Seputar Kaltim

    Layanan Catlab Hadir di RSUD Kudungga, Tangani Pasien Jantung dan Stroke

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    25 Mei 2026 pukul 21:57 WITA

    Layanan CatLab RSUD Kudungga Sangatta yang digunakan untuk penanganan pasien jantung dan stroke. (Foto: Lisda/Seputarfakta.com)

    Sangatta - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga Sangatta, Kutai Timur (Kutim) kini memiliki layanan Catheterization Laboratory (Catlab) senilai Rp19 miliar yang sudah mulai menangani pasien jantung darurat. Bahkan, empat kasus telah ditangani sebelum layanan tersebut dipublikasikan secara luas.

    Direktur RSUD Kudungga, dr Muhammad Yusuf mengatakan layanan catlab menjadi fasilitas strategis dalam penanganan penyakit jantung dan stroke yang hingga kini masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

    “Penyakit stroke masih menempati peringkat pertama penyebab kematian sebesar 19,42 persen. Disusul penyakit jantung iskemik atau serangan jantung sebesar 14,28 persen,” ujar dr Yusuf.

    Ia menambahkan, penyakit kanker juga berada di peringkat ketiga penyebab kematian. Menurutnya, kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan karena kini banyak menyerang usia produktif.

    Dengan hadirnya layanan catlab, masyarakat Kutim kini memiliki akses pemeriksaan dan tindakan medis jantung serta stroke yang lebih dekat tanpa harus dirujuk ke luar daerah.

    “Kami berharap kehadiran catlab dapat mempercepat penanganan kasus penyakit jantung dan stroke serta meningkatkan angka keselamatan pasien di Kutim,” katanya.

    Ia mengatakan layanan catlab sebenarnya sudah mulai beroperasi sebelum dipublikasikan secara luas. Sejauh ini, sudah ada empat kasus yang ditangani, termasuk satu pasien serangan jantung darurat.

    “Kalau catlab kita sudah running. Bahkan sebelum hari ini sudah ada empat kasus yang kita tangani. Salah satunya serangan jantung, artinya kasus darurat,” ungkapnya.

    Ia berharap keberadaan layanan tersebut nantinya bisa menjadi pilihan utama masyarakat Kutim dalam penanganan penyakit jantung dan stroke.

    Namun, tantangan layanan catlab masih berkaitan dengan biaya tindakan medis yang cukup tinggi. Untuk tindakan sederhana, biayanya mulai sekitar Rp7 juta dan bisa lebih mahal tergantung penanganannya.

    “Paling rendah tarif tindakan sederhana sekitar Rp7 juta. Selebihnya bisa lebih mahal tergantung kompleksitas dan banyaknya tindakan yang dilakukan,” jelasnya.

    Saat ini RSUD Kudungga masih menunggu proses kerja sama dengan BPJS Kesehatan agar layanan tersebut dapat diakses peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

    “Harapan kita bisa segera kerja sama BPJS. Jadi kalau peserta JKN bisa gratis saat menjadi pasien BPJS,” katanya.

    Sambil menunggu kerja sama tersebut, pihak rumah sakit juga mulai menyasar perusahaan-perusahaan di Kutim yang selama ini merujuk pasien ke Samarinda maupun Balikpapan.

    “Daripada jauh-jauh dikirim ke sana, alat kita malah lebih canggih. Dokternya juga fresh, kualitasnya sama. Saya yakin biaya ke luar daerah juga pasti lebih besar,” ucapnya.

    Ia mengatakan total anggaran layanan catlab mencapai sekitar Rp19 miliar. Anggaran itu mencakup pembangunan gedung, pengadaan alat dan pelatihan tenaga medis.

    “Kalau tidak salah sekitar Rp19 miliar. Itu include semua, dengan gedung, alat dan pelatihan dokternya. Untuk pembangunan gedung sekitar Rp5 miliar, termasuk rancangan dan konstruksinya,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Layanan Catlab Hadir di RSUD Kudungga, Tangani Pasien Jantung dan Stroke

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    25 Mei 2026 pukul 21:57 WITA

    Layanan CatLab RSUD Kudungga Sangatta yang digunakan untuk penanganan pasien jantung dan stroke. (Foto: Lisda/Seputarfakta.com)

    Sangatta - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga Sangatta, Kutai Timur (Kutim) kini memiliki layanan Catheterization Laboratory (Catlab) senilai Rp19 miliar yang sudah mulai menangani pasien jantung darurat. Bahkan, empat kasus telah ditangani sebelum layanan tersebut dipublikasikan secara luas.

    Direktur RSUD Kudungga, dr Muhammad Yusuf mengatakan layanan catlab menjadi fasilitas strategis dalam penanganan penyakit jantung dan stroke yang hingga kini masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

    “Penyakit stroke masih menempati peringkat pertama penyebab kematian sebesar 19,42 persen. Disusul penyakit jantung iskemik atau serangan jantung sebesar 14,28 persen,” ujar dr Yusuf.

    Ia menambahkan, penyakit kanker juga berada di peringkat ketiga penyebab kematian. Menurutnya, kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan karena kini banyak menyerang usia produktif.

    Dengan hadirnya layanan catlab, masyarakat Kutim kini memiliki akses pemeriksaan dan tindakan medis jantung serta stroke yang lebih dekat tanpa harus dirujuk ke luar daerah.

    “Kami berharap kehadiran catlab dapat mempercepat penanganan kasus penyakit jantung dan stroke serta meningkatkan angka keselamatan pasien di Kutim,” katanya.

    Ia mengatakan layanan catlab sebenarnya sudah mulai beroperasi sebelum dipublikasikan secara luas. Sejauh ini, sudah ada empat kasus yang ditangani, termasuk satu pasien serangan jantung darurat.

    “Kalau catlab kita sudah running. Bahkan sebelum hari ini sudah ada empat kasus yang kita tangani. Salah satunya serangan jantung, artinya kasus darurat,” ungkapnya.

    Ia berharap keberadaan layanan tersebut nantinya bisa menjadi pilihan utama masyarakat Kutim dalam penanganan penyakit jantung dan stroke.

    Namun, tantangan layanan catlab masih berkaitan dengan biaya tindakan medis yang cukup tinggi. Untuk tindakan sederhana, biayanya mulai sekitar Rp7 juta dan bisa lebih mahal tergantung penanganannya.

    “Paling rendah tarif tindakan sederhana sekitar Rp7 juta. Selebihnya bisa lebih mahal tergantung kompleksitas dan banyaknya tindakan yang dilakukan,” jelasnya.

    Saat ini RSUD Kudungga masih menunggu proses kerja sama dengan BPJS Kesehatan agar layanan tersebut dapat diakses peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

    “Harapan kita bisa segera kerja sama BPJS. Jadi kalau peserta JKN bisa gratis saat menjadi pasien BPJS,” katanya.

    Sambil menunggu kerja sama tersebut, pihak rumah sakit juga mulai menyasar perusahaan-perusahaan di Kutim yang selama ini merujuk pasien ke Samarinda maupun Balikpapan.

    “Daripada jauh-jauh dikirim ke sana, alat kita malah lebih canggih. Dokternya juga fresh, kualitasnya sama. Saya yakin biaya ke luar daerah juga pasti lebih besar,” ucapnya.

    Ia mengatakan total anggaran layanan catlab mencapai sekitar Rp19 miliar. Anggaran itu mencakup pembangunan gedung, pengadaan alat dan pelatihan tenaga medis.

    “Kalau tidak salah sekitar Rp19 miliar. Itu include semua, dengan gedung, alat dan pelatihan dokternya. Untuk pembangunan gedung sekitar Rp5 miliar, termasuk rancangan dan konstruksinya,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)