Seputar Kaltim

    L’Rizya Hotel di Waru Diresmikan, Bupati PPU Sebut Bisa Tingkatkan PAD dan Ekonomi Lokal

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    01 Desember 2025 pukul 20:19 WITA

    Bupati PPU, Mudyat Noor saat meninjau Bangunan L'Rizya Hotel yang baru saja diresmikan (Dok: istimewa)

    Penajam — Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor baru saja meresmikan L’Rizya Hotel di Kecamatan Waru, Senin (1/12/2025). 

    Mudyat Noor menyampaikan keberadaan hotel baru di PPU dapat memberikan nilai tambah bagi daerah, baik melalui pajak maupun penyerapan tenaga kerja lokal.

    “Kita harapkan hotel ini memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar, terutama dalam membuka peluang kerja dan meningkatkan PAD daerah,” ujar Mudyat.

    Ia juga menyoroti kebiasaan tamu pemerintahan yang berkunjung ke PPU, tapi justru memilih bermalam di Balikpapan. 

    Ia menyarankan ke depan ada mekanisme yang mendorong para tamu resmi untuk menginap di hotel-hotel lokal.

    “Kalau kegiatan di Penajam, ya nginapnya juga di Penajam. Daerah lain sudah menerapkan, jadi nanti kalau tidak menginap di sini, SPPD bisa tidak diproses,” tegasnya.

    Menurutnya keberadaan hotel seperti L’Rizya Hotel sangat strategis, terutama dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang jaraknya semakin dekat melalui jalan dua jalur yang sedang direncanakan.

    Sementara Wakil Ketua I DPRD PPU sekaligus salah satu pengelola hotel, Syahruddin M Noor berharap fasilitas tersebut dapat menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan pemerintah, komunitas maupun olahraga.

    “Di sini ada fasilitas kolam renang, ruang kegiatan dan fasilitas lain yang bisa dimanfaatkan. Jangan lagi pelatihan atau rapat dibawa keluar daerah,” katanya.

    Ia juga menyinggung pentingnya pengembangan identitas dan produk khas PPU untuk mendukung perhotelan dan sektor wisata.

    Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) PPU, Sandri menyambut baik kehadiran L’Rizya Hotel sebagai bagian dari pertumbuhan industri hospitality daerah.

    “Semakin banyak hotel, semakin besar perputaran ekonomi. Bukan hanya hotel yang menikmati, tapi juga UMKM, nelayan, pasar hingga penyedia kuliner,” ucapnya.

    PHRI memastikan akan bersinergi dengan pemerintah maupun pengusaha perhotelan untuk meningkatkan pelayanan dan daya tarik wisata setempat.

    Dengan kehadiran hotel tersebut di PPU  diharapkan menjadi pemicu pertumbuhan sektor pariwisata, usaha mikro, Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta meningkatkan minat tamu pemerintah maupun swasta untuk menginap.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    L’Rizya Hotel di Waru Diresmikan, Bupati PPU Sebut Bisa Tingkatkan PAD dan Ekonomi Lokal

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    01 Desember 2025 pukul 20:19 WITA

    Bupati PPU, Mudyat Noor saat meninjau Bangunan L'Rizya Hotel yang baru saja diresmikan (Dok: istimewa)

    Penajam — Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor baru saja meresmikan L’Rizya Hotel di Kecamatan Waru, Senin (1/12/2025). 

    Mudyat Noor menyampaikan keberadaan hotel baru di PPU dapat memberikan nilai tambah bagi daerah, baik melalui pajak maupun penyerapan tenaga kerja lokal.

    “Kita harapkan hotel ini memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar, terutama dalam membuka peluang kerja dan meningkatkan PAD daerah,” ujar Mudyat.

    Ia juga menyoroti kebiasaan tamu pemerintahan yang berkunjung ke PPU, tapi justru memilih bermalam di Balikpapan. 

    Ia menyarankan ke depan ada mekanisme yang mendorong para tamu resmi untuk menginap di hotel-hotel lokal.

    “Kalau kegiatan di Penajam, ya nginapnya juga di Penajam. Daerah lain sudah menerapkan, jadi nanti kalau tidak menginap di sini, SPPD bisa tidak diproses,” tegasnya.

    Menurutnya keberadaan hotel seperti L’Rizya Hotel sangat strategis, terutama dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang jaraknya semakin dekat melalui jalan dua jalur yang sedang direncanakan.

    Sementara Wakil Ketua I DPRD PPU sekaligus salah satu pengelola hotel, Syahruddin M Noor berharap fasilitas tersebut dapat menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan pemerintah, komunitas maupun olahraga.

    “Di sini ada fasilitas kolam renang, ruang kegiatan dan fasilitas lain yang bisa dimanfaatkan. Jangan lagi pelatihan atau rapat dibawa keluar daerah,” katanya.

    Ia juga menyinggung pentingnya pengembangan identitas dan produk khas PPU untuk mendukung perhotelan dan sektor wisata.

    Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) PPU, Sandri menyambut baik kehadiran L’Rizya Hotel sebagai bagian dari pertumbuhan industri hospitality daerah.

    “Semakin banyak hotel, semakin besar perputaran ekonomi. Bukan hanya hotel yang menikmati, tapi juga UMKM, nelayan, pasar hingga penyedia kuliner,” ucapnya.

    PHRI memastikan akan bersinergi dengan pemerintah maupun pengusaha perhotelan untuk meningkatkan pelayanan dan daya tarik wisata setempat.

    Dengan kehadiran hotel tersebut di PPU  diharapkan menjadi pemicu pertumbuhan sektor pariwisata, usaha mikro, Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta meningkatkan minat tamu pemerintah maupun swasta untuk menginap.

    (Sf/Lo)