Seputar Kaltim

    Lewat Program Desa Cantik, BPS dan Pemkot Balikpapan Gandeng Warga Wujudkan Data Akurat

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim, Yusniar Juliana (Tengah) saat menjelaskan maksuda dan tujuan dari Program Desa/Kelurahan Cinta Statistik. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim telah mencanangkan Program Desa/Kelurahan Cinta Statistik (Desa Cantik), di Kelurahan Gunung Samarinda Baru, Balikpapan Utara.

    Program ini bertujuan untuk menghasilkan data dan informasi yang akurat, guna memberikan gambaran nyata kondisi di lapangan.

    Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim, Yusniar Juliana, menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan atas dukungan terhadap program ini.

    “Kami berterima kasih kepada Pemkot Balikpapan yang telah mendukung pelaksanaan program Desa Cantik, khususnya di Kelurahan Gunung Samarinda Baru. Ini membuktikan bahwa pemerintah daerah menyadari pentingnya data sebagai dasar pengambilan kebijakan,” ujarnya kepada media, Rabu (11/6/2025).

    Yusniar menjelaskan, kegiatan pendataan tidak bisa hanya dilakukan oleh BPS atau pemerintah kelurahan saja. Peran serta masyarakat sangat diperlukan untuk mendapatkan data yang akurat dan mencerminkan kondisi di lapangan.

    “Biasanya kami mendata langsung ke masyarakat, perusahaan, hingga instansi pemerintah. Untuk instansi pemerintah, responsnya cukup baik karena sudah ada Forum Satu Data Indonesia,” tambahnya.

    Ia juga mengimbau masyarakat agar mendukung proses pendataan yang dilakukan oleh petugas BPS. Pendekatan yang dilakukan saat ini sudah sampai ke tingkat RT dan dinilai cukup efektif.

    Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan akan semakin kompleks, sehingga dibutuhkan sumber data yang berkualitas, salah satunya dari masyarakat sebagai responden.

    Terkait pelaksanaan di tingkat RT, ia mengatakan bahwa setiap desa atau kelurahan memiliki karakteristik berbeda. Oleh karena itu, pelaksanaan program Desa Cantik akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.

    “Hasil akhir yang kami harapkan adalah data yang bisa memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi di Kelurahan Gunung Samarinda Baru. Proses monitoring akan dilakukan dalam jangka pendek hingga menengah, dan capaiannya akan dievaluasi berdasarkan diskusi antara BPS dan pihak kelurahan,” jelasnya.

    Program Desa Cantik diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya sadar data di masyarakat dan meningkatkan kualitas pembangunan berbasis data yang akurat.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Lewat Program Desa Cantik, BPS dan Pemkot Balikpapan Gandeng Warga Wujudkan Data Akurat

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim, Yusniar Juliana (Tengah) saat menjelaskan maksuda dan tujuan dari Program Desa/Kelurahan Cinta Statistik. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim telah mencanangkan Program Desa/Kelurahan Cinta Statistik (Desa Cantik), di Kelurahan Gunung Samarinda Baru, Balikpapan Utara.

    Program ini bertujuan untuk menghasilkan data dan informasi yang akurat, guna memberikan gambaran nyata kondisi di lapangan.

    Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim, Yusniar Juliana, menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan atas dukungan terhadap program ini.

    “Kami berterima kasih kepada Pemkot Balikpapan yang telah mendukung pelaksanaan program Desa Cantik, khususnya di Kelurahan Gunung Samarinda Baru. Ini membuktikan bahwa pemerintah daerah menyadari pentingnya data sebagai dasar pengambilan kebijakan,” ujarnya kepada media, Rabu (11/6/2025).

    Yusniar menjelaskan, kegiatan pendataan tidak bisa hanya dilakukan oleh BPS atau pemerintah kelurahan saja. Peran serta masyarakat sangat diperlukan untuk mendapatkan data yang akurat dan mencerminkan kondisi di lapangan.

    “Biasanya kami mendata langsung ke masyarakat, perusahaan, hingga instansi pemerintah. Untuk instansi pemerintah, responsnya cukup baik karena sudah ada Forum Satu Data Indonesia,” tambahnya.

    Ia juga mengimbau masyarakat agar mendukung proses pendataan yang dilakukan oleh petugas BPS. Pendekatan yang dilakukan saat ini sudah sampai ke tingkat RT dan dinilai cukup efektif.

    Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan akan semakin kompleks, sehingga dibutuhkan sumber data yang berkualitas, salah satunya dari masyarakat sebagai responden.

    Terkait pelaksanaan di tingkat RT, ia mengatakan bahwa setiap desa atau kelurahan memiliki karakteristik berbeda. Oleh karena itu, pelaksanaan program Desa Cantik akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.

    “Hasil akhir yang kami harapkan adalah data yang bisa memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi di Kelurahan Gunung Samarinda Baru. Proses monitoring akan dilakukan dalam jangka pendek hingga menengah, dan capaiannya akan dievaluasi berdasarkan diskusi antara BPS dan pihak kelurahan,” jelasnya.

    Program Desa Cantik diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya sadar data di masyarakat dan meningkatkan kualitas pembangunan berbasis data yang akurat.

    (Sf/Rs)