Seputar Kaltim

    Lampaui Target, PUPR PPU Berhasil Cetak 476 Tenaga Terampil dan Sertifikasi 442 Pekerja

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    09 Desember 2024 pukul 15:59 WITA

    Fungsional Bidang Konstruksi (Bikon) Dinas PUPR PPU, Jessay Sarbarita Siregar.(Foto : Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Penajam Paser Utara (PPU) berhasil melatih 476 tenaga terampil dan mensertifikasi 442 pekerja kompeten pada 2024 ini.

    Angka itu telah melampaui target dari Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) PUPR PPU 2024. Di mana mereka menargetkan 475 orang terlatih dan 420 pekerja mendapatkan Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) Konstruksi.

    Sebagaimana yang diatur dalam Undang-undang (UU) 2/2017 tentang Jasa Konstruksi yang mewajibkan setiap tenaga kerja di Bidang Jasa Konstruksi memiliki SKK Konstruksi. 

    Fungsional Bidang Konstruksi (Bikon) Dinas PUPR PPU, Jessay Sarbarita Siregar mengaku memanfaatkan Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim), senilai Rp 2,5 miliar untuk menggelar pelatihan dan mensertifikasi ratusan pekerja untuk mendapatkan SKK Konstruksi.

    SKK Konstruksi dinilai cukup penting bagi para pekerja karena berfungsi sebagai jaminan para pekerja tersebut memiliki kompetensi, wawasan dan keterampilan di bidangnya.

    “Kami hanya mensertifikasi para pekerja dari jenjang satu hingga enam saja, seperti tukang bangunan, juru ukur, juru gambar bangunan, mandor, pengawas, pelaksana dan lainnya. Sedangkan jenjang tujuh hingga sembilan disebut sebagai tenaga ahli, tapi yang berhak mensertifikasi adalah Pemprov,” ungkap Jessay, Senin (9/12/2024).

    Selain sebagai jaminan, SKK Konstruksi juga turut memberikan kesempatan bagi para pekerja yang ingin berkarir dan bekerja di suatu perusahaan maupun proyek di Ibu Kota Nusantara (IKN).

    Sebab, SKK Konstruksi telah diakui secara nasional, bahkan dikeluarkan langsung oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang terakreditasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), sehingga potensi mendapatkan tawaran semakin tinggi.

    “Jadi bagi para pekerja yang sudah mendapat SKK Konstruksi, maka dipastikan keterampilan mereka sudah diakui dan tidak diragukan,” tandasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Lampaui Target, PUPR PPU Berhasil Cetak 476 Tenaga Terampil dan Sertifikasi 442 Pekerja

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    09 Desember 2024 pukul 15:59 WITA

    Fungsional Bidang Konstruksi (Bikon) Dinas PUPR PPU, Jessay Sarbarita Siregar.(Foto : Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Penajam Paser Utara (PPU) berhasil melatih 476 tenaga terampil dan mensertifikasi 442 pekerja kompeten pada 2024 ini.

    Angka itu telah melampaui target dari Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) PUPR PPU 2024. Di mana mereka menargetkan 475 orang terlatih dan 420 pekerja mendapatkan Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) Konstruksi.

    Sebagaimana yang diatur dalam Undang-undang (UU) 2/2017 tentang Jasa Konstruksi yang mewajibkan setiap tenaga kerja di Bidang Jasa Konstruksi memiliki SKK Konstruksi. 

    Fungsional Bidang Konstruksi (Bikon) Dinas PUPR PPU, Jessay Sarbarita Siregar mengaku memanfaatkan Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim), senilai Rp 2,5 miliar untuk menggelar pelatihan dan mensertifikasi ratusan pekerja untuk mendapatkan SKK Konstruksi.

    SKK Konstruksi dinilai cukup penting bagi para pekerja karena berfungsi sebagai jaminan para pekerja tersebut memiliki kompetensi, wawasan dan keterampilan di bidangnya.

    “Kami hanya mensertifikasi para pekerja dari jenjang satu hingga enam saja, seperti tukang bangunan, juru ukur, juru gambar bangunan, mandor, pengawas, pelaksana dan lainnya. Sedangkan jenjang tujuh hingga sembilan disebut sebagai tenaga ahli, tapi yang berhak mensertifikasi adalah Pemprov,” ungkap Jessay, Senin (9/12/2024).

    Selain sebagai jaminan, SKK Konstruksi juga turut memberikan kesempatan bagi para pekerja yang ingin berkarir dan bekerja di suatu perusahaan maupun proyek di Ibu Kota Nusantara (IKN).

    Sebab, SKK Konstruksi telah diakui secara nasional, bahkan dikeluarkan langsung oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang terakreditasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), sehingga potensi mendapatkan tawaran semakin tinggi.

    “Jadi bagi para pekerja yang sudah mendapat SKK Konstruksi, maka dipastikan keterampilan mereka sudah diakui dan tidak diragukan,” tandasnya.

    (Sf/By)