Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepulan Asap tebal akibat kebakaran lahan di Kecamatan Muara Wis. (Foto: Tangkapan Layar)
Tenggarong - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kali ini di Dusun Kuyung, Kecamatan Muara Wis.
Lahan di wilayah hulu Kukar itu sudah terbakar sejak Kamis (24/7/2025) sekitar pukul 14.16 WITA. Camat Muara Wis, Fadhli Annur mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar.
"Kita belum bisa perkirakan lahan yang terbakar itu luasannya berapa, tapi kami tetap memonitor terus hingga sekarang," kata Fahli, Jumat (25/7/2025).
Lokasi yang terbakar berada jauh dari permukiman warga dan merupakan lahan yang tidak dikelola oleh masyarakat.
"Kami sudah berkoordinasi dengan semua pihak untuk menangani kebakaran ini supaya tidak meluas," ujarnya.
Hasil pantauan hingga hari ini menunjukkan lokasi kebakaran sangat sulit dijangkau. Mobil pemadam maupun mesin ces tidak bisa masuk karena kondisi tanah yang berlumpur. Jika dipaksakan, maka dikhawatirkan kendaraan atau peralatan bisa terperosok dan tersedot ke dalam lumpur.
"Api belum begitu meluas, kami imbau warga agar waspada. Kemudian kepada warga yang merokok kami ingatkan agar tak membuang puntung rokok sembarangan, itu salah satunya yang jadi penyebab kebakaran," tegasnya.
Selain itu, Fadhli juga berpesan kepada masyarakat untuk menggunakan masker saat di luar rumah, dikhawatirkan asap yang ditimbulkan dapat mengganggu pernapasan.
"Kami juga berharap semoga turun hujan sehingga dapat mengurangi api meluas ke lokasi lainnya," pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepulan Asap tebal akibat kebakaran lahan di Kecamatan Muara Wis. (Foto: Tangkapan Layar)
Tenggarong - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kali ini di Dusun Kuyung, Kecamatan Muara Wis.
Lahan di wilayah hulu Kukar itu sudah terbakar sejak Kamis (24/7/2025) sekitar pukul 14.16 WITA. Camat Muara Wis, Fadhli Annur mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar.
"Kita belum bisa perkirakan lahan yang terbakar itu luasannya berapa, tapi kami tetap memonitor terus hingga sekarang," kata Fahli, Jumat (25/7/2025).
Lokasi yang terbakar berada jauh dari permukiman warga dan merupakan lahan yang tidak dikelola oleh masyarakat.
"Kami sudah berkoordinasi dengan semua pihak untuk menangani kebakaran ini supaya tidak meluas," ujarnya.
Hasil pantauan hingga hari ini menunjukkan lokasi kebakaran sangat sulit dijangkau. Mobil pemadam maupun mesin ces tidak bisa masuk karena kondisi tanah yang berlumpur. Jika dipaksakan, maka dikhawatirkan kendaraan atau peralatan bisa terperosok dan tersedot ke dalam lumpur.
"Api belum begitu meluas, kami imbau warga agar waspada. Kemudian kepada warga yang merokok kami ingatkan agar tak membuang puntung rokok sembarangan, itu salah satunya yang jadi penyebab kebakaran," tegasnya.
Selain itu, Fadhli juga berpesan kepada masyarakat untuk menggunakan masker saat di luar rumah, dikhawatirkan asap yang ditimbulkan dapat mengganggu pernapasan.
"Kami juga berharap semoga turun hujan sehingga dapat mengurangi api meluas ke lokasi lainnya," pungkasnya.
(Sf/Lo)