Cari disini...
Seputar Kaltim
Ilustrasi lahan rawa.(Freepik)
Penajam - Dinas Pertanian (Distan) Penajam Paser Utara (PPU) berupaya memanfaatkan lahan rawa seluas 5.896 Hektar (Ha) sebagai ladang pertanian untuk tanaman pangan dan hortikultura.
Ribuan Ha rawa itu terletak di tiga kecamatan, seperti Kecamatan Babulu, Waru dan Penajam yang merupakan wilayah sentra pangan karena memiliki tingkat kesuburan tanah cukup tinggi, sehingga diperkirakan bisa digarap untuk meningkatkan produksi padi dan jagung.
“Berdasarkan hasil pendataan kita di lapangan, luasan lahan rawa di Desa Rawa Mulia, Kecamatan Babulu sekitar 580 Ha. Kemudian Desa Sidorejo, Kecamatan Penajam ada 300 Ha. Adapula di Desa Saloloang, Kecamatan Penajam ada sekitar 180 Ha,” ucap Kepala Dinas Pertanian (Distan) PPU, Andi Trasodiharto, Senin (2/3/2025).
Distan PPU turut melibatkan 29 brigadir pangan yang beranggotakan 435 orang untuk mewujudkan rencana optimalisasi rawa seluas 5.896 Ha tersebut.
Sebab, brigadir pangan yang dibentuk oleh petani telah dibekali berbagai teknologi dan bahan seperti drone, pupuk, kapur dan lainnya dari pemerintah langsung, bahkan turut didampingi Kementerian Pertanian (Kementan) dan Distan secara langsung.
“Ini semua kita lakukan dalam rangka untuk perwujudan instruksi pemerintah pusat yang ingin swasembada pangan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya,” tandasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ilustrasi lahan rawa.(Freepik)
Penajam - Dinas Pertanian (Distan) Penajam Paser Utara (PPU) berupaya memanfaatkan lahan rawa seluas 5.896 Hektar (Ha) sebagai ladang pertanian untuk tanaman pangan dan hortikultura.
Ribuan Ha rawa itu terletak di tiga kecamatan, seperti Kecamatan Babulu, Waru dan Penajam yang merupakan wilayah sentra pangan karena memiliki tingkat kesuburan tanah cukup tinggi, sehingga diperkirakan bisa digarap untuk meningkatkan produksi padi dan jagung.
“Berdasarkan hasil pendataan kita di lapangan, luasan lahan rawa di Desa Rawa Mulia, Kecamatan Babulu sekitar 580 Ha. Kemudian Desa Sidorejo, Kecamatan Penajam ada 300 Ha. Adapula di Desa Saloloang, Kecamatan Penajam ada sekitar 180 Ha,” ucap Kepala Dinas Pertanian (Distan) PPU, Andi Trasodiharto, Senin (2/3/2025).
Distan PPU turut melibatkan 29 brigadir pangan yang beranggotakan 435 orang untuk mewujudkan rencana optimalisasi rawa seluas 5.896 Ha tersebut.
Sebab, brigadir pangan yang dibentuk oleh petani telah dibekali berbagai teknologi dan bahan seperti drone, pupuk, kapur dan lainnya dari pemerintah langsung, bahkan turut didampingi Kementerian Pertanian (Kementan) dan Distan secara langsung.
“Ini semua kita lakukan dalam rangka untuk perwujudan instruksi pemerintah pusat yang ingin swasembada pangan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya,” tandasnya.
(Sf/By)