Cari disini...
Seputar Kaltim
Pasien yang menunggu di ruang BPJS. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
samarinda - Usai libur panjang dan cuti bersama Hari Raya Idulfitri, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) memastikan tidak ada lonjakan kunjungan pasien yang signifikan.
Sebagai fasilitas kesehatan rujukan tertinggi di Kalimantan Timur (Kaltim), pihak rumah sakit juga menegaskan komitmennya untuk tidak menerapkan sistem kerja dari mana saja atau Work From Anywhere (WFA) bagi pegawainya demi menjaga standar pelayanan publik.
Humas RSUD AWS, dr Arysia Andhina menyampaikan alur pelayanan kesehatan tetap terkendali dengan baik berkat optimalisasi sistem pendaftaran secara daring.
Menurutnya jumlah pasien yang mengunjungi poli rawat jalan sebelum dan sesudah Lebaran terpantau stabil.
Sebelum Lebaran, rata-rata kunjungan mencapai 1.100–1.200 pasien per hari. Sementara usai Lebaran, tercatat sekitar 1.029 pasien yang merupakan data sementara pada hari pertama buka per pukul 12.00 WITA.
"Alhamdulillah sampai hari ini tidak ada lonjakan pasien yang berarti.
Pendaftaran online yang sudah terjadwal melalui website membuat jumlah pendaftar cenderung stabil dan tidak mengalami lonjakan berarti," ungkap dr Arysia.
Berbeda dengan fasilitas kesehatan tingkat pertama yang biasanya dibanjiri keluhan kolesterol atau hipertensi usai perayaan Lebaran, RSUD AWS menangani kasus yang lebih kompleks.
Sebagai rumah sakit rujukan nasional, ia menyebutkan variasi penyakit pasien sangat beragam sehingga tidak ada satu penyakit spesifik yang mendominasi.
Selama poli rawat jalan tutup pada 3–4 hari masa cuti bersama, pelayanan untuk pasien darurat maupun pasien BPJS langsung dialihkan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Meski jadwal operasional poli sempat menyesuaikan hari libur, layanan vital dengan antrean panjang seperti radioterapi dipastikan tetap beroperasi normal pada hari Senin dan Selasa persis setelah Lebaran.
Manajemen rumah sakit juga menyiagakan petugas khusus untuk memastikan utilitas penting seperti listrik dan air tetap menyala tanpa gangguan teknis guna mengantisipasi kendala operasional.
Terkait ketersediaan tempat tidur rawat inap, kondisinya dipastikan tetap normal dan tidak memerlukan penambahan kuota khusus.
Di saat beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain menerapkan kebijakan WFA hingga akhir bulan, RSUD AWS mengambil langkah tegas dengan menyiagakan seluruh petugasnya di rumah sakit.
"Tidak ada penerapan Work From Anywhere di rumah sakit kami karena ini merupakan layanan publik yang harus tetap berjalan. Kami tetap memberikan pelayanan secara normal," pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pasien yang menunggu di ruang BPJS. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
samarinda - Usai libur panjang dan cuti bersama Hari Raya Idulfitri, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) memastikan tidak ada lonjakan kunjungan pasien yang signifikan.
Sebagai fasilitas kesehatan rujukan tertinggi di Kalimantan Timur (Kaltim), pihak rumah sakit juga menegaskan komitmennya untuk tidak menerapkan sistem kerja dari mana saja atau Work From Anywhere (WFA) bagi pegawainya demi menjaga standar pelayanan publik.
Humas RSUD AWS, dr Arysia Andhina menyampaikan alur pelayanan kesehatan tetap terkendali dengan baik berkat optimalisasi sistem pendaftaran secara daring.
Menurutnya jumlah pasien yang mengunjungi poli rawat jalan sebelum dan sesudah Lebaran terpantau stabil.
Sebelum Lebaran, rata-rata kunjungan mencapai 1.100–1.200 pasien per hari. Sementara usai Lebaran, tercatat sekitar 1.029 pasien yang merupakan data sementara pada hari pertama buka per pukul 12.00 WITA.
"Alhamdulillah sampai hari ini tidak ada lonjakan pasien yang berarti.
Pendaftaran online yang sudah terjadwal melalui website membuat jumlah pendaftar cenderung stabil dan tidak mengalami lonjakan berarti," ungkap dr Arysia.
Berbeda dengan fasilitas kesehatan tingkat pertama yang biasanya dibanjiri keluhan kolesterol atau hipertensi usai perayaan Lebaran, RSUD AWS menangani kasus yang lebih kompleks.
Sebagai rumah sakit rujukan nasional, ia menyebutkan variasi penyakit pasien sangat beragam sehingga tidak ada satu penyakit spesifik yang mendominasi.
Selama poli rawat jalan tutup pada 3–4 hari masa cuti bersama, pelayanan untuk pasien darurat maupun pasien BPJS langsung dialihkan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Meski jadwal operasional poli sempat menyesuaikan hari libur, layanan vital dengan antrean panjang seperti radioterapi dipastikan tetap beroperasi normal pada hari Senin dan Selasa persis setelah Lebaran.
Manajemen rumah sakit juga menyiagakan petugas khusus untuk memastikan utilitas penting seperti listrik dan air tetap menyala tanpa gangguan teknis guna mengantisipasi kendala operasional.
Terkait ketersediaan tempat tidur rawat inap, kondisinya dipastikan tetap normal dan tidak memerlukan penambahan kuota khusus.
Di saat beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain menerapkan kebijakan WFA hingga akhir bulan, RSUD AWS mengambil langkah tegas dengan menyiagakan seluruh petugasnya di rumah sakit.
"Tidak ada penerapan Work From Anywhere di rumah sakit kami karena ini merupakan layanan publik yang harus tetap berjalan. Kami tetap memberikan pelayanan secara normal," pungkasnya.
(Sf/Lo)