Cari disini...
Seputar Kaltim
Lahan gambut di Desa Sabintulung, Kecamatan Muara Kaman yang terbakar. (Tangkap Layar)
Tenggarong - Lahan gambut seluas 1,5 Hektare (Ha) di Desa Sabintulung, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terbakar sejak 16 September 2024 hingga sekarang.
Kepala Pelaksana BPBD Kukar, Setianto Nugroho Aji mengatakan wilayah Kukar telah memasuki musim kemarau dan dalam seminggu terakhir hujan tidak turun, sehingga beberapa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai bermunculan, seperti yang terjadi di Muara Kaman.
"Dari awal kebakaran itu kita memang sudah kirim tim untuk memadamkan api, Kami juga menyiapkan seluruh personel dan peralatan karena cuaca diperkirakan kering dalam beberapa hari ke depan," ujar Setianto Jumat (20/9/2024).
BPBD Kukar menurunkan satu unit mobil Dalkarhutla Slip On, satu unit mobil Hilux Komando,
pompa apung, pompa jinjing, tangki BBM, selang dan berbagai peralatan lainnya.
Dirinya mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Sebab, kondisi tanah kering dan lahan gambut yang mudah terbakar.
"Kami harap semua pihak, termasuk relawan, KPHP dan pihak swasta, segera berkoordinasi jika ada titik api. Kita juga ingin masyarakat berperan dalam hal ini untuk mencegah kebakaran yang lebih luas," harapnya.
Ia berpesan kepada pemerintah daerah untuk memberikan dukungan tambahan seperti, peralatan, dan personel, mengingat luasnya wilayah Kukar yang mencakup daerah pesisir, tengah hingga hulu, sehingga respons terhadap karhutla bisa lebih cepat dilakukan.
"Kami bisa kewalahan jika titik api muncul secara tiba-tiba di beberapa titik dan di wilayah yang jauh," tutupnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Lahan gambut di Desa Sabintulung, Kecamatan Muara Kaman yang terbakar. (Tangkap Layar)
Tenggarong - Lahan gambut seluas 1,5 Hektare (Ha) di Desa Sabintulung, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terbakar sejak 16 September 2024 hingga sekarang.
Kepala Pelaksana BPBD Kukar, Setianto Nugroho Aji mengatakan wilayah Kukar telah memasuki musim kemarau dan dalam seminggu terakhir hujan tidak turun, sehingga beberapa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai bermunculan, seperti yang terjadi di Muara Kaman.
"Dari awal kebakaran itu kita memang sudah kirim tim untuk memadamkan api, Kami juga menyiapkan seluruh personel dan peralatan karena cuaca diperkirakan kering dalam beberapa hari ke depan," ujar Setianto Jumat (20/9/2024).
BPBD Kukar menurunkan satu unit mobil Dalkarhutla Slip On, satu unit mobil Hilux Komando,
pompa apung, pompa jinjing, tangki BBM, selang dan berbagai peralatan lainnya.
Dirinya mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Sebab, kondisi tanah kering dan lahan gambut yang mudah terbakar.
"Kami harap semua pihak, termasuk relawan, KPHP dan pihak swasta, segera berkoordinasi jika ada titik api. Kita juga ingin masyarakat berperan dalam hal ini untuk mencegah kebakaran yang lebih luas," harapnya.
Ia berpesan kepada pemerintah daerah untuk memberikan dukungan tambahan seperti, peralatan, dan personel, mengingat luasnya wilayah Kukar yang mencakup daerah pesisir, tengah hingga hulu, sehingga respons terhadap karhutla bisa lebih cepat dilakukan.
"Kami bisa kewalahan jika titik api muncul secara tiba-tiba di beberapa titik dan di wilayah yang jauh," tutupnya.
(Sf/By)