Seputar Kaltim

    Lalu Lintas di Penyeberangan Penajam-Balikpapan Macet, Polres PPU Sarankan Lewat Simpang Silkar

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    08 Januari 2025 pukul 16:25 WITA

    Antrean kendaraan roda empat berjejer sepanjang dua Kilometer (Km) di dermaga Penyeberangan Feri Penajam-Balikpapan, Kelurahan Penajam, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara, Selasa (7/1/2025) kemarin.(Istimewa)

    Penajam - Arus lalu lintas di depan dermaga penyeberangan feri Penajam-Balikpapan pada 8 Januari 2025 atau Rabu hari ini masih terpantau macet.

    Kemacetan ini tidak separah pada saat Selasa (7/1/2025) kemarin yang volume kendaraannya tersusun sepanjang dua Kilometer (Km) sejak sore hingga malam hari.

    Padatnya jumlah kendaraan yang mengantre untuk menggunakan transportasi laut ini disebabkan, arus balik kendaraan para jemaah yang berasal dari Kutai Kartanegara (Kukar), Bontang, Samarinda, Kutai Timur (Kutim), Berau dan lainnya usai mengikuti Haul ke-20 Abah Guru Sekumpul di Musala Ar Raudhah, Kelurahan Sekumpul, Kabupaten Banjar, Kecamatan Martapura, Kalimantan Selatan (Kalsel), Minggu (5/1/2025) lalu.

    Kepolisian Resor (Polres) PPU pun menyarankan para pengendara yang menuju Balikpapan untuk menggunakan jalur alternatif dengan melalui simpang Silkar yang berada di Jalan Propinsi Kilometer 38, Desa Girimukti, Kecamatan Penajam.

    “Kami menganjurkan pengendara untuk sementara lewat di simpang Silkar, khususnya bagi pengendara asal Kukar yang jalurnya sejalan ke lokasi tujuan. Saran ini agar kendaraan tidak berpusat di penyeberangan feri Penajam-Balikpapan saja,” ucap Kasat Lantas Polres PPU, AKP Rhondy Hermawan.

    Rhondy memperkirakan arus balik Haul Abah Guru Sekumpul ini akan berakhir pada Rabu (8/1/2025) hari ini. "Sepertinya kemacetan akan selesai hari ini, semoga saja,” ungkapnya.

    Upaya Polres PPU dalam mengatasi kemacetan tidak hanya sekadar memberikan saran, tetapi juga turut menurunkan personel guna memastikan arus lalu lintas tetap berjalan lancar tanpa menimbulkan masalah.

    “Kemacetan ini kita awasi ya agar pengendara merasa nyaman dan aman saat mengantre,” tandasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Lalu Lintas di Penyeberangan Penajam-Balikpapan Macet, Polres PPU Sarankan Lewat Simpang Silkar

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    08 Januari 2025 pukul 16:25 WITA

    Antrean kendaraan roda empat berjejer sepanjang dua Kilometer (Km) di dermaga Penyeberangan Feri Penajam-Balikpapan, Kelurahan Penajam, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara, Selasa (7/1/2025) kemarin.(Istimewa)

    Penajam - Arus lalu lintas di depan dermaga penyeberangan feri Penajam-Balikpapan pada 8 Januari 2025 atau Rabu hari ini masih terpantau macet.

    Kemacetan ini tidak separah pada saat Selasa (7/1/2025) kemarin yang volume kendaraannya tersusun sepanjang dua Kilometer (Km) sejak sore hingga malam hari.

    Padatnya jumlah kendaraan yang mengantre untuk menggunakan transportasi laut ini disebabkan, arus balik kendaraan para jemaah yang berasal dari Kutai Kartanegara (Kukar), Bontang, Samarinda, Kutai Timur (Kutim), Berau dan lainnya usai mengikuti Haul ke-20 Abah Guru Sekumpul di Musala Ar Raudhah, Kelurahan Sekumpul, Kabupaten Banjar, Kecamatan Martapura, Kalimantan Selatan (Kalsel), Minggu (5/1/2025) lalu.

    Kepolisian Resor (Polres) PPU pun menyarankan para pengendara yang menuju Balikpapan untuk menggunakan jalur alternatif dengan melalui simpang Silkar yang berada di Jalan Propinsi Kilometer 38, Desa Girimukti, Kecamatan Penajam.

    “Kami menganjurkan pengendara untuk sementara lewat di simpang Silkar, khususnya bagi pengendara asal Kukar yang jalurnya sejalan ke lokasi tujuan. Saran ini agar kendaraan tidak berpusat di penyeberangan feri Penajam-Balikpapan saja,” ucap Kasat Lantas Polres PPU, AKP Rhondy Hermawan.

    Rhondy memperkirakan arus balik Haul Abah Guru Sekumpul ini akan berakhir pada Rabu (8/1/2025) hari ini. "Sepertinya kemacetan akan selesai hari ini, semoga saja,” ungkapnya.

    Upaya Polres PPU dalam mengatasi kemacetan tidak hanya sekadar memberikan saran, tetapi juga turut menurunkan personel guna memastikan arus lalu lintas tetap berjalan lancar tanpa menimbulkan masalah.

    “Kemacetan ini kita awasi ya agar pengendara merasa nyaman dan aman saat mengantre,” tandasnya.

    (Sf/By)