Seputar Kaltim

    Lapas Narkotika Samarinda Sembelih 2 Sapi dan 4 Kambing demi Berikan Pembelajaran untuk Warga Binaan 

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    17 Juni 2024 pukul 20:21 WITA

    Pemotongan daging kurban di Lapas Narkotika II A. (Foto: Ho/Dokumen pribadi )

    Samarinda - Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Narkotika Samarinda merayakan Hari Raya Iduladha 1445 Hijriah. Mereka juga melaksanakan pemotongan hewan kurban.

    Kepala Lapas Narkotika Samarinda, Hidayat, mengungkapkan sebagai sarana pembelajaran bagi para warga binaan untuk mengimplementasikan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian.

    "Melaksanakan kurban yang terdiri dari empat ekor kambing dan dua ekor sapi, dan prosesi ini berlangsung lancar," ungkap Hidayat.

    Di balik dinding-dinding Lapas, terdapat upaya-upaya positif yang terus dilakukan untuk membina dan mengembalikan para WBP ke jalan yang lebih baik. "Rangkaian ibadah kurban dan sejumlah program spiritual secara rutin merupakan komitmen kami dalam melaksanakan tugas pembinaan secara humanis," tuturnya.

    Hadir pula, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kalimantan Timur, Gun Gun Gunawan. Ia mengatakan perayaan ini tidak hanya sekedar ritual tahunan, tetapi juga menjadi momen introspeksi dan pembelajaran bagi para warga binaan.

    Sebelumnya pada pelaksanaan salat Iduladha, kegembiraan WBP terpancar saat di Masjid Ash-Solihin yang berada di area Lapas. Salat Iduladha yang diikuti oleh para petugas Lapas dan warga binaan berlangsung khusyuk. 

    Ia menekankan bahwa perayaan Iduladha merupakan kesempatan emas bagi para warga binaan untuk merenung dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. "Momen ini sangat berharga untuk refleksi dan introspeksi diri," kata Gunawan.

    Ia juga menyampaikan perayaan Iduladha ini menjadi simbol komitmen Lapas Narkotika Samarinda dalam memberikan pembinaan yang humanis dan berorientasi pada perubahan perilaku para WBP. "Kami berharap mereka dapat kembali ke masyarakat sebagai individu yang lebih baik dan bertanggung jawab," harapnya.

    Shalat Id diakhiri dengan doa bersama, memohon agar semua amal ibadah diterima oleh Allah SWT dan menjadi berkah bagi semua yang hadir serta bagi masyarakat luas. Gunawan menambahkan bahwa perayaan ini diharapkan dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan para WBP serta memberikan motivasi bagi mereka untuk terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Lapas Narkotika Samarinda Sembelih 2 Sapi dan 4 Kambing demi Berikan Pembelajaran untuk Warga Binaan 

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    17 Juni 2024 pukul 20:21 WITA

    Pemotongan daging kurban di Lapas Narkotika II A. (Foto: Ho/Dokumen pribadi )

    Samarinda - Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Narkotika Samarinda merayakan Hari Raya Iduladha 1445 Hijriah. Mereka juga melaksanakan pemotongan hewan kurban.

    Kepala Lapas Narkotika Samarinda, Hidayat, mengungkapkan sebagai sarana pembelajaran bagi para warga binaan untuk mengimplementasikan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian.

    "Melaksanakan kurban yang terdiri dari empat ekor kambing dan dua ekor sapi, dan prosesi ini berlangsung lancar," ungkap Hidayat.

    Di balik dinding-dinding Lapas, terdapat upaya-upaya positif yang terus dilakukan untuk membina dan mengembalikan para WBP ke jalan yang lebih baik. "Rangkaian ibadah kurban dan sejumlah program spiritual secara rutin merupakan komitmen kami dalam melaksanakan tugas pembinaan secara humanis," tuturnya.

    Hadir pula, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kalimantan Timur, Gun Gun Gunawan. Ia mengatakan perayaan ini tidak hanya sekedar ritual tahunan, tetapi juga menjadi momen introspeksi dan pembelajaran bagi para warga binaan.

    Sebelumnya pada pelaksanaan salat Iduladha, kegembiraan WBP terpancar saat di Masjid Ash-Solihin yang berada di area Lapas. Salat Iduladha yang diikuti oleh para petugas Lapas dan warga binaan berlangsung khusyuk. 

    Ia menekankan bahwa perayaan Iduladha merupakan kesempatan emas bagi para warga binaan untuk merenung dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. "Momen ini sangat berharga untuk refleksi dan introspeksi diri," kata Gunawan.

    Ia juga menyampaikan perayaan Iduladha ini menjadi simbol komitmen Lapas Narkotika Samarinda dalam memberikan pembinaan yang humanis dan berorientasi pada perubahan perilaku para WBP. "Kami berharap mereka dapat kembali ke masyarakat sebagai individu yang lebih baik dan bertanggung jawab," harapnya.

    Shalat Id diakhiri dengan doa bersama, memohon agar semua amal ibadah diterima oleh Allah SWT dan menjadi berkah bagi semua yang hadir serta bagi masyarakat luas. Gunawan menambahkan bahwa perayaan ini diharapkan dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan para WBP serta memberikan motivasi bagi mereka untuk terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.

    (Sf/Rs)