Seputar Fakta

    Seputar Kaltim

    Lepas Kontingen Porwada Kutim, Idham Cholid Ingatkan Jangan Sampai Persaingan Rusak Persaudaraan

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    03 November 2026 pukul 12:36 WITA

    Asisten III dan Kepala Diskominfo Staper Kutim saat pelepasan kontingen Porwada Kutim di dalam ruangan. (Foto: Lisda/Seputarfakta.com)

    Sangatta – Persaingan dalam Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 di Balikpapan diingatkan tidak sampai memicu perselisihan antarpeserta. Kontingen Kabupaten Kutai Timur (Kutim) diminta tetap menjaga sportivitas dan hubungan baik dengan wartawan dari daerah lain.

    Pesan tersebut disampaikan Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Kabupaten Kutim, Idham Cholid, saat melepas kontingen Porwada Kutim.

    Idham mengatakan, pertandingan dengan persaingan ketat berpotensi menguras emosi. Karena itu, setiap peserta perlu mengendalikan diri selama kompetisi berlangsung.

    “Ini kegiatan pertandingan. Tentu ada momen-momen tertentu yang menguras emosi karena persaingan antarkontingen cukup ketat. Karena itu, di samping bertanding dengan penuh semangat, kita harus tetap menjunjung sportivitas,” ujar Idham.

    Menurutnya, Porwada tidak hanya menjadi ajang untuk mengukur kemampuan melalui pertandingan. Pertemuan wartawan dari berbagai daerah juga menjadi kesempatan untuk mempererat persaudaraan dan membangun jaringan sesama profesi.

    Dia mengingatkan kontingen agar menjaga sikap selama berada di Balikpapan. Sebab, perilaku peserta selama mengikuti kegiatan turut membawa nama Kutim di hadapan daerah lain.

    “Kita ini duta daerah. Jadi, jaga sikap, etika, budaya, dan sportivitas. Tunjukkan hal-hal baik dari Kutim kepada teman-teman dari daerah lain,” katanya.

    Idham juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan selama mengikuti pertandingan. Olahraga dapat membantu menjaga kebugaran wartawan agar tetap sehat dan mampu menjalankan pekerjaan jurnalistik dengan baik.

    Dia berharap seluruh anggota kontingen dapat menyelesaikan pertandingan tanpa cedera dan kembali ke Kutim dalam keadaan sehat. Selain hasil pertandingan, pengalaman dan jaringan dengan wartawan dari daerah lain juga diharapkan menjadi bagian dari manfaat keikutsertaan dalam Porwada.

    Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutim, Ronny Bonar H. Siburian, mengatakan Porwada menjadi ruang bagi wartawan dari berbagai kabupaten dan kota di Kaltim untuk saling mengenal.

    Perbedaan organisasi tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun hubungan antara wartawan. Persaingan dalam pertandingan juga tidak perlu dibawa ke luar arena.

    “Menang dan kalah itu bagian dari pertandingan. Jangan sampai karena persaingan atau perbedaan organisasi, hubungan sesama wartawan justru menjadi renggang,” kata Ronny.

    Ia juga meminta kontingen Jurnalis Kutai Timur (JUKUT) yang mewakili Kutim menjaga sikap dan etika selama mengikuti pertandingan. Dia berharap para peserta dapat bertanding secara sportif dan memperoleh hasil lebih baik dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Lepas Kontingen Porwada Kutim, Idham Cholid Ingatkan Jangan Sampai Persaingan Rusak Persaudaraan

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    03 November 2026 pukul 12:36 WITA

    Asisten III dan Kepala Diskominfo Staper Kutim saat pelepasan kontingen Porwada Kutim di dalam ruangan. (Foto: Lisda/Seputarfakta.com)

    Sangatta – Persaingan dalam Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 di Balikpapan diingatkan tidak sampai memicu perselisihan antarpeserta. Kontingen Kabupaten Kutai Timur (Kutim) diminta tetap menjaga sportivitas dan hubungan baik dengan wartawan dari daerah lain.

    Pesan tersebut disampaikan Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Kabupaten Kutim, Idham Cholid, saat melepas kontingen Porwada Kutim.

    Idham mengatakan, pertandingan dengan persaingan ketat berpotensi menguras emosi. Karena itu, setiap peserta perlu mengendalikan diri selama kompetisi berlangsung.

    “Ini kegiatan pertandingan. Tentu ada momen-momen tertentu yang menguras emosi karena persaingan antarkontingen cukup ketat. Karena itu, di samping bertanding dengan penuh semangat, kita harus tetap menjunjung sportivitas,” ujar Idham.

    Menurutnya, Porwada tidak hanya menjadi ajang untuk mengukur kemampuan melalui pertandingan. Pertemuan wartawan dari berbagai daerah juga menjadi kesempatan untuk mempererat persaudaraan dan membangun jaringan sesama profesi.

    Dia mengingatkan kontingen agar menjaga sikap selama berada di Balikpapan. Sebab, perilaku peserta selama mengikuti kegiatan turut membawa nama Kutim di hadapan daerah lain.

    “Kita ini duta daerah. Jadi, jaga sikap, etika, budaya, dan sportivitas. Tunjukkan hal-hal baik dari Kutim kepada teman-teman dari daerah lain,” katanya.

    Idham juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan selama mengikuti pertandingan. Olahraga dapat membantu menjaga kebugaran wartawan agar tetap sehat dan mampu menjalankan pekerjaan jurnalistik dengan baik.

    Dia berharap seluruh anggota kontingen dapat menyelesaikan pertandingan tanpa cedera dan kembali ke Kutim dalam keadaan sehat. Selain hasil pertandingan, pengalaman dan jaringan dengan wartawan dari daerah lain juga diharapkan menjadi bagian dari manfaat keikutsertaan dalam Porwada.

    Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutim, Ronny Bonar H. Siburian, mengatakan Porwada menjadi ruang bagi wartawan dari berbagai kabupaten dan kota di Kaltim untuk saling mengenal.

    Perbedaan organisasi tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun hubungan antara wartawan. Persaingan dalam pertandingan juga tidak perlu dibawa ke luar arena.

    “Menang dan kalah itu bagian dari pertandingan. Jangan sampai karena persaingan atau perbedaan organisasi, hubungan sesama wartawan justru menjadi renggang,” kata Ronny.

    Ia juga meminta kontingen Jurnalis Kutai Timur (JUKUT) yang mewakili Kutim menjaga sikap dan etika selama mengikuti pertandingan. Dia berharap para peserta dapat bertanding secara sportif dan memperoleh hasil lebih baik dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.

    (Sf/Rs)