Cari disini...
Seputar Kaltim
Serap aspirasi warga, Anggota DPRD Balikpapan, Laisa Hamisah turun langsung ke warga. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Anggota DPRD Kota Balikpapan, Laisa Hamisah, menggelar kegiatan reses di RT 8, Kelurahan Sepinggan, Balikpapan Selatan, Kamis (28/8/2025) malam. Kegiatan ini bertujuan untuk menyerap aspirasi langsung dari masyarakat.
Dalam reses tersebut, sejumlah warga menyampaikan berbagai keluhan. Salah satunya disampaikan oleh Mansur, warga RT 8, yang menyoroti persoalan banjir yang masih sering terjadi di wilayahnya. Ia juga meminta penambahan penerangan jalan umum (PJU) di lingkungan sekitar.
Hal senada juga disampaikan warga lainnya, Ronal, yang mengeluhkan kurang optimalnya pelayanan di Puskesmas Sepinggan.
Menanggapi keluhan tersebut, Laisa membenarkan bahwa persoalan banjir di RT 8 terjadi karena belum adanya drainase di pintu masuk wilayah tersebut. Ia menjelaskan, hal ini disebabkan karena fasilitas umum dan sosial di kawasan itu belum diserahkan secara resmi ke pemerintah kota.
"Namun meski belum diserahkan, masyarakat tetap harus dilindungi. Kami akan perjuangkan agar tidak terjadi banjir lagi," tegas Laisa.
Laisa mengungkapkan, perbaikan drainase direncanakan akan dilaksanakan melalui anggaran perubahan tahun 2025. Ia juga mengapresiasi komitmen warga dalam mendukung anggota dewan yang memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Terkait permintaan fasilitas Posyandu, Laisa menyarankan agar warga mengajukan permohonan secara resmi.
“Tetapi, jika surat hibah lahan lengkap, pembangunan Posyandu bisa segera direalisasikan,” terangnya.
Sementara itu, untuk permintaan tambahan PJU, ia menyebutkan bahwa Dinas Perhubungan bersama lurah dan camat telah berkomitmen akan merealisasikan pemasangan lampu jalan di empat titik.
Soal layanan PDAM, Laisa menyatakan bahwa wilayah RT 8 sudah teraliri air bersih. Namun, masalah masih terjadi di RT 5 dan 6 karena belum tersedia pipa induk.
“Saat ini, pemerintah masih menunggu pasokan air dari Waduk Embung Aji Raden, Teritib, yang ditargetkan mampu menyuplai 200 liter per detik,” imbuhnya.
Untuk jalan di kawasan Daksa, ia menyebutkan bahwa perbaikannya masih terkendala karena status jalan belum diserahkan ke pemerintah kota. Sedangkan persoalan pembangunan sekolah, menurutnya, terbentur ketersediaan lahan.
Terkait pelayanan Puskesmas Sepinggan yang dikeluhkan warga, Laisa menegaskan bahwa pelayanan berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.00 Wita. Namun, tetap ada petugas yang berjaga untuk menangani kondisi darurat.
“Harapannya, semua fasilitas pemerintah bisa memberikan pelayanan terbaik, karena ini menyangkut kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Serap aspirasi warga, Anggota DPRD Balikpapan, Laisa Hamisah turun langsung ke warga. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Anggota DPRD Kota Balikpapan, Laisa Hamisah, menggelar kegiatan reses di RT 8, Kelurahan Sepinggan, Balikpapan Selatan, Kamis (28/8/2025) malam. Kegiatan ini bertujuan untuk menyerap aspirasi langsung dari masyarakat.
Dalam reses tersebut, sejumlah warga menyampaikan berbagai keluhan. Salah satunya disampaikan oleh Mansur, warga RT 8, yang menyoroti persoalan banjir yang masih sering terjadi di wilayahnya. Ia juga meminta penambahan penerangan jalan umum (PJU) di lingkungan sekitar.
Hal senada juga disampaikan warga lainnya, Ronal, yang mengeluhkan kurang optimalnya pelayanan di Puskesmas Sepinggan.
Menanggapi keluhan tersebut, Laisa membenarkan bahwa persoalan banjir di RT 8 terjadi karena belum adanya drainase di pintu masuk wilayah tersebut. Ia menjelaskan, hal ini disebabkan karena fasilitas umum dan sosial di kawasan itu belum diserahkan secara resmi ke pemerintah kota.
"Namun meski belum diserahkan, masyarakat tetap harus dilindungi. Kami akan perjuangkan agar tidak terjadi banjir lagi," tegas Laisa.
Laisa mengungkapkan, perbaikan drainase direncanakan akan dilaksanakan melalui anggaran perubahan tahun 2025. Ia juga mengapresiasi komitmen warga dalam mendukung anggota dewan yang memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Terkait permintaan fasilitas Posyandu, Laisa menyarankan agar warga mengajukan permohonan secara resmi.
“Tetapi, jika surat hibah lahan lengkap, pembangunan Posyandu bisa segera direalisasikan,” terangnya.
Sementara itu, untuk permintaan tambahan PJU, ia menyebutkan bahwa Dinas Perhubungan bersama lurah dan camat telah berkomitmen akan merealisasikan pemasangan lampu jalan di empat titik.
Soal layanan PDAM, Laisa menyatakan bahwa wilayah RT 8 sudah teraliri air bersih. Namun, masalah masih terjadi di RT 5 dan 6 karena belum tersedia pipa induk.
“Saat ini, pemerintah masih menunggu pasokan air dari Waduk Embung Aji Raden, Teritib, yang ditargetkan mampu menyuplai 200 liter per detik,” imbuhnya.
Untuk jalan di kawasan Daksa, ia menyebutkan bahwa perbaikannya masih terkendala karena status jalan belum diserahkan ke pemerintah kota. Sedangkan persoalan pembangunan sekolah, menurutnya, terbentur ketersediaan lahan.
Terkait pelayanan Puskesmas Sepinggan yang dikeluhkan warga, Laisa menegaskan bahwa pelayanan berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.00 Wita. Namun, tetap ada petugas yang berjaga untuk menangani kondisi darurat.
“Harapannya, semua fasilitas pemerintah bisa memberikan pelayanan terbaik, karena ini menyangkut kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
(Sf/Rs)