Seputar Kaltim

    Lewat Aplikasi SIMFONI PPA, Penanganan Kasus Kekerasan Kini Lebih Cepat dan Terpantau

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    20 September 2025 pukul 08:17 WITA

    Balikpapan – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan terus mendorong inovasi dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Salah satunya melalui penerapan aplikasi Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA).

    Aplikasi ini dirancang untuk mencatat, memantau, dan menangani kasus kekerasan secara terpadu dan real-time, sehingga proses penanganan menjadi lebih cepat dan terstruktur.

    Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3AKB Balikpapan, Umar Adi menjelaskan, bahwa SIMFONI PPA tidak hanya berfungsi sebagai alat pencatatan, tetapi juga sebagai instrumen pengawasan dan pengambilan keputusan yang efektif.

    “Dengan SIMFONI PPA, tren kasus bisa dipantau secara langsung, penanganan menjadi lebih cepat, dan laporan dapat disusun sesuai kondisi di lapangan. Ini menunjukkan komitmen kami untuk memastikan setiap korban mendapat perlindungan maksimal,” ucap Umar saat dihubungi awak media, Jumat (19/9/2025).

    Ia juga menilai, meningkatnya jumlah laporan kekerasan di Balikpapan merupakan tanda bahwa masyarakat semakin berani bersuara.

    “Kasus memang bertambah, tetapi itu bukan berarti kekerasan meningkat. Justru ini pertanda bahwa masyarakat tidak lagi diam. Ini kemajuan besar,” jelasnya.

    Dengan sistem SIMFONI PPA, setiap laporan bisa dipantau mulai dari tingkat kota hingga pusat, sehingga tidak ada lagi penanganan yang terputus di tengah jalan.

    Umar menegaskan bahwa perlindungan terhadap korban tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Oleh karena itu, DP3AKB terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak seperti aktivis perlindungan perempuan, aparat penegak hukum, dan masyarakat luas.

    “Tujuannya agar korban benar-benar mendapatkan dukungan yang utuh, baik dari sisi hukum maupun psikososial,” tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Lewat Aplikasi SIMFONI PPA, Penanganan Kasus Kekerasan Kini Lebih Cepat dan Terpantau

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    20 September 2025 pukul 08:17 WITA

    Balikpapan – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan terus mendorong inovasi dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Salah satunya melalui penerapan aplikasi Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA).

    Aplikasi ini dirancang untuk mencatat, memantau, dan menangani kasus kekerasan secara terpadu dan real-time, sehingga proses penanganan menjadi lebih cepat dan terstruktur.

    Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3AKB Balikpapan, Umar Adi menjelaskan, bahwa SIMFONI PPA tidak hanya berfungsi sebagai alat pencatatan, tetapi juga sebagai instrumen pengawasan dan pengambilan keputusan yang efektif.

    “Dengan SIMFONI PPA, tren kasus bisa dipantau secara langsung, penanganan menjadi lebih cepat, dan laporan dapat disusun sesuai kondisi di lapangan. Ini menunjukkan komitmen kami untuk memastikan setiap korban mendapat perlindungan maksimal,” ucap Umar saat dihubungi awak media, Jumat (19/9/2025).

    Ia juga menilai, meningkatnya jumlah laporan kekerasan di Balikpapan merupakan tanda bahwa masyarakat semakin berani bersuara.

    “Kasus memang bertambah, tetapi itu bukan berarti kekerasan meningkat. Justru ini pertanda bahwa masyarakat tidak lagi diam. Ini kemajuan besar,” jelasnya.

    Dengan sistem SIMFONI PPA, setiap laporan bisa dipantau mulai dari tingkat kota hingga pusat, sehingga tidak ada lagi penanganan yang terputus di tengah jalan.

    Umar menegaskan bahwa perlindungan terhadap korban tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Oleh karena itu, DP3AKB terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak seperti aktivis perlindungan perempuan, aparat penegak hukum, dan masyarakat luas.

    “Tujuannya agar korban benar-benar mendapatkan dukungan yang utuh, baik dari sisi hukum maupun psikososial,” tutupnya.

    (Sf/Rs)