Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes. (Foto: Borneo FC)
Samarinda - Kekalahan Borneo FC atas Malut United dalam laga tunda pekan ke-8 Liga 1 memunculkan tanda tanya besar di kalangan pendukung Pesut Etam.
Hasil minor di Stadion Gelora Kie Raha tersebut memaksa Borneo FC merelakan takhta puncak klasemen sementara, meski memiliki perolehan poin yang sama dengan pemuncak liga saat ini. Pesut Etam harus turun ke peringkat kedua karena kalah head-to-head.
Isu bahwa Borneo FC mulai "kehabisan bensin" menjelang berakhirnya putaran pertama pun mencuat, mengingat performa tim yang tampak kesulitan menjaga konsistensi di laga tandang.
Menanggapi situasi ini, Pelatih Kepala Borneo FC, Fabio Lefundes, memberikan penjelasan rasional terkait kondisi internal timnya.
Pelatih asal Brasil tersebut tidak menampik bahwa timnya sedang dalam kondisi sulit. Namun, ia menegaskan masalah utamanya bukan pada mentalitas, melainkan kedalaman skuad yang tergerus badai cedera.
"Sayangnya, kami kehilangan pemain karena cedera, yang membuat kami melemah. Kami kehilangan Rivaldo untuk laga ini, serta Maicon," ujar Lefundes dalam konferensi, Minggu (28/12/2025).
Absennya tiga pilar utama tersebut dinilai Lefundes sangat krusial, terutama saat harus menghadapi laga berat melawan tim sekelas Malut United.
Ia menyoroti betapa sulitnya menjaga ritme permainan di kompetisi Liga Indonesia ketika opsi rotasi pemain sangat terbatas.
"Kami datang tanpa tiga pemain penting untuk laga seberat ini. Di liga seperti Indonesia, ketika Anda kehilangan pemain dan harus merotasi dengan skuad yang terbatas, itu melelahkan secara fisik," jelasnya.
Situasi ini memaksa tim pelatih memutar otak dengan pilihan yang minim di bangku cadangan. Lefundes mengakui bahwa saat ini opsi pengganti yang dimilikinya mayoritas adalah pemain muda yang masih butuh jam terbang.
"Kami tidak punya banyak pilihan di bangku cadangan (saat ini), hanya pemain-pemain muda," tambahnya.
Evaluasi juga datang dari sisi pemain. Winger lincah Borneo FC, Muhammad Sihran, mengakui bahwa hasil ini mengecewakan namun tim berkomitmen untuk segera bangkit.
"Kami telah bekerja keras, tapi kami tahu hasil yang didapat belum maksimal. Sudah beberapa kali kami tidak mendapatkan hasil yang baik di sini. Kami akan terus belajar dan memperbaiki setiap kesalahan," ujarnya.
Meski terlempar ke posisi kedua, Fabio Lefundes menolak untuk panik. Ia menegaskan kesalahan fatal yang dilakukan pemainnya saat melawan Malut United yang berujung pada gol lawan harus segera dievaluasi.
Fokus utamanya kini adalah menyapu bersih dua laga tersisa di putaran pertama untuk mengamankan 6 poin.
"Kami masih punya dua pertandingan lagi di putaran pertama, melawan PSM Makassar di kandang dan Persita di Tangerang. Kami akan mengejar poin penuh di dua laga tersisa ini," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes. (Foto: Borneo FC)
Samarinda - Kekalahan Borneo FC atas Malut United dalam laga tunda pekan ke-8 Liga 1 memunculkan tanda tanya besar di kalangan pendukung Pesut Etam.
Hasil minor di Stadion Gelora Kie Raha tersebut memaksa Borneo FC merelakan takhta puncak klasemen sementara, meski memiliki perolehan poin yang sama dengan pemuncak liga saat ini. Pesut Etam harus turun ke peringkat kedua karena kalah head-to-head.
Isu bahwa Borneo FC mulai "kehabisan bensin" menjelang berakhirnya putaran pertama pun mencuat, mengingat performa tim yang tampak kesulitan menjaga konsistensi di laga tandang.
Menanggapi situasi ini, Pelatih Kepala Borneo FC, Fabio Lefundes, memberikan penjelasan rasional terkait kondisi internal timnya.
Pelatih asal Brasil tersebut tidak menampik bahwa timnya sedang dalam kondisi sulit. Namun, ia menegaskan masalah utamanya bukan pada mentalitas, melainkan kedalaman skuad yang tergerus badai cedera.
"Sayangnya, kami kehilangan pemain karena cedera, yang membuat kami melemah. Kami kehilangan Rivaldo untuk laga ini, serta Maicon," ujar Lefundes dalam konferensi, Minggu (28/12/2025).
Absennya tiga pilar utama tersebut dinilai Lefundes sangat krusial, terutama saat harus menghadapi laga berat melawan tim sekelas Malut United.
Ia menyoroti betapa sulitnya menjaga ritme permainan di kompetisi Liga Indonesia ketika opsi rotasi pemain sangat terbatas.
"Kami datang tanpa tiga pemain penting untuk laga seberat ini. Di liga seperti Indonesia, ketika Anda kehilangan pemain dan harus merotasi dengan skuad yang terbatas, itu melelahkan secara fisik," jelasnya.
Situasi ini memaksa tim pelatih memutar otak dengan pilihan yang minim di bangku cadangan. Lefundes mengakui bahwa saat ini opsi pengganti yang dimilikinya mayoritas adalah pemain muda yang masih butuh jam terbang.
"Kami tidak punya banyak pilihan di bangku cadangan (saat ini), hanya pemain-pemain muda," tambahnya.
Evaluasi juga datang dari sisi pemain. Winger lincah Borneo FC, Muhammad Sihran, mengakui bahwa hasil ini mengecewakan namun tim berkomitmen untuk segera bangkit.
"Kami telah bekerja keras, tapi kami tahu hasil yang didapat belum maksimal. Sudah beberapa kali kami tidak mendapatkan hasil yang baik di sini. Kami akan terus belajar dan memperbaiki setiap kesalahan," ujarnya.
Meski terlempar ke posisi kedua, Fabio Lefundes menolak untuk panik. Ia menegaskan kesalahan fatal yang dilakukan pemainnya saat melawan Malut United yang berujung pada gol lawan harus segera dievaluasi.
Fokus utamanya kini adalah menyapu bersih dua laga tersisa di putaran pertama untuk mengamankan 6 poin.
"Kami masih punya dua pertandingan lagi di putaran pertama, melawan PSM Makassar di kandang dan Persita di Tangerang. Kami akan mengejar poin penuh di dua laga tersisa ini," pungkasnya.
(Sf/Rs)