Cari disini...
Seputar Kaltim
Para peserta mengikuti pelatihan pembinaan kuliner dari DPPKUKM. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menggenjot pertumbuhan ekonomi daerah dengan mencetak wirausaha baru.
Tahun ini, pembinaan difokuskan secara khusus pada sektor kuliner dengan menargetkan 50 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) perorangan.
Kepala DPPKUKM Kaltim, Heni Purwaningsih, menjelaskan bahwa penciptaan puluhan UMKM baru tersebut dibingkai dalam Program Kewirausahaan Terpadu yang sejalan dengan inisiatif Jospol.
Program ini mulai berjalan secara bertahap dengan menyasar peserta di tiga wilayah, yakni Samarinda, Bontang, dan Penajam.
Pemilihan sektor kuliner sebagai fokus utama tahun ini bukan tanpa alasan. Tingginya antusiasme masyarakat menjadi pertimbangan utama dinas.
"Tahun ini fokus kita di kuliner. Karena peminat yang paling banyak setiap tahunnya memang ada di sektor kuliner," ujar Heni.
Mengingat luasnya variasi produk makanan dan minuman di pasaran, Heni menyebut pelatihan tidak akan berfokus pada pembuatan satu jenis produk spesifik.
DPPKUKM lebih memilih untuk membekali peserta dengan pondasi bisnis yang kuat agar usaha mereka bisa bersaing dan bertahan lama.
"Kita mengajarkan dasar-dasar untuk membangun sebuah bisnis kuliner. Mulai dari teknik produksi, pengemasan (packaging), hingga pemasarannya," jelasnya.
Lebih lanjut, Heni menekankan bahwa komitmen pemerintah tidak sebatas memberikan pelatihan di dalam kelas.
Sesuai namanya, program terpadu ini dirancang sebagai sebuah proses panjang hingga UMKM tersebut benar-benar mandiri dan memiliki legalitas yang jelas.
Setelah pendampingan dan pemberian bantuan peralatan, pemerintah juga akan mengawal urusan standardisasi produk.
"Sampai yang terakhir adalah fasilitasi untuk mengakses sertifikasi seperti sertifikat halal, pengurusan NIB, PIRT, dan sebagainya," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Para peserta mengikuti pelatihan pembinaan kuliner dari DPPKUKM. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menggenjot pertumbuhan ekonomi daerah dengan mencetak wirausaha baru.
Tahun ini, pembinaan difokuskan secara khusus pada sektor kuliner dengan menargetkan 50 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) perorangan.
Kepala DPPKUKM Kaltim, Heni Purwaningsih, menjelaskan bahwa penciptaan puluhan UMKM baru tersebut dibingkai dalam Program Kewirausahaan Terpadu yang sejalan dengan inisiatif Jospol.
Program ini mulai berjalan secara bertahap dengan menyasar peserta di tiga wilayah, yakni Samarinda, Bontang, dan Penajam.
Pemilihan sektor kuliner sebagai fokus utama tahun ini bukan tanpa alasan. Tingginya antusiasme masyarakat menjadi pertimbangan utama dinas.
"Tahun ini fokus kita di kuliner. Karena peminat yang paling banyak setiap tahunnya memang ada di sektor kuliner," ujar Heni.
Mengingat luasnya variasi produk makanan dan minuman di pasaran, Heni menyebut pelatihan tidak akan berfokus pada pembuatan satu jenis produk spesifik.
DPPKUKM lebih memilih untuk membekali peserta dengan pondasi bisnis yang kuat agar usaha mereka bisa bersaing dan bertahan lama.
"Kita mengajarkan dasar-dasar untuk membangun sebuah bisnis kuliner. Mulai dari teknik produksi, pengemasan (packaging), hingga pemasarannya," jelasnya.
Lebih lanjut, Heni menekankan bahwa komitmen pemerintah tidak sebatas memberikan pelatihan di dalam kelas.
Sesuai namanya, program terpadu ini dirancang sebagai sebuah proses panjang hingga UMKM tersebut benar-benar mandiri dan memiliki legalitas yang jelas.
Setelah pendampingan dan pemberian bantuan peralatan, pemerintah juga akan mengawal urusan standardisasi produk.
"Sampai yang terakhir adalah fasilitasi untuk mengakses sertifikasi seperti sertifikat halal, pengurusan NIB, PIRT, dan sebagainya," pungkasnya.
(Sf/Rs)