Cari disini...
Seputar Kaltim
Flyer Salur Syukur Lanjong Foundation. (Foto: Istimewa)
Tenggarong - Lanjong Foundation kembali menghadirkan Sahur Mayur, sebuah agenda seni dan kebudayaan yang telah menjadi tradisi setiap Ramadan di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar)
Memasuki edisi ke-13, Sahur Mayur tahun ini mengusung tema Sulur Syukur yang akan digelar pada 15 Maret 2025 di Kampung Seni Ladaya.
Perwakilan Lanjong Foundation, Wawan mengatakan kegiatan ini dilakukan sebagai ruang pertemuan antara seni, spiritualitas dan refleksi sosial, Sahur Mayur tidak sekadar menjadi ajang berbagi santapan sahur, tetapi juga wadah bagi para seniman, budayawan, serta masyarakat untuk berdialog dan berekspresi.
"Jadi tema Sulur Syukur diambil untuk mengajak masyarakat merenungkan bagaimana rasa syukur bertumbuh seperti sulur, merambat dalam keterbatasan, mencari pegangan dalam ketidakpastian dan akhirnya mengakar dalam kesadaran kolektif," kata Wawan Senin (3/3/2025).
Wawan mengungkapkan, acara ini melibatkan bermacam pertunjukan seni, seperti diskusi budaya dan perenungan bersama yang akan memperkaya pengalaman dan pengetahuan di bulan suci Ramadan ini.
Kata dia, dengan latar Kampung Seni Ladaya yang kental akan nuansa kebudayaan, Sahur Mayur ke-13 diharapkan menjadi ruang inspiratif bagi semua yang hadir.
Lanjong Foundation mengundang seluruh pegiat seni, akademisi, dan masyarakat luas untuk turut serta dalam perayaan ini.
"Mari berbagi, merenung dan merayakan syukur dalam kebersamaan. Silahkan hadir," pungkasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Flyer Salur Syukur Lanjong Foundation. (Foto: Istimewa)
Tenggarong - Lanjong Foundation kembali menghadirkan Sahur Mayur, sebuah agenda seni dan kebudayaan yang telah menjadi tradisi setiap Ramadan di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar)
Memasuki edisi ke-13, Sahur Mayur tahun ini mengusung tema Sulur Syukur yang akan digelar pada 15 Maret 2025 di Kampung Seni Ladaya.
Perwakilan Lanjong Foundation, Wawan mengatakan kegiatan ini dilakukan sebagai ruang pertemuan antara seni, spiritualitas dan refleksi sosial, Sahur Mayur tidak sekadar menjadi ajang berbagi santapan sahur, tetapi juga wadah bagi para seniman, budayawan, serta masyarakat untuk berdialog dan berekspresi.
"Jadi tema Sulur Syukur diambil untuk mengajak masyarakat merenungkan bagaimana rasa syukur bertumbuh seperti sulur, merambat dalam keterbatasan, mencari pegangan dalam ketidakpastian dan akhirnya mengakar dalam kesadaran kolektif," kata Wawan Senin (3/3/2025).
Wawan mengungkapkan, acara ini melibatkan bermacam pertunjukan seni, seperti diskusi budaya dan perenungan bersama yang akan memperkaya pengalaman dan pengetahuan di bulan suci Ramadan ini.
Kata dia, dengan latar Kampung Seni Ladaya yang kental akan nuansa kebudayaan, Sahur Mayur ke-13 diharapkan menjadi ruang inspiratif bagi semua yang hadir.
Lanjong Foundation mengundang seluruh pegiat seni, akademisi, dan masyarakat luas untuk turut serta dalam perayaan ini.
"Mari berbagi, merenung dan merayakan syukur dalam kebersamaan. Silahkan hadir," pungkasnya.
(Sf/By)