Seputar Kaltim

    Libatkan Siswa di 100 Sekolah, Pemprov Kaltim Tanam 123.394 Pohon

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    08 Desember 2024 pukul 09:50 WITA

    Penanaman pohon di 100 sekolah se-Kaltim oleh Penjabat Gubernur Kaltim, Akmal Malik. (Foto: Maulana /Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar aksi penanaman 123.394 pohon di 100 sekolah se-Kaltim, Sabtu (7/11/2024). 

    Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya penghijauan dan memberikan edukasi lingkungan kepada generasi muda.

    Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim, Akmal Malik, yang hadir langsung dalam penanaman simbolis di SMKN 6 Samarinda, menekankan pentingnya program ini tidak hanya sebagai seremonial belaka. 

    "Penanaman pohon harus memberikan dampak nyata, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi," tegas Akmal.

    Ia juga menggarisbawahi pentingnya perencanaan yang matang dalam program penanaman. "Jangan asal tanam. Kita harus memilih jenis pohon yang sesuai dengan kondisi tanah dan iklim, serta memperhatikan aspek penyerbukan untuk memastikan produktivitas," ujarnya.

    Program penanaman ini melibatkan siswa dari berbagai tingkatan sekolah. Selain mendapatkan pengetahuan tentang tata cara penanaman, siswa juga diharapkan dapat menjaga dan merawat pohon yang telah ditanam.

    "Kami ingin menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab pada generasi muda terhadap lingkungan," kata Kepala Dinas Kehutanan Kaltim, Joko Istanto.

    Pohon-pohon yang ditanam dalam program ini didominasi oleh varietas produktif seperti alpukat, pete, sukun, durian, rambutan, dan kelengkeng. Hal ini diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi sekolah dan masyarakat sekitar.

    "Dengan menanam pohon produktif, kami berharap siswa dapat merasakan langsung manfaat dari kegiatan penghijauan," ujarnya.

    Selain memberikan manfaat ekonomi, program penanaman pohon juga berkontribusi dalam upaya penurunan emisi karbon. Kaltim telah berhasil menurunkan emisi karbon hingga 3,5 juta ton CO₂ ekuivalen pada tahun 2023, melampaui target nasional.

    Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Kehutanan dan Dinas Pendidikan Kaltim. Kepala SMKN 6 Samarinda, Didik Agung Widiantoro, mengungkapkan bahwa sekolah akan melakukan pemeliharaan intensif terhadap pohon-pohon yang telah ditanam.

    "Kami akan memanfaatkan sumber daya yang ada di sekolah, seperti kotoran kambing, untuk membuat pupuk organik," tukas Didik.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Libatkan Siswa di 100 Sekolah, Pemprov Kaltim Tanam 123.394 Pohon

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    08 Desember 2024 pukul 09:50 WITA

    Penanaman pohon di 100 sekolah se-Kaltim oleh Penjabat Gubernur Kaltim, Akmal Malik. (Foto: Maulana /Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar aksi penanaman 123.394 pohon di 100 sekolah se-Kaltim, Sabtu (7/11/2024). 

    Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya penghijauan dan memberikan edukasi lingkungan kepada generasi muda.

    Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim, Akmal Malik, yang hadir langsung dalam penanaman simbolis di SMKN 6 Samarinda, menekankan pentingnya program ini tidak hanya sebagai seremonial belaka. 

    "Penanaman pohon harus memberikan dampak nyata, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi," tegas Akmal.

    Ia juga menggarisbawahi pentingnya perencanaan yang matang dalam program penanaman. "Jangan asal tanam. Kita harus memilih jenis pohon yang sesuai dengan kondisi tanah dan iklim, serta memperhatikan aspek penyerbukan untuk memastikan produktivitas," ujarnya.

    Program penanaman ini melibatkan siswa dari berbagai tingkatan sekolah. Selain mendapatkan pengetahuan tentang tata cara penanaman, siswa juga diharapkan dapat menjaga dan merawat pohon yang telah ditanam.

    "Kami ingin menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab pada generasi muda terhadap lingkungan," kata Kepala Dinas Kehutanan Kaltim, Joko Istanto.

    Pohon-pohon yang ditanam dalam program ini didominasi oleh varietas produktif seperti alpukat, pete, sukun, durian, rambutan, dan kelengkeng. Hal ini diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi sekolah dan masyarakat sekitar.

    "Dengan menanam pohon produktif, kami berharap siswa dapat merasakan langsung manfaat dari kegiatan penghijauan," ujarnya.

    Selain memberikan manfaat ekonomi, program penanaman pohon juga berkontribusi dalam upaya penurunan emisi karbon. Kaltim telah berhasil menurunkan emisi karbon hingga 3,5 juta ton CO₂ ekuivalen pada tahun 2023, melampaui target nasional.

    Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Kehutanan dan Dinas Pendidikan Kaltim. Kepala SMKN 6 Samarinda, Didik Agung Widiantoro, mengungkapkan bahwa sekolah akan melakukan pemeliharaan intensif terhadap pohon-pohon yang telah ditanam.

    "Kami akan memanfaatkan sumber daya yang ada di sekolah, seperti kotoran kambing, untuk membuat pupuk organik," tukas Didik.

    (Sf/Rs)