya 130 SPG, di mana 106 unit di antaranya telah beroperasi secara profesional melayani kebutuhan gizi anak sekolah.

    (Sf/Rs)