Cari disini...
Seputar Kaltim
Lahan pasca tambang PT Indominco Mandiri akan ditempati sebagai wilayah peternakan. (Kolase dari Seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sedang melakukan upaya integrasi lahan pascatambang yang bisa digunakan untuk peternakan.
Hal ini dilakukan mengingat keterbatasan lahan yang ada di kabupaten/kota di Kaltim. Menurut Kepala DIsnakkeswan Kaltim, Fahmi Hilmawan dalam perencanaan detail tata ruang, kawasan-kawasan tersebut hanya difokuskan kepada pertanian, perkebunan, hortikultura bahkan pertambangan.
"Sehingga kegiatan peternakan kebanyakan memang masih menumpang terhadap kawasan-kawasan tersebut," ungkap Fahmi.
Adapun sistem integrasi yang sudah pernah dilakukan namun belum berjalan maksimal adalah integrasi antara sapi dan sawit. Namun Fahmi menandai yang telah berhasil namun belum masif, yakni integrasi sapi dengan reklamasi.
Disnakkeswan Kaltim telah melakukan penjajakan secara intensif terhadap upaya integrasi sapi dengan reklamasi di PT Indominco Mandiri. Hal tersebut merupakan arahan Penjabat Gubernur Kaltim Akmal Malik.
Namun, hambatan yang dialami oleh Disnakkeswan Kaltim lahan tersebut merupakan kawasan hutan. Setelah melakukan kunjungan, Fahmi menjabarkan bahwa terdapat dua blok, yaitu blok timur memiliki luas lahan sebesar 100 hektare, sedangkan blok barat 30 hektare.
"Sangat dimungkinkan sekarang prosesnya adalah bagaimana kita meminta izin rekomendasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terkait dengan penggunaan kawasan hutan produksi untuk kegiatan pertanian dan peternakan dalam rangka mendukung ketahanan pangan," jelasnya.
Fahmi menjelaskan skema yang akan dilakukan untuk pangan ternak. Karena menurutnya kegiatan peternak itu 70 persen dari pakan untuk memenuhi nutrisi ternak tersebut. Sehingga di sini Fahmi menjamin pangan ternak tersebut dengan mempersiapkan rumput terbaik.
"Kita sudah mulai kembangkan beberapa jenis rumput unggulan di UPTD. Kami tanami rumput-rumput dengan nutrisi tinggi, ada Gama Umami, Pancong, Taiwan dan rumput gajah dan sebagainya," bebernya.
Ia juga meyakini rumput-rumput tersebut dapat tumbuh di lahan pasca tambang. Fahmi berharap dengan bermacam-macam rumput dapat menghasilkan pangan yang berkecukupan.
"Banyaknya rumput pakan yang tepung terisi ini ditambah dengan konsentrat kita berharap nanti ternak-ternak kita itu berkecukupan untuk pakannya dan menjadi sehat dan dagingnya juga memenuhi nilai-nilai protein," tukasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Lahan pasca tambang PT Indominco Mandiri akan ditempati sebagai wilayah peternakan. (Kolase dari Seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sedang melakukan upaya integrasi lahan pascatambang yang bisa digunakan untuk peternakan.
Hal ini dilakukan mengingat keterbatasan lahan yang ada di kabupaten/kota di Kaltim. Menurut Kepala DIsnakkeswan Kaltim, Fahmi Hilmawan dalam perencanaan detail tata ruang, kawasan-kawasan tersebut hanya difokuskan kepada pertanian, perkebunan, hortikultura bahkan pertambangan.
"Sehingga kegiatan peternakan kebanyakan memang masih menumpang terhadap kawasan-kawasan tersebut," ungkap Fahmi.
Adapun sistem integrasi yang sudah pernah dilakukan namun belum berjalan maksimal adalah integrasi antara sapi dan sawit. Namun Fahmi menandai yang telah berhasil namun belum masif, yakni integrasi sapi dengan reklamasi.
Disnakkeswan Kaltim telah melakukan penjajakan secara intensif terhadap upaya integrasi sapi dengan reklamasi di PT Indominco Mandiri. Hal tersebut merupakan arahan Penjabat Gubernur Kaltim Akmal Malik.
Namun, hambatan yang dialami oleh Disnakkeswan Kaltim lahan tersebut merupakan kawasan hutan. Setelah melakukan kunjungan, Fahmi menjabarkan bahwa terdapat dua blok, yaitu blok timur memiliki luas lahan sebesar 100 hektare, sedangkan blok barat 30 hektare.
"Sangat dimungkinkan sekarang prosesnya adalah bagaimana kita meminta izin rekomendasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terkait dengan penggunaan kawasan hutan produksi untuk kegiatan pertanian dan peternakan dalam rangka mendukung ketahanan pangan," jelasnya.
Fahmi menjelaskan skema yang akan dilakukan untuk pangan ternak. Karena menurutnya kegiatan peternak itu 70 persen dari pakan untuk memenuhi nutrisi ternak tersebut. Sehingga di sini Fahmi menjamin pangan ternak tersebut dengan mempersiapkan rumput terbaik.
"Kita sudah mulai kembangkan beberapa jenis rumput unggulan di UPTD. Kami tanami rumput-rumput dengan nutrisi tinggi, ada Gama Umami, Pancong, Taiwan dan rumput gajah dan sebagainya," bebernya.
Ia juga meyakini rumput-rumput tersebut dapat tumbuh di lahan pasca tambang. Fahmi berharap dengan bermacam-macam rumput dapat menghasilkan pangan yang berkecukupan.
"Banyaknya rumput pakan yang tepung terisi ini ditambah dengan konsentrat kita berharap nanti ternak-ternak kita itu berkecukupan untuk pakannya dan menjadi sehat dan dagingnya juga memenuhi nilai-nilai protein," tukasnya.
(Sf/Rs)