Cari disini...
Seputarfakta.com-Lisda -
Seputar Kaltim
Ketua DPRD Kutim, Jimmi. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim), Jimmi, mengingatkan masyarakat agar lebih waspada menghadapi arus balik Lebaran yang diprediksi mencapai puncaknya pada H+7 Idulfitri.
Ia mengimbau para pemudik untuk tidak melakukan perjalanan secara bersamaan guna menghindari penumpukan kendaraan di jalur utama. Menurutnya, waktu libur yang masih cukup panjang bisa dimanfaatkan untuk mengatur jadwal keberangkatan.
“Jangan menumpuk di satu waktu. Kalau bisa diatur, berangkat lebih awal atau setelah puncak arus balik,” ujar Jimmi beberapa waktu lalu.
Ia menambahkan, kondisi infrastruktur jalan di wilayah Kutim juga menjadi perhatian. Sejumlah ruas jalan lintas provinsi dilaporkan mengalami kerusakan yang berisiko bagi pengendara, terutama saat volume kendaraan meningkat.
Jimmi meminta pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga konsentrasi, khususnya saat melintasi titik-titik jalan yang rusak.
Tak hanya itu, jembatan di kawasan Kandolo, Kecamatan Teluk Pandan, juga dinilai sebagai titik rawan. Kondisi jembatan tersebut dianggap cukup berisiko, terutama bagi kendaraan berat maupun saat cuaca ekstrem.
“Mudah-mudahan segera ada penanganan dari pemerintah daerah, supaya masyarakat merasa lebih aman saat melintas,” tambahnya.
Jimmi juga menekankan pentingnya disiplin berlalu lintas. Pengendara diminta tidak saling mendahului secara sembarangan serta tetap mematuhi rambu lalu lintas.
“Tertib di jalan, saling menghargai. Jangan terburu-buru,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com-Lisda -
Seputar Kaltim

Ketua DPRD Kutim, Jimmi. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim), Jimmi, mengingatkan masyarakat agar lebih waspada menghadapi arus balik Lebaran yang diprediksi mencapai puncaknya pada H+7 Idulfitri.
Ia mengimbau para pemudik untuk tidak melakukan perjalanan secara bersamaan guna menghindari penumpukan kendaraan di jalur utama. Menurutnya, waktu libur yang masih cukup panjang bisa dimanfaatkan untuk mengatur jadwal keberangkatan.
“Jangan menumpuk di satu waktu. Kalau bisa diatur, berangkat lebih awal atau setelah puncak arus balik,” ujar Jimmi beberapa waktu lalu.
Ia menambahkan, kondisi infrastruktur jalan di wilayah Kutim juga menjadi perhatian. Sejumlah ruas jalan lintas provinsi dilaporkan mengalami kerusakan yang berisiko bagi pengendara, terutama saat volume kendaraan meningkat.
Jimmi meminta pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga konsentrasi, khususnya saat melintasi titik-titik jalan yang rusak.
Tak hanya itu, jembatan di kawasan Kandolo, Kecamatan Teluk Pandan, juga dinilai sebagai titik rawan. Kondisi jembatan tersebut dianggap cukup berisiko, terutama bagi kendaraan berat maupun saat cuaca ekstrem.
“Mudah-mudahan segera ada penanganan dari pemerintah daerah, supaya masyarakat merasa lebih aman saat melintas,” tambahnya.
Jimmi juga menekankan pentingnya disiplin berlalu lintas. Pengendara diminta tidak saling mendahului secara sembarangan serta tetap mematuhi rambu lalu lintas.
“Tertib di jalan, saling menghargai. Jangan terburu-buru,” pungkasnya.
(Sf/Rs)