Cari disini...
Seputar Kaltim
Layanan transportasi umum berupa Balikpapan City Trans (BCT) masih belum dikenakan tarif. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Layanan gratis Balikpapan City Trans (BCT) sejak diluncurkan pada 1 Juli 2024 mulai membawa dampak nyata terhadap pola mobilitas masyarakat.
Warga yang sebelumnya mengandalkan kendaraan pribadi kini mulai beralih ke moda transportasi publik yang dinilai lebih hemat dan ramah lingkungan.
Plt. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan, Zulkifli menyampaikan, bahwa meski tarif resmi BCT belum ditetapkan karena masih menunggu Surat Keputusan dari Kementerian Perhubungan, minat masyarakat terhadap layanan ini terus meningkat.
“Masyarakat antusias karena merasa ini solusi yang efisien untuk mobilitas sehari-hari,” jelas Zulkifli kepada media, Rabu (23/4/2025).
Salah satu warga, Indah mengakui bahwa kehadiran BCT sangat membantu.
“Saya biasanya naik motor ke tempat kerja, sekarang lebih pilih BCT karena nyaman dan gratis. Selain hemat, saya juga jadi lebih santai di perjalanan,” akunya.
Zulkifli menilai, tren ini menjadi bukti bahwa penyediaan transportasi umum yang layak bisa mengubah kebiasaan masyarakat, bahkan tanpa perlu regulasi ketat.
“Ini menunjukkan bahwa masyarakat akan beralih ke transportasi publik jika pelayanannya bagus dan konsisten,” ujarnya.
Sementara itu, belum ditetapkannya tarif resmi justru menjadi momentum edukasi dan promosi bagi pemerintah kota.
Dengan menjaga kualitas layanan dan membangun kepercayaan warga, BCT bukan hanya menjadi alat transportasi, tetapi juga simbol perubahan budaya mobilitas di Balikpapan.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Layanan transportasi umum berupa Balikpapan City Trans (BCT) masih belum dikenakan tarif. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Layanan gratis Balikpapan City Trans (BCT) sejak diluncurkan pada 1 Juli 2024 mulai membawa dampak nyata terhadap pola mobilitas masyarakat.
Warga yang sebelumnya mengandalkan kendaraan pribadi kini mulai beralih ke moda transportasi publik yang dinilai lebih hemat dan ramah lingkungan.
Plt. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan, Zulkifli menyampaikan, bahwa meski tarif resmi BCT belum ditetapkan karena masih menunggu Surat Keputusan dari Kementerian Perhubungan, minat masyarakat terhadap layanan ini terus meningkat.
“Masyarakat antusias karena merasa ini solusi yang efisien untuk mobilitas sehari-hari,” jelas Zulkifli kepada media, Rabu (23/4/2025).
Salah satu warga, Indah mengakui bahwa kehadiran BCT sangat membantu.
“Saya biasanya naik motor ke tempat kerja, sekarang lebih pilih BCT karena nyaman dan gratis. Selain hemat, saya juga jadi lebih santai di perjalanan,” akunya.
Zulkifli menilai, tren ini menjadi bukti bahwa penyediaan transportasi umum yang layak bisa mengubah kebiasaan masyarakat, bahkan tanpa perlu regulasi ketat.
“Ini menunjukkan bahwa masyarakat akan beralih ke transportasi publik jika pelayanannya bagus dan konsisten,” ujarnya.
Sementara itu, belum ditetapkannya tarif resmi justru menjadi momentum edukasi dan promosi bagi pemerintah kota.
Dengan menjaga kualitas layanan dan membangun kepercayaan warga, BCT bukan hanya menjadi alat transportasi, tetapi juga simbol perubahan budaya mobilitas di Balikpapan.
(Sf/Rs)