Seputar Kaltim

    Lembaga Adat Paser Siap Jadi Mitra Pemerintah dan Penopang Harmoni Sosial di Balikpapan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    13 Januari 2026 pukul 17:30 WITA

    Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Adat Paser (LAP) Kota Balikpapan usai dilantik. (Foto: Humas/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Lembaga Adat Paser (LAP) menegaskan komitmennya untuk berperan aktif menjaga keharmonisan sosial sekaligus mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Komitmen ini ditegaskan Ketua Umum Dewan LAP, Aji Sabri, usai pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LAP Kota Balikpapan, Selasa (13/1/2026).

    Menurutnya, pengukuhan pengurus DPD LAP Balikpapan yang melalui proses persiapan panjang menjadi titik awal penguatan peran lembaga adat di tengah masyarakat perkotaan yang majemuk.

    Ia menyampaikan, LAP memiliki peran penting sebagai penjaga nilai adat dan budaya Paser, sekaligus sebagai mitra pemerintah dalam menciptakan persatuan dan toleransi antarwarga.

    “Sebagai bagian dari unsur etnis di Kota Balikpapan, LAP harus mampu menjaga kearifan lokal sekaligus membangun kebersamaan di tengah keberagaman,” ucap Aji Sabri dalam sambutannya.

    Selain itu, LAP juga diarahkan untuk ikut berkontribusi dalam mendukung pembangunan IKN. Dirinya menekankan, dukungan tersebut tidak hanya sebatas wacana, melainkan diwujudkan melalui kerja sama dan kolaborasi nyata dengan berbagai etnis serta lembaga adat lainnya.

    “Keberadaan IKN harus disambut dengan semangat gotong royong. Masyarakat adat, termasuk Paser, memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” imbuhnya.

    Aji Sabri juga menjelaskan kondisi demografis masyarakat Paser yang sebagian besar bermukim di Kabupaten Paser dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Sementara di Kota Balikpapan, masyarakat Paser berada dalam jumlah minoritas.

    Meski demikian, ia menegaskan bahwa status minoritas tidak mengurangi peran serta kontribusi masyarakat Paser dalam pembangunan dan kehidupan sosial di Balikpapan.

    “Di daerah asal kami, jumlah masyarakat Paser masih cukup besar, sekitar 40 hingga 50 persen. Namun di mana pun berada, kami tetap berkomitmen menjaga adat dan beradaptasi dengan perkembangan zaman,” jelasnya.

    Ia menutup dengan menegaskan bahwa adat dan budaya harus menjadi sarana pemersatu, bukan pemecah belah.

    “Adat harus menjadi perekat sosial. Dengan menjunjung nilai kebijaksanaan dan cinta budaya, kami ingin LAP ikut membangun masa depan yang harmonis dan berkeadilan,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Lembaga Adat Paser Siap Jadi Mitra Pemerintah dan Penopang Harmoni Sosial di Balikpapan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    13 Januari 2026 pukul 17:30 WITA

    Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Adat Paser (LAP) Kota Balikpapan usai dilantik. (Foto: Humas/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Lembaga Adat Paser (LAP) menegaskan komitmennya untuk berperan aktif menjaga keharmonisan sosial sekaligus mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Komitmen ini ditegaskan Ketua Umum Dewan LAP, Aji Sabri, usai pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LAP Kota Balikpapan, Selasa (13/1/2026).

    Menurutnya, pengukuhan pengurus DPD LAP Balikpapan yang melalui proses persiapan panjang menjadi titik awal penguatan peran lembaga adat di tengah masyarakat perkotaan yang majemuk.

    Ia menyampaikan, LAP memiliki peran penting sebagai penjaga nilai adat dan budaya Paser, sekaligus sebagai mitra pemerintah dalam menciptakan persatuan dan toleransi antarwarga.

    “Sebagai bagian dari unsur etnis di Kota Balikpapan, LAP harus mampu menjaga kearifan lokal sekaligus membangun kebersamaan di tengah keberagaman,” ucap Aji Sabri dalam sambutannya.

    Selain itu, LAP juga diarahkan untuk ikut berkontribusi dalam mendukung pembangunan IKN. Dirinya menekankan, dukungan tersebut tidak hanya sebatas wacana, melainkan diwujudkan melalui kerja sama dan kolaborasi nyata dengan berbagai etnis serta lembaga adat lainnya.

    “Keberadaan IKN harus disambut dengan semangat gotong royong. Masyarakat adat, termasuk Paser, memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” imbuhnya.

    Aji Sabri juga menjelaskan kondisi demografis masyarakat Paser yang sebagian besar bermukim di Kabupaten Paser dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Sementara di Kota Balikpapan, masyarakat Paser berada dalam jumlah minoritas.

    Meski demikian, ia menegaskan bahwa status minoritas tidak mengurangi peran serta kontribusi masyarakat Paser dalam pembangunan dan kehidupan sosial di Balikpapan.

    “Di daerah asal kami, jumlah masyarakat Paser masih cukup besar, sekitar 40 hingga 50 persen. Namun di mana pun berada, kami tetap berkomitmen menjaga adat dan beradaptasi dengan perkembangan zaman,” jelasnya.

    Ia menutup dengan menegaskan bahwa adat dan budaya harus menjadi sarana pemersatu, bukan pemecah belah.

    “Adat harus menjadi perekat sosial. Dengan menjunjung nilai kebijaksanaan dan cinta budaya, kami ingin LAP ikut membangun masa depan yang harmonis dan berkeadilan,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)