Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Seputar Kaltim
Pengevakuasian pesut di sungai Mahakam pada Jum'at (21/9/2024) sore. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Sebuah peristiwa mengguncang warga Samarinda. Seekor pesut mahakam berkelamin jantan ditemukan mati terdampar di pinggiran Sungai Mahakam, tepatnya depan SPBU Jalan Slamet Riyadi. Pukul 16.50 WITA, salah satu warga merekam video yang menampilkan pesut tersebut dalam kondisi tak bernyawa.
Tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim segera merespons laporan tentang pesut mati ini. Lebih dari belas personel turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Kerjasama dengan Fakultas Perikanan Universitas Mulawarman (Unmul) juga dilakukan untuk memastikan autopsi pesut.
"Saat ini kami telah menyelamatkan pesut tersebut. Karena ukurannya cukup besar, kami akan bekerja sama dengan Fakultas Perikanan Unmul untuk melakukan autopsi besok," ungkap Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Kaltim, Suriawaty Halim, pada Jum'at (21/9/2024) sore.
Namun, penyebab kematian pesut ini masih menjadi misteri. Hasil autopsi akan memberikan jawaban apakah pesut terjerat atau mungkin termakan plastik. Tim BKSDA Kaltim berusaha memahami lebih lanjut.
Selama proses evakuasi, Suriawaty mengingatkan masyarakat agar berhati-hati. "Bangkai pesut dapat memicu pertumbuhan bakteri, sehingga tetap menjaga jarak adalah langkah bijaksana," tuturnya.
Lebih lanjut Staf Ahli Yayasan Konservasi RASI, Daniela mengatakan sesegera mungkin akan di bawa ke laboratorium di Unmul. Di sana memiliki freezer. "Jadi ini merupakan kematian yang keempat, nanti kami akan menyelidiki apa penyebabnya, jadi ini perlu segera ditindak untuk kami amankan," tambahnya.
Untuk sementara, kata Daniela, kulit yang mengupas tapi masih ada kulitnya, kematiannya dinamakan kode 3. "Penyebab dari luar ada, yang harus dianalisa di laboratorium untuk logam berat atau kita lihatnya untuk penyebab histopat atau penyakit jadi itu akan memakan sedikit waktu misalnya sebulan mungkin hasilnya," jelasnya.
Informasi mengejutkan ini bukan kali pertama pesut mati di perairan Kalimantan Timur pada tahun 2024. Sebelumnya, ada tiga ekor pesut yang ditemukan mati, satu di Tenggarong, satu di Kota Bangun, dan satu lagi di Samarinda.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Seputar Kaltim

Pengevakuasian pesut di sungai Mahakam pada Jum'at (21/9/2024) sore. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Sebuah peristiwa mengguncang warga Samarinda. Seekor pesut mahakam berkelamin jantan ditemukan mati terdampar di pinggiran Sungai Mahakam, tepatnya depan SPBU Jalan Slamet Riyadi. Pukul 16.50 WITA, salah satu warga merekam video yang menampilkan pesut tersebut dalam kondisi tak bernyawa.
Tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim segera merespons laporan tentang pesut mati ini. Lebih dari belas personel turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Kerjasama dengan Fakultas Perikanan Universitas Mulawarman (Unmul) juga dilakukan untuk memastikan autopsi pesut.
"Saat ini kami telah menyelamatkan pesut tersebut. Karena ukurannya cukup besar, kami akan bekerja sama dengan Fakultas Perikanan Unmul untuk melakukan autopsi besok," ungkap Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Kaltim, Suriawaty Halim, pada Jum'at (21/9/2024) sore.
Namun, penyebab kematian pesut ini masih menjadi misteri. Hasil autopsi akan memberikan jawaban apakah pesut terjerat atau mungkin termakan plastik. Tim BKSDA Kaltim berusaha memahami lebih lanjut.
Selama proses evakuasi, Suriawaty mengingatkan masyarakat agar berhati-hati. "Bangkai pesut dapat memicu pertumbuhan bakteri, sehingga tetap menjaga jarak adalah langkah bijaksana," tuturnya.
Lebih lanjut Staf Ahli Yayasan Konservasi RASI, Daniela mengatakan sesegera mungkin akan di bawa ke laboratorium di Unmul. Di sana memiliki freezer. "Jadi ini merupakan kematian yang keempat, nanti kami akan menyelidiki apa penyebabnya, jadi ini perlu segera ditindak untuk kami amankan," tambahnya.
Untuk sementara, kata Daniela, kulit yang mengupas tapi masih ada kulitnya, kematiannya dinamakan kode 3. "Penyebab dari luar ada, yang harus dianalisa di laboratorium untuk logam berat atau kita lihatnya untuk penyebab histopat atau penyakit jadi itu akan memakan sedikit waktu misalnya sebulan mungkin hasilnya," jelasnya.
Informasi mengejutkan ini bukan kali pertama pesut mati di perairan Kalimantan Timur pada tahun 2024. Sebelumnya, ada tiga ekor pesut yang ditemukan mati, satu di Tenggarong, satu di Kota Bangun, dan satu lagi di Samarinda.
(Sf/Rs)