Cari disini...
Seputar Kaltim
Halaman yang kerap dijadikan tempat latihan Pickleball di PPU.(Foto : Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Cabang Olahraga (Cabor) Pickleball Penajam Paser Utara (PPU) menjadi langganan juara di berbagai pertandingan bergengsi, mulai dari tingkat daerah hingga kejuaraan dunia.
Tercatat dari total 23 atlet pickleball yang dikirim untuk mengikuti kejuaraan dunia di Bali pada 2024 lalu, kontingen PPU berhasil meraih tujuh medali emas, tiga perak dan enam perunggu.
“Alhamdulillah anak-anak kita ini (atlet pickleball) meski masih pelajar telah ikut dalam ajang kejuaraan dunia dan membawa pulang medali,” ucap Sekretaris Umum Indonesia Pickleball Federation (IPF) PPU, Arsyad Manshur, Jumat (27/6/2025).
Capaian ini menandakan Cabor Pickleball di PPU memiliki potensi besar untuk berkembang ke tingkatan lebih jauh lagi apabila didukung secara intensif oleh pemerintah daerah.
Meski telah mengharumkan nama daerah hingga kancah Internasional, ternyata Cabor Pickleball di PPU belum memiliki tempat latihan resmi.
Arsyad Manshur menyebut selama ini atlet-atlet pickleball kerap menggunakan Halaman Masjid Islamic Center di Kelurahan Nipah-Nipah sebagai tempat latihan.
“Terkait ketersediaan tempat latihan ini menjadi permasalahan, terutama di PPU. Halaman Islamic jadi bukti sejarah perjuangan atlet-atlet dalam meraih prestasi untuk daerah karena kita belum memiliki lapangan khusus,” bebernya.
Arsyad mengaku pihaknya telah mengajukan berbagai usulan terkait penyediaan tempat latihan khusus cabor pickleball. Tapi hingga kini usulan tersebut belum direalisasikan pemerintah daerah.
“Rencana kita sudah sering ada (usulan penyediaan tempat latihan khusus pickleball), tapi belum terealisasi kayaknya,” ungkapnya.
Ia berharap usulan yang sempat diajukan kepada pemerintah daerah dapat direalisasikan agar pelatihan dan pembinaan terhadap atlet-atlet bisa berjalan maksimal.
“Kita sering didukung bantuan dari pemerintah daerah, terutama menyangkut proses peminjaman lapangan. Nggak ada kendala sih sebenarnya, tapi lebih bagus jika ada lapangan khusus. Jadi kami sangat mengharapkan ada lapangan khusus agar latihan tidak terganggu,” tandasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Halaman yang kerap dijadikan tempat latihan Pickleball di PPU.(Foto : Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Cabang Olahraga (Cabor) Pickleball Penajam Paser Utara (PPU) menjadi langganan juara di berbagai pertandingan bergengsi, mulai dari tingkat daerah hingga kejuaraan dunia.
Tercatat dari total 23 atlet pickleball yang dikirim untuk mengikuti kejuaraan dunia di Bali pada 2024 lalu, kontingen PPU berhasil meraih tujuh medali emas, tiga perak dan enam perunggu.
“Alhamdulillah anak-anak kita ini (atlet pickleball) meski masih pelajar telah ikut dalam ajang kejuaraan dunia dan membawa pulang medali,” ucap Sekretaris Umum Indonesia Pickleball Federation (IPF) PPU, Arsyad Manshur, Jumat (27/6/2025).
Capaian ini menandakan Cabor Pickleball di PPU memiliki potensi besar untuk berkembang ke tingkatan lebih jauh lagi apabila didukung secara intensif oleh pemerintah daerah.
Meski telah mengharumkan nama daerah hingga kancah Internasional, ternyata Cabor Pickleball di PPU belum memiliki tempat latihan resmi.
Arsyad Manshur menyebut selama ini atlet-atlet pickleball kerap menggunakan Halaman Masjid Islamic Center di Kelurahan Nipah-Nipah sebagai tempat latihan.
“Terkait ketersediaan tempat latihan ini menjadi permasalahan, terutama di PPU. Halaman Islamic jadi bukti sejarah perjuangan atlet-atlet dalam meraih prestasi untuk daerah karena kita belum memiliki lapangan khusus,” bebernya.
Arsyad mengaku pihaknya telah mengajukan berbagai usulan terkait penyediaan tempat latihan khusus cabor pickleball. Tapi hingga kini usulan tersebut belum direalisasikan pemerintah daerah.
“Rencana kita sudah sering ada (usulan penyediaan tempat latihan khusus pickleball), tapi belum terealisasi kayaknya,” ungkapnya.
Ia berharap usulan yang sempat diajukan kepada pemerintah daerah dapat direalisasikan agar pelatihan dan pembinaan terhadap atlet-atlet bisa berjalan maksimal.
“Kita sering didukung bantuan dari pemerintah daerah, terutama menyangkut proses peminjaman lapangan. Nggak ada kendala sih sebenarnya, tapi lebih bagus jika ada lapangan khusus. Jadi kami sangat mengharapkan ada lapangan khusus agar latihan tidak terganggu,” tandasnya.
(Sf/Lo)