Cari disini...
Seputar Kaltim
Sekretaris Daerah Kutim sekaligus Ketua LPTQ Kutim, Rizali Hadi. (foto:Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mencatat sejarah baru sebagai juara umum pada gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-45 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) 2025 yang berlangsung di Sangatta.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kutim sekaligus Ketua LPTQ Kutim, Rizali Hadi mengungkapkan pencapaian ini tidak lepas dari proses pembinaan yang sudah dilakukan sejak tahun lalu dan berjalan intensif selama sembilan bulan terakhir.
“Untuk tahun ini kita selama sembilan bulan melakukan pembinaan. Alhamdulillah apa yang sudah dilakukan membuahkan hasil baik dan menjadi sejarah baru bagi Kutim sebagai juara umum,” ujar Rizali, Sabtu (19/7/2025).
Menurutnya beberapa peserta dari Kutim yang meraih juara pertama juga berpeluang untuk memperkuat kafilah Kaltim di MTQ tingkat nasional.
“Dari sembilan cabang yang diperlombakan, juara kesatu yang diraih Kutim melebihi target kita. Alhamdulillah kita harapkan juga bibit ataupun peserta yang dari Kutim ini bisa berlaga di tingkat nasional,” jelasnya.
Dalam hal pembinaan, Rizali menjelaskan LPTQ Kutim bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk hakim dan pelatih tingkat nasional. Tujuannya agar pelatih lokal bisa belajar dari pengalaman mereka dan meningkatkan kemampuan dalam melatih.
"Kami melibatkan hakim dan pelatih nasional supaya pelatih lokal bisa belajar, menambah wawasan dan memahami standar penilaian nasional," pungkasnya.
Prestasi luar biasa Kutim meraih sejumlah predikat terbaik di berbagai cabang lomba. Peserta dari kafilah Kutim berhasil mendominasi beberapa cabang penting, seperti tilawah anak-anak, tilawah remaja, qiraah dewasa, hafalan 1, 5, 10, 20 hingga 30 juz, tafsir Bahasa Indonesia dan Inggris, serta Fahmil dan Syarhil Qur’an.
Pada cabang Tartil, Kenzi Muhammad Alfarizi mencatatkan nilai tertinggi dengan skor 98,83. Sementara Nadita Aisyah Fitri meraih predikat terbaik pada cabang Tilawah Dewasa dengan nilai 97,50.
Dominasi Kutim juga tampak pada cabang Qira’at Mujawwad dan Murottal Dewasa, melalui penampilan Muhammad Abdan dan Zalva Sy yang sama-sama meraih nilai di atas 98, mencerminkan keunggulan kualitas peserta dari Kutim.
Di kategori Tafsir, Chanina Manthofany menduduki posisi ketiga di cabang Tafsir Bahasa Indonesia dengan nilai 88,16, sedangkan Sri Endang Budi Astuti masuk dalam tiga besar terbaik pada cabang Tafsir Bahasa Inggris.
Sementara prestasi gemilang juga ditorehkan oleh tim Fahm Al-Qur’an, regu putra Kutim meraih posisi terbaik kedua dan regu putri berhasil keluar sebagai juara pertama.
Sementara Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji menyampaikan apresiasi atas pencapaian para juara. Ia menyebut MTQ bukan hanya ajang lomba, tetapi juga sarana memperkuat nilai-nilai spiritual dan karakter generasi muda.
“Kami mengucapkan selamat atas tercapainya kejuaraan ini. Selamat untuk para juara. Semoga prestasi ini bisa terus mengasah kemampuan dan menebarkan nilai-nilai Qur’ani di tengah masyarakat,” ucap Seno.
Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada para qori dan qori’ah yang akan membawa nama Kaltim ke ajang nasional agar mempersiapkan diri dengan baik, penuh semangat dan tulus niat.
“Kami titipkan harapan besar. Persiapkan diri sebaik-baiknya, tetap semangat dan jaga kesehatan. Bawa nama Kaltim dengan tulus. Insyaallah dengan kerja keras dan doa seluruh masyarakat kita bisa memberikan yang terbaik dan mempertahankan juara umum di tingkat nasional,” tegasnya.
Terkait dukungan untuk menghadapi MTQ nasional, Seno menegaskan Pemprov Kaltim telah menyiapkan anggaran khusus bersama LPTQ dan akan melanjutkan pembinaan melalui program pelatihan.
“Kita siapkan anggaran bersama sekda dan LPTQ, lalu kita masukkan ke program Training Center (TC), supaya kita bisa mempertahankan peringkat satu di MTQ nasional, target kita mempertahankan juara sebelumnya,” katanya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Sekretaris Daerah Kutim sekaligus Ketua LPTQ Kutim, Rizali Hadi. (foto:Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mencatat sejarah baru sebagai juara umum pada gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-45 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) 2025 yang berlangsung di Sangatta.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kutim sekaligus Ketua LPTQ Kutim, Rizali Hadi mengungkapkan pencapaian ini tidak lepas dari proses pembinaan yang sudah dilakukan sejak tahun lalu dan berjalan intensif selama sembilan bulan terakhir.
“Untuk tahun ini kita selama sembilan bulan melakukan pembinaan. Alhamdulillah apa yang sudah dilakukan membuahkan hasil baik dan menjadi sejarah baru bagi Kutim sebagai juara umum,” ujar Rizali, Sabtu (19/7/2025).
Menurutnya beberapa peserta dari Kutim yang meraih juara pertama juga berpeluang untuk memperkuat kafilah Kaltim di MTQ tingkat nasional.
“Dari sembilan cabang yang diperlombakan, juara kesatu yang diraih Kutim melebihi target kita. Alhamdulillah kita harapkan juga bibit ataupun peserta yang dari Kutim ini bisa berlaga di tingkat nasional,” jelasnya.
Dalam hal pembinaan, Rizali menjelaskan LPTQ Kutim bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk hakim dan pelatih tingkat nasional. Tujuannya agar pelatih lokal bisa belajar dari pengalaman mereka dan meningkatkan kemampuan dalam melatih.
"Kami melibatkan hakim dan pelatih nasional supaya pelatih lokal bisa belajar, menambah wawasan dan memahami standar penilaian nasional," pungkasnya.
Prestasi luar biasa Kutim meraih sejumlah predikat terbaik di berbagai cabang lomba. Peserta dari kafilah Kutim berhasil mendominasi beberapa cabang penting, seperti tilawah anak-anak, tilawah remaja, qiraah dewasa, hafalan 1, 5, 10, 20 hingga 30 juz, tafsir Bahasa Indonesia dan Inggris, serta Fahmil dan Syarhil Qur’an.
Pada cabang Tartil, Kenzi Muhammad Alfarizi mencatatkan nilai tertinggi dengan skor 98,83. Sementara Nadita Aisyah Fitri meraih predikat terbaik pada cabang Tilawah Dewasa dengan nilai 97,50.
Dominasi Kutim juga tampak pada cabang Qira’at Mujawwad dan Murottal Dewasa, melalui penampilan Muhammad Abdan dan Zalva Sy yang sama-sama meraih nilai di atas 98, mencerminkan keunggulan kualitas peserta dari Kutim.
Di kategori Tafsir, Chanina Manthofany menduduki posisi ketiga di cabang Tafsir Bahasa Indonesia dengan nilai 88,16, sedangkan Sri Endang Budi Astuti masuk dalam tiga besar terbaik pada cabang Tafsir Bahasa Inggris.
Sementara prestasi gemilang juga ditorehkan oleh tim Fahm Al-Qur’an, regu putra Kutim meraih posisi terbaik kedua dan regu putri berhasil keluar sebagai juara pertama.
Sementara Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji menyampaikan apresiasi atas pencapaian para juara. Ia menyebut MTQ bukan hanya ajang lomba, tetapi juga sarana memperkuat nilai-nilai spiritual dan karakter generasi muda.
“Kami mengucapkan selamat atas tercapainya kejuaraan ini. Selamat untuk para juara. Semoga prestasi ini bisa terus mengasah kemampuan dan menebarkan nilai-nilai Qur’ani di tengah masyarakat,” ucap Seno.
Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada para qori dan qori’ah yang akan membawa nama Kaltim ke ajang nasional agar mempersiapkan diri dengan baik, penuh semangat dan tulus niat.
“Kami titipkan harapan besar. Persiapkan diri sebaik-baiknya, tetap semangat dan jaga kesehatan. Bawa nama Kaltim dengan tulus. Insyaallah dengan kerja keras dan doa seluruh masyarakat kita bisa memberikan yang terbaik dan mempertahankan juara umum di tingkat nasional,” tegasnya.
Terkait dukungan untuk menghadapi MTQ nasional, Seno menegaskan Pemprov Kaltim telah menyiapkan anggaran khusus bersama LPTQ dan akan melanjutkan pembinaan melalui program pelatihan.
“Kita siapkan anggaran bersama sekda dan LPTQ, lalu kita masukkan ke program Training Center (TC), supaya kita bisa mempertahankan peringkat satu di MTQ nasional, target kita mempertahankan juara sebelumnya,” katanya.
(Sf/Lo)