Lampaui Rata-rata Nasional, Indeks Tanggap Narkoba Bontang Meningkat Tajam di 2025

    Seputarfakta.com - Nuraini -

    Seputar Kaltim

    24 Desember 2025 06:29 WIB

    Data BNNK Bontang terkait, pravelensi penyalahgunaan narkoba Kota Bontang 2025. (Foto: Diskominfo Bontang)

    Bontang - Kapasitas Kota Bontang dalam menangani ancaman narkoba menunjukkan peningkatan sepanjang 2025. 

    Indeks Kabupaten/Kota Tanggap Ancaman Narkoba (IKOTAN) naik dari 2,76 pada 2024 menjadi 3,11 pada 2025, sementara Indeks Kemandirian Partisipasi (IKP) meningkat dari 3,65 menjadi 3,92, berada di atas rata-rata nasional.

    Kepala BNNK Bontang, Lulyana Ramdhani mengatakan peningkatan indeks tersebut didorong oleh strategi War on Drugs for Humanity, sebagai fondasi seluruh strategi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Kota Bontang sepanjang 2025.

    “Kami tegas dan tanpa kompromi terhadap bandar dan jaringan narkotika, namun tetap mengedepankan pendekatan kemanusiaan melalui rehabilitasi bagi para penyalahguna,” tegas Lulyana.

    Dari sisi pencegahan, BNNK memperkuat pendekatan berbasis komunitas melalui Kelurahan Bersinar di Loktuan, ketahanan keluarga, serta kampanye anti narkoba. Sepanjang 2025, penyuluhan menjangkau 13.219 orang, didukung 137 media luar ruang dan 195 konten edukasi digital. 

    “Anak-anak juga menjadi fokus melalui gerakan Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak (ANANDA BERSINAR) sebagai subjek perlindungan dan indikator keberhasilan kebijakan P4GN,” sambungnya.

    Pada bidang rehabilitasi, BNNK mencatat 24 klien rawat jalan, 5 rawat inap dan 30 orang pascarehabilitasi. Layanan deteksi dini melalui tes urine menjangkau 2.971 orang, sementara Tim Asesment Terpadu menangani 13 berkas penyalahguna narkoba.

    Untuk memperkuat kebijakan berbasis data, BNNK meluncurkan PEKA Kota Bontang, peta kerawanan narkoba berbasis geospasial, serta mendukung kajian prevalensi penyalahguna oleh Universitas Mulawarman rehabilitasi di lapangan.

    “Hal ini sebagai dasar kebijakan daerah,” tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Lampaui Rata-rata Nasional, Indeks Tanggap Narkoba Bontang Meningkat Tajam di 2025

    Seputarfakta.com - Nuraini -

    Seputar Kaltim

    24 Desember 2025 06:29 WIB

    Data BNNK Bontang terkait, pravelensi penyalahgunaan narkoba Kota Bontang 2025. (Foto: Diskominfo Bontang)

    Bontang - Kapasitas Kota Bontang dalam menangani ancaman narkoba menunjukkan peningkatan sepanjang 2025. 

    Indeks Kabupaten/Kota Tanggap Ancaman Narkoba (IKOTAN) naik dari 2,76 pada 2024 menjadi 3,11 pada 2025, sementara Indeks Kemandirian Partisipasi (IKP) meningkat dari 3,65 menjadi 3,92, berada di atas rata-rata nasional.

    Kepala BNNK Bontang, Lulyana Ramdhani mengatakan peningkatan indeks tersebut didorong oleh strategi War on Drugs for Humanity, sebagai fondasi seluruh strategi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Kota Bontang sepanjang 2025.

    “Kami tegas dan tanpa kompromi terhadap bandar dan jaringan narkotika, namun tetap mengedepankan pendekatan kemanusiaan melalui rehabilitasi bagi para penyalahguna,” tegas Lulyana.

    Dari sisi pencegahan, BNNK memperkuat pendekatan berbasis komunitas melalui Kelurahan Bersinar di Loktuan, ketahanan keluarga, serta kampanye anti narkoba. Sepanjang 2025, penyuluhan menjangkau 13.219 orang, didukung 137 media luar ruang dan 195 konten edukasi digital. 

    “Anak-anak juga menjadi fokus melalui gerakan Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak (ANANDA BERSINAR) sebagai subjek perlindungan dan indikator keberhasilan kebijakan P4GN,” sambungnya.

    Pada bidang rehabilitasi, BNNK mencatat 24 klien rawat jalan, 5 rawat inap dan 30 orang pascarehabilitasi. Layanan deteksi dini melalui tes urine menjangkau 2.971 orang, sementara Tim Asesment Terpadu menangani 13 berkas penyalahguna narkoba.

    Untuk memperkuat kebijakan berbasis data, BNNK meluncurkan PEKA Kota Bontang, peta kerawanan narkoba berbasis geospasial, serta mendukung kajian prevalensi penyalahguna oleh Universitas Mulawarman rehabilitasi di lapangan.

    “Hal ini sebagai dasar kebijakan daerah,” tandasnya.

    (Sf/Lo)