Seputar Kaltim

    Laisa Minta Pemkot Balikpapan Cari Solusi Terkait Nasib Sopir Angkot Pasca-BCT

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    24 Juli 2024 pukul 12:28 WITA

    Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Laisa Hamisah. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Meski mengapresiasi uji coba Bus Balikpapan City Trans (BCT), Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Laisa Hamisah menyebut Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, tetap harus mencari solusi terkait nasib para sopir angkutan kota (Angkot) yang terdampak. 

    Pasalnya, kehadiran BCT sempat menuai protes oleh sopir Angkot Balikpapan, karena dinilai bakal mengurangi pendapatan mereka. 

    "Kami memahami serta menghargai kekhawatiran yang dihadapi para sopir angkot, yang merasa bahwa dengan adanya keberadaan bus ini memengaruhi penghasilan para supir angkot," ucap Laisa kepada media, Rabu (24/7/2024).

    Ia mengatakan, sebagai wakil rakyat ia akan memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil pemerintah daerah tidak hanya untuk meningkatkan pelayanan publik saja, tetapi juga mempertimbangkan kesejahteraan atau penghasilan semua pihak yang terlibat, termasuk supir angkot.

    "Solusi yang bisa diambil agar tidak terjadi kericuhan antara supir angkot dan bus, dengan adanya dialog antara pemerintah dengan para supir angkot dan bus untuk mencari solusi agar tidak tumpang tindih. Termasuk mengenai penyesuaian rute," jelasnya.

    Solusi selanjutnya, bisa juga memberikan bantuan subsidi finansial kepada supir angkot, sebagai akibat dampak dari adanya BCT. Tak hanya itu, pemerintah kota juga harus memberikan keterampilan kepada supir angkot, supaya bisa meningkatkan daya saing dalam industri transportasi.

    Fasilitasi integrasi transportasi antara bus dan angkot juga diperlukan, sehingga bisa memudahkan supir angkot dan bus mendapatkan penumpang.

    "Jadi bisa kembali penghasilannya. Dengan melakukan perpindahan penumpang dari bus ke angkot atau sebaliknya," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Laisa Minta Pemkot Balikpapan Cari Solusi Terkait Nasib Sopir Angkot Pasca-BCT

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    24 Juli 2024 pukul 12:28 WITA

    Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Laisa Hamisah. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Meski mengapresiasi uji coba Bus Balikpapan City Trans (BCT), Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Laisa Hamisah menyebut Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, tetap harus mencari solusi terkait nasib para sopir angkutan kota (Angkot) yang terdampak. 

    Pasalnya, kehadiran BCT sempat menuai protes oleh sopir Angkot Balikpapan, karena dinilai bakal mengurangi pendapatan mereka. 

    "Kami memahami serta menghargai kekhawatiran yang dihadapi para sopir angkot, yang merasa bahwa dengan adanya keberadaan bus ini memengaruhi penghasilan para supir angkot," ucap Laisa kepada media, Rabu (24/7/2024).

    Ia mengatakan, sebagai wakil rakyat ia akan memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil pemerintah daerah tidak hanya untuk meningkatkan pelayanan publik saja, tetapi juga mempertimbangkan kesejahteraan atau penghasilan semua pihak yang terlibat, termasuk supir angkot.

    "Solusi yang bisa diambil agar tidak terjadi kericuhan antara supir angkot dan bus, dengan adanya dialog antara pemerintah dengan para supir angkot dan bus untuk mencari solusi agar tidak tumpang tindih. Termasuk mengenai penyesuaian rute," jelasnya.

    Solusi selanjutnya, bisa juga memberikan bantuan subsidi finansial kepada supir angkot, sebagai akibat dampak dari adanya BCT. Tak hanya itu, pemerintah kota juga harus memberikan keterampilan kepada supir angkot, supaya bisa meningkatkan daya saing dalam industri transportasi.

    Fasilitasi integrasi transportasi antara bus dan angkot juga diperlukan, sehingga bisa memudahkan supir angkot dan bus mendapatkan penumpang.

    "Jadi bisa kembali penghasilannya. Dengan melakukan perpindahan penumpang dari bus ke angkot atau sebaliknya," pungkasnya.

    (Sf/Rs)