Seputar Kaltim

    Kutim Terima Bantuan Alsintan Senilai Rp2,5 Miliar untuk Tiap Brigade Pangan

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan). (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) kepada enam brigade pangan yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kutim.

    Bantuan ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 sebagai bagian dari program Brigade Pangan, yang bertujuan meningkatkan produktivitas dan efisiensi sektor pertanian di wilayah tersebut.

    Kepala DTPHP Kutim, Dyah Ratnaningrum, menyampaikan bahwa setiap brigade menerima bantuan senilai sekitar Rp2,5 miliar.

    “Keseluruhan alat mesin pertanian yang di yang diterima oleh teman-teman brigade itu kurang lebih 2,5 Milyar per brigade kali 6 brigade. ,” ujar Dyah.

    Lebih lanjut ia menjelaskan Bantuan alsintan yang diterima meliputi berbagai jenis mesin pertanian, seperti traktor rotary, traktor roda empat (jonder), alat tanam (transplanter), hand tractor, pompa air berkapasitas besar, serta drone pertanian dan mesin panen (combine harvester) masih dalam proses pengiriman.

    “Drone ini sangat berguna untuk penyemprotan pupuk dan pengendalian hama.1 hektar Kalau kita menggunakan drone pertanian itu bisa hanya dalam waktu 8 menit saja per hektar. Jadi kita bisa bayangkan betapa itu sangat bisa membantu petani,” tambahnya.

    Dyah mengungkapkan bahwa Kutim awalnya tidak termasuk dalam daftar penerima bantuan. Namun berkat kesiapan data dan kerja cepat tim di lapangan, Kutim berhasil mendapatkan alokasi setelah ada daerah lain yang tidak memenuhi syarat administrasi.

    “Begitu ada peluang di bulan Desember, kami langsung masuk karena data sudah lengkap. Itulah kenapa saya ngotot agar kita bisa mendapatkan bantuan ini, karena alat-alat ini sangat dibutuhkan petani,” tegas Dyah.

    Ia menambahkan, modernisasi pertanian melalui dukungan alat dan mesin seperti ini sangat penting untuk mendorong keberhasilan program-program strategis yang dicanangkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Kutim. Ia berharap bantuan ini dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan petani.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Kutim Terima Bantuan Alsintan Senilai Rp2,5 Miliar untuk Tiap Brigade Pangan

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan). (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) kepada enam brigade pangan yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kutim.

    Bantuan ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 sebagai bagian dari program Brigade Pangan, yang bertujuan meningkatkan produktivitas dan efisiensi sektor pertanian di wilayah tersebut.

    Kepala DTPHP Kutim, Dyah Ratnaningrum, menyampaikan bahwa setiap brigade menerima bantuan senilai sekitar Rp2,5 miliar.

    “Keseluruhan alat mesin pertanian yang di yang diterima oleh teman-teman brigade itu kurang lebih 2,5 Milyar per brigade kali 6 brigade. ,” ujar Dyah.

    Lebih lanjut ia menjelaskan Bantuan alsintan yang diterima meliputi berbagai jenis mesin pertanian, seperti traktor rotary, traktor roda empat (jonder), alat tanam (transplanter), hand tractor, pompa air berkapasitas besar, serta drone pertanian dan mesin panen (combine harvester) masih dalam proses pengiriman.

    “Drone ini sangat berguna untuk penyemprotan pupuk dan pengendalian hama.1 hektar Kalau kita menggunakan drone pertanian itu bisa hanya dalam waktu 8 menit saja per hektar. Jadi kita bisa bayangkan betapa itu sangat bisa membantu petani,” tambahnya.

    Dyah mengungkapkan bahwa Kutim awalnya tidak termasuk dalam daftar penerima bantuan. Namun berkat kesiapan data dan kerja cepat tim di lapangan, Kutim berhasil mendapatkan alokasi setelah ada daerah lain yang tidak memenuhi syarat administrasi.

    “Begitu ada peluang di bulan Desember, kami langsung masuk karena data sudah lengkap. Itulah kenapa saya ngotot agar kita bisa mendapatkan bantuan ini, karena alat-alat ini sangat dibutuhkan petani,” tegas Dyah.

    Ia menambahkan, modernisasi pertanian melalui dukungan alat dan mesin seperti ini sangat penting untuk mendorong keberhasilan program-program strategis yang dicanangkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Kutim. Ia berharap bantuan ini dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan petani.

    (Sf/Rs)