Cari disini...
Seputar Kaltim
Salah satu fokus yang ditawarkan ASUS melalui ExpertBook Ultra ialah teknologi AI. (Foto: maya sari/seputarfakta.com)
Balikpapan – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) mulai membawa perubahan pada perangkat kerja profesional. Laptop bisnis tidak lagi hanya dituntut memiliki kemampuan pemrosesan yang tinggi, tetapi juga mampu menjalankan berbagai fungsi AI secara langsung di perangkat.
Kebutuhan tersebut menjadi salah satu fokus yang ditawarkan ASUS melalui ExpertBook Ultra. Laptop bisnis kelas premium ini dirancang untuk mendukung pekerjaan yang membutuhkan kemampuan multitasking sekaligus pemrosesan AI secara lokal.
“ExpertBook Ultra menggunakan prosesor hingga Intel Core Ultra X9 Processor 388H, yang dilengkapi Neural Processing Unit (NPU) dengan kemampuan pemrosesan AI hingga 50 Trillion Operations Per Second (TOPS),” ucap Commercial Director ASUS Indonesia, Eric Khoven kepada media, Sabtu (5/9/2026).
Menurutnya, kemampuan tersebut memungkinkan sejumlah pekerjaan berbasis AI dilakukan langsung, melalui perangkat tanpa sepenuhnya bergantung pada pemrosesan berbasis cloud.
“Sebagai fondasi era baru Copilot+ PC, ASUS ExpertBook Ultra mengandalkan prosesor hingga Intel Core Ultra X9 Processor 388H generasi terbaru yang dipadukan dengan NPU,” ujar Eric.
Pemanfaatan NPU juga diterapkan pada fitur AI ExpertMeet. Fitur tersebut memungkinkan proses seperti transkripsi, penerjemahan bahasa dan optimalisasi kamera saat konferensi video dilakukan melalui pemrosesan AI di perangkat.
Pendekatan ini dinilai dapat membantu menjaga efisiensi penggunaan daya, sekaligus mengurangi beban kerja prosesor utama ketika pengguna menjalankan berbagai aplikasi secara bersamaan.
“Dalam aktivitas pekerjaan sehari-hari, kemampuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung skenario multitasking, seperti mengikuti rapat daring sambil mengolah data menggunakan Excel dan membuka dokumen presentasi dalam waktu bersamaan,” terangnya.
Selain pemrosesan AI, aspek mobilitas juga menjadi perhatian. ExpertBook Ultra memiliki bobot sekitar 1,1 kilogram sehingga ditujukan bagi pengguna yang memiliki aktivitas kerja dengan mobilitas tinggi.
Laptop tersebut juga menggunakan layar Tandem OLED 14 inci dengan tingkat kecerahan puncak hingga 1.400 nits.
“Teknologi tersebut ditujukan untuk membantu pengguna tetap melihat tampilan dokumen, maupun materi presentasi ketika bekerja di lingkungan dengan pencahayaan terang,” ungkapnya.
Dari sisi ketahanan, perangkat ini menggunakan sasis yang diklaim memenuhi standar militer US MIL-STD 810H. ASUS juga menyebut perangkat mampu menahan tekanan hingga 100 kilogram dalam skenario tertentu.
Untuk kebutuhan keamanan perusahaan, ExpertBook Ultra dilengkapi sistem ASUS ExpertGuardian.
“Sistem tersebut dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap data dan perangkat, termasuk ketika media penyimpanan dilepas dari laptop,” lanjutnya.
Selain itu, ASUS menghadirkan Zenni Claw yang memungkinkan pengguna menjalankan agentic AI secara lokal, maupun melalui cloud dengan menghubungkan sejumlah layanan AI.
Dengan dukungan RAM LPDDR5x hingga 64 GB, perangkat juga ditujukan untuk menjalankan sejumlah model AI berukuran tertentu secara lokal tanpa koneksi internet. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa fungsi laptop bisnis kini mulai bergeser.
“Perangkat kerja tidak hanya dituntut cepat dalam menjalankan aplikasi, tetapi juga semakin diarahkan menjadi pusat pemrosesan AI yang dapat membantu pekerjaan secara langsung,” pungkasnya.
Bagi kalangan profesional dan perusahaan, kemampuan menjalankan AI di perangkat menjadi salah satu faktor yang mulai dipertimbangkan, terutama untuk menunjang produktivitas, mobilitas serta pengelolaan data dalam aktivitas kerja sehari-hari.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Salah satu fokus yang ditawarkan ASUS melalui ExpertBook Ultra ialah teknologi AI. (Foto: maya sari/seputarfakta.com)
Balikpapan – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) mulai membawa perubahan pada perangkat kerja profesional. Laptop bisnis tidak lagi hanya dituntut memiliki kemampuan pemrosesan yang tinggi, tetapi juga mampu menjalankan berbagai fungsi AI secara langsung di perangkat.
Kebutuhan tersebut menjadi salah satu fokus yang ditawarkan ASUS melalui ExpertBook Ultra. Laptop bisnis kelas premium ini dirancang untuk mendukung pekerjaan yang membutuhkan kemampuan multitasking sekaligus pemrosesan AI secara lokal.
“ExpertBook Ultra menggunakan prosesor hingga Intel Core Ultra X9 Processor 388H, yang dilengkapi Neural Processing Unit (NPU) dengan kemampuan pemrosesan AI hingga 50 Trillion Operations Per Second (TOPS),” ucap Commercial Director ASUS Indonesia, Eric Khoven kepada media, Sabtu (5/9/2026).
Menurutnya, kemampuan tersebut memungkinkan sejumlah pekerjaan berbasis AI dilakukan langsung, melalui perangkat tanpa sepenuhnya bergantung pada pemrosesan berbasis cloud.
“Sebagai fondasi era baru Copilot+ PC, ASUS ExpertBook Ultra mengandalkan prosesor hingga Intel Core Ultra X9 Processor 388H generasi terbaru yang dipadukan dengan NPU,” ujar Eric.
Pemanfaatan NPU juga diterapkan pada fitur AI ExpertMeet. Fitur tersebut memungkinkan proses seperti transkripsi, penerjemahan bahasa dan optimalisasi kamera saat konferensi video dilakukan melalui pemrosesan AI di perangkat.
Pendekatan ini dinilai dapat membantu menjaga efisiensi penggunaan daya, sekaligus mengurangi beban kerja prosesor utama ketika pengguna menjalankan berbagai aplikasi secara bersamaan.
“Dalam aktivitas pekerjaan sehari-hari, kemampuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung skenario multitasking, seperti mengikuti rapat daring sambil mengolah data menggunakan Excel dan membuka dokumen presentasi dalam waktu bersamaan,” terangnya.
Selain pemrosesan AI, aspek mobilitas juga menjadi perhatian. ExpertBook Ultra memiliki bobot sekitar 1,1 kilogram sehingga ditujukan bagi pengguna yang memiliki aktivitas kerja dengan mobilitas tinggi.
Laptop tersebut juga menggunakan layar Tandem OLED 14 inci dengan tingkat kecerahan puncak hingga 1.400 nits.
“Teknologi tersebut ditujukan untuk membantu pengguna tetap melihat tampilan dokumen, maupun materi presentasi ketika bekerja di lingkungan dengan pencahayaan terang,” ungkapnya.
Dari sisi ketahanan, perangkat ini menggunakan sasis yang diklaim memenuhi standar militer US MIL-STD 810H. ASUS juga menyebut perangkat mampu menahan tekanan hingga 100 kilogram dalam skenario tertentu.
Untuk kebutuhan keamanan perusahaan, ExpertBook Ultra dilengkapi sistem ASUS ExpertGuardian.
“Sistem tersebut dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap data dan perangkat, termasuk ketika media penyimpanan dilepas dari laptop,” lanjutnya.
Selain itu, ASUS menghadirkan Zenni Claw yang memungkinkan pengguna menjalankan agentic AI secara lokal, maupun melalui cloud dengan menghubungkan sejumlah layanan AI.
Dengan dukungan RAM LPDDR5x hingga 64 GB, perangkat juga ditujukan untuk menjalankan sejumlah model AI berukuran tertentu secara lokal tanpa koneksi internet. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa fungsi laptop bisnis kini mulai bergeser.
“Perangkat kerja tidak hanya dituntut cepat dalam menjalankan aplikasi, tetapi juga semakin diarahkan menjadi pusat pemrosesan AI yang dapat membantu pekerjaan secara langsung,” pungkasnya.
Bagi kalangan profesional dan perusahaan, kemampuan menjalankan AI di perangkat menjadi salah satu faktor yang mulai dipertimbangkan, terutama untuk menunjang produktivitas, mobilitas serta pengelolaan data dalam aktivitas kerja sehari-hari.
(Sf/Rs)