Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Sosial Kutim, Ernata Hadi Sujito (foto:lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Program Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai menunjukkan perkembangan positif. Pemerintah daerah memastikan penyediaan lahan untuk pembangunan sekolah tersebut sudah memasuki tahap kajian kelayakan oleh sejumlah instansi teknis.
Kepala Dinas Sosial Kutim, Ernata Hadi Sujito mengungkapkan, lahan yang disiapkan berada di Jalan Simono dengan luas sekitar 5 hektare. Saat ini, instansi terkait masih melakukan peninjauan lapangan untuk memastikan kesesuaian lokasi.
“Alhamdulillah sudah difasilitasi oleh Bapak Pelaksana Tugas (Plt) Asisten I Trisno dalam mencarikan lahan. Lahan di Simono sudah dikaji. Tinggal menunggu kajian dari masing-masing OPD,” ujar Ernata.
Ia menambahkan, program Sekolah Rakyat merupakan program pusat. Namun untuk pengadaan lahan dan pematangan lokasi menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Kutim.
“Ini program pusat, tapi khusus lahan kita yang siapkan sampai pematangan dari pemerintah daerah. Selepas itu semuanya biaya dari pemerintah pusat,” tambahnya.
Ernata menjelaskan, Sekolah Rakyat ditujukan untuk anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Data penerima manfaat akan diambil dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (Detesen) yang kini menggantikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
“Data sudah siap. DTKS sudah tidak berlaku, sekarang beralih menjadi Detesen,” jelasnya.
Berbeda dengan sekolah reguler, siswa Sekolah Rakyat nantinya akan tinggal di asrama dan seluruh kebutuhannya ditanggung penuh oleh pemerintah, mulai dari pakaian hingga perlengkapan pribadi.
“Di asramakan, dijamin seluruh kebutuhannya oleh pemerintah,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Sosial Kutim, Ernata Hadi Sujito (foto:lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Program Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai menunjukkan perkembangan positif. Pemerintah daerah memastikan penyediaan lahan untuk pembangunan sekolah tersebut sudah memasuki tahap kajian kelayakan oleh sejumlah instansi teknis.
Kepala Dinas Sosial Kutim, Ernata Hadi Sujito mengungkapkan, lahan yang disiapkan berada di Jalan Simono dengan luas sekitar 5 hektare. Saat ini, instansi terkait masih melakukan peninjauan lapangan untuk memastikan kesesuaian lokasi.
“Alhamdulillah sudah difasilitasi oleh Bapak Pelaksana Tugas (Plt) Asisten I Trisno dalam mencarikan lahan. Lahan di Simono sudah dikaji. Tinggal menunggu kajian dari masing-masing OPD,” ujar Ernata.
Ia menambahkan, program Sekolah Rakyat merupakan program pusat. Namun untuk pengadaan lahan dan pematangan lokasi menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Kutim.
“Ini program pusat, tapi khusus lahan kita yang siapkan sampai pematangan dari pemerintah daerah. Selepas itu semuanya biaya dari pemerintah pusat,” tambahnya.
Ernata menjelaskan, Sekolah Rakyat ditujukan untuk anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Data penerima manfaat akan diambil dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (Detesen) yang kini menggantikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
“Data sudah siap. DTKS sudah tidak berlaku, sekarang beralih menjadi Detesen,” jelasnya.
Berbeda dengan sekolah reguler, siswa Sekolah Rakyat nantinya akan tinggal di asrama dan seluruh kebutuhannya ditanggung penuh oleh pemerintah, mulai dari pakaian hingga perlengkapan pribadi.
“Di asramakan, dijamin seluruh kebutuhannya oleh pemerintah,” pungkasnya.
(Sf/Rs)